Bournemouth Kirim Ultimatum Untuk Manchester United

Bournemouth mengirimkan ultimatum untuk Man United yang sedang terpuruk, mampukah mereka mengatasinya?

Layaknya perjuangan Jason Bourne menghindari program pembunuhan dari CIA, Bournemouth  sedang menghadapi tantangan demi tantangan dari klub-klub di Liga Primer Inggris. Semua dilakukan demi bertahan hidup di kasta teratas, apalagi setelah kemajuan dramatis yang dialami oleh klub promosi tersebut. Keadaan jatuh-bangun jelas sudah fasih dirasa oleh mereka.

Tantangan yang bakal dihadapi oleh Bournemouth selanjutnya berasal dari Manchester United. Namun posisi Bournemouth saat ini sedang berada di atas angin, sementara United baru saja terganjal batu sandungan. Dengan kata lain, Bournemouth memiliki privilese untuk memberikan (atau menjadi) ultimatum untuk United – peringatan terakhir untuk manajer Louis van Gaal.

Bournemouth menjadi tim yang cukup mengejutkan di pekan-pekan awal Liga Primer musim ini. Memang, hasil akhir tidak terlalu berpihak pada mereka, tetapi permainan efektif yang menghibur selalu ditampilkan oleh manajer Eddie Howe. Callum Wilson sebagai ujung tombak bahkan mampu mencetak lima gol dalam tujuh penampilan.

Sayang, ujung tombak yang tajam itu harus patah karena mengalami cedera ligamen lutut. The Cherries dipastikan tak bisa memainkan Wilson hingga Maret mendatang.

Dampak yang diberikan oleh cedera Wilson ternyata cukup besar. Bourne sebelumnya mampu mencetak sembilan gol dalam lima laga, tapi setelahnya mereka tampil tumpul. Mereka hanya mampu mencetak tiga gol dalam lima laga. Akurasi tembakan setelah ditinggal Wilson juga mengalami terjun bebas. Ketika ada Wilson, Bourne mampu mencatatkan 59% tembakan akurat, sementara hanya 36% di lima laga selanjutnya, bahkan Howe menelan empat kekalahan beruntun.

Beruntung Eddie Howe mampu mengatasi masalah ini dengan perlahan. The Cherries mulai menunjukkan kebangkitan. Howe menerapkan skema yang sedikit berbeda dalam laga kontra Everton, Swansea City, dan Chelsea.

Bournemouth kembali memaksimalkan sayap kanan mereka dan tidak takut untuk meninggalkan zona aman demi menciptakan gol. Catatan pun menunjukkan angka yang fantastis. Bourne berhasil mencetak enam gol dalam tiga laga dengan akurasi tembakan sebesar 56 persen dan 12 kreasi peluang per laga.

Hasil positif datang dengan sendirinya. Bourne berhasil menahan imbang Everton dan Swansea, lalu meraih kemenangan atas Chelsea di Stamford Bridge. Agresivitas mereka sepertinya telah kembali walau Callum Wilson masih absen dan hal inilah yang berpotensi menambah tumpukan masalah Louis van Gaal di United.

Di lain sisi, sang meneer memang jadi bulan-bulanan media belakangan ini. Ia menerapkan sepakbola yang membosankan di mata penonton dan kesulitan mencetak gol dalam beberapa laga Liga Primer terkini. Begitu United mampu mencetak gol – bahkan dua gol – dalam pertandingan kontra Wolfsburg, mereka malah menelan kekalahan dan tersingkir dari Liga Champions. Maju kena, mundur kena, United memang sedang berada di nadir grafik penampilan mereka sejauh ini.

Namun di balik titik terendah itu, sebenarnya apa yang diraih United ini bisa dikatakan positif. Memang, hasil imbang kontra PSV Eindhoven di Old Trafford tidak bisa dimaafkan – dan itu menjadi alasan utama United tersingkir dari Liga Champions – tapi performa Red Devils sejauh ini merupakan yang paling konsisten di Liga Primer bersama dengan Leicester City dan Tottenham Hotspur.

United Cuma menelan dua kekalahan dalam 15 laga terakhir Liga Primer. Ini merupakan catatan tertinggi ketiga setelah Leicester dan Spurs yang masing-masing menelan satu kekalahan. Sepakbola membosankan yang dihadirkan oleh Van Gaal pun bisa dianggap sebagai salah satu pendekatan untuk menjaga keseimbangan tim yang sedang dirundung cedera.

Ada dugaan kalau Van Gaal menyimpan tenaga United. Rencananya, mereka bakal meledak di putaran kedua yang bakal diawali dengan Boxing Day. Jika hal ini benar adanya, pendekatan Van Gaal jelas tidak bisa disalahkan. Bahkan kalau pada akhirnya United menjuarai Liga Primer Inggris, kritik akan secara otomatis menutup mulutnya.

Namun selalu ada tenggat waktu untuk segalanya. United sudah menunjukkan contoh kecilnya dalam laga kontra Wolfsburg. Mereka sempat dikritik karena majalnya lini depan, lalu Van Gaal menjawabnya tengah pekan lalu. Adapun semuanya sudah terlambat saat itu, situasi sudah terlanjur tak memihak United dan mereka tersingkir dari Liga Champions. Akhir pekan ini, United tidak boleh jatuh ke lubang yang sama, apalagi jatuh melebihi titik nadir mereka.

Bourne[mouth] ultimatum bakal jadi peringatan terakhir untuk United dan Eddie Howe yang sedang bangkit menjadi musuh terburuk mereka dalam situasi nadir ini. Mari kita saksikan siapa yang lebih kuat di Vitality Stadium, Bournemouth yang mencoba bertahan hidup atau United yang pelan-pelan ingin kembali jaya?