BOPI Imbau 'Marque Player' Arema FC Tak Dimainkan

Pemain asing tetap tidak boleh dimainkan sekalipun menggunakan visa kunjungan kerja.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengingatkan Arema FC agar tidak memainkan Juan Pablo Pino selama administrasi marquee player mereka belum sesuai persyaratan.

Jajaran pelatih Arema berencana menurunkan Pino saat menjamu Bhayangkara FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (23/4). Keinginan itu didasari Pino sudah memiliki visa kunjungan usaha (VKU).

Namun sekjen BOPI Heru Nugroho menegaskan, pemain asing yang tidak mempunyai Kartu Izin Tetap Terbatas (KITAS) tak diperkenankan merumput di Liga 1. Apalagi hal itu sudah dicantumkan dalam manual liga.

“Seperti koordinasi saya dengan imigrasi kemarin, VKU tidaklah cukup. Dalam manual liga yang tercantum sudah jelas jika salah satu syaratnya adalah KITAS, bukan VKU,” jelas Heru.

Heru menambahkan, jika klub ingin keringanan, mereka harus meminta kepada imigrasi. Menurutnya, BOPI tidak punya kapasitas untuk memutuskan, karena hanya bertugas sebagai pengontrol.

Sementara itu, hari ini BOPI telah melakukan rapat dengan kementerian tenaga kerja, imigrasi, kementerian hukum dan HAM, kemenpora, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait perizinan pemain asing.

Dalam pertemuan tersebut dihasilkan keputusan klub langsung mengajukan izin menggunakan tenaga asing (IMTA) ke Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta) dan PKK-Kemenaker tanpa terlebih dulu mendapat rekomendasi dari BOPI.

Setelah mendapatkan IMTA, klub selanjutnya bisa mengajukan permohonan Visa Tinggal Terbatas (VITAS) dan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) ke Dirjen Imigrasi-Kemenkumham. Klub kemudian wajib menyampaikan kepada BOPI dan Kemenpora sebagai pengawasan di lapangan dan koordinasi antarinstansi terkait.

Pemain yang diturunkan dalam sebuah pertandingan akan mendapatkan penindakan sesuai aturan yang berlaku jika belum mengantongi VITAS atau ITAS. 

Topics