Bos Johor Darul Takzim Tak Bangga Faiz Subri Sabet Puskas Award

Tunku Ismail Sultan Ibrahim merasa miris dengan sepakbola Malaysia secara keseluruhan.

Pemain asal Malaysia yang membela Penang FA, Faiz Subri, menyabet gelar penghargaan gol terbaik FIFA, Puskas Award. Gol tendangan bebas fenomenal dari Faiz itu pun mengalahkan nomine lain seperti gol Saul Niguez hingga Lionel Messi.

Sepakbola Malaysia jelas merasa bangga dengan pencapaian Faiz, namun tidak dengan bos Johor Darul Takzim, Tunku Ismail Sultan Ibrahim yang justru tidak mau mengangkat Faiz setinggi langit. Bahkan, ia rela dibenci karena sikapnya itu.

"Saya adalah orang pertama yang memberikan sumbangan atas pencapaian beliau," tulisnya lewat laman Facebook JDT. "Bagi saya dan klub saya, kami tidak mau tergolong dalam orang dengan mentalitas orang Malaysia," sambungnya.

Sultan Ibrahim pun membeberkan alasan dirinya dan JDT sendiri tak mau terlalu bangga dengan pencapaian Faiz. Ia merasa masih miris dengan perkembangan sepakbola Malaysia dan buruknya kinerja dari FAM, federasi sepakbola Malaysia.

"Ini adalah pencapaian individu yang bagus, tapi di manakah sepakbola Malaysia saat ini yang penuh dengan korupsi, ranking dunia dan jika dibandingkan dengan sepakbola Vietnam, Thailand dan Indonesia yang sedang bergerak maju?"

"Sepakbola kita masih jauh ketinggalan, kedudukan dalam dunia juga masih berada di bawah. Tiada orang yang melakukan inisiantif untuk membangkitkan pengurusan sepakbola tanah air termasuk tahap liga kita. Tim yang masih berhutang sebanyak RM6.7 Juta masih boleh bertanding. Tiada apa yang boleh saya banggakan."

Kecaman kepada pihak yang melebih-lebihkan gol Faiz dituliskan panjang lebar oleh Sultan Ibrahim. Ia sendiri memang merupakan sosok yang terus mendorong perubahan sepakbola Malaysia dan sangat berseberangan dengan FAM.