Brisbane Roar Sebut Evan Dimas Pemain Cerdas

Klub A-League ini menginginkan pemain asal Indonesia yang memiliki kemampuan seperti Evan Dimas.

LIPUTAN ASAD ARIFIN DARI MALANG

Direktur pengelola Brisbane Roar Sean Dobson melemparkan pujian kepada Evan Dimas, dan menilai gelandang muda tim nasional Indonesia dan Persebaya Surabaya itu sebagai pemain cerdas.

Hal itu diungkapkan Dobson saat melakukan pertemuan dengan manajemen Arema Cronus kemarin. Menurut Dobson, salah satu misi utama kedatangan klub Liga Utama Australia (A-League) ini adalah mencari pemain potensial untuk bisa merumput bersama mereka.

The Roar ingin mendapatkan pemain asing asal benua Asia yang tenaganya bisa mereka manfaatkan saat melakoni kompetisi Liga Champions Asia (LCA). Dobson kemudian juga menambahkan kriteria pemain yang sedang dicari tim racikan Frans Thijssen tersebut.

“Brisbane ingin mencari pemain dari Indonesia untuk bisa bermain di LCA. Regulasi pemain asing di LCA adalah 3+1, tiga pemain asing dan satu pemain asing asal Asia. Kami minta Arema untuk memberikan rekomendasi pemain mereka pada kita” ujar Dobson.

“Kita ingin pemain yang sesuai dengan filosofi permainan kami. Kalau di Indonesia seperti Evan Dimas. Dia pemain yang cerdas, bisa bergerak box to box, pandai mencari ruang juga ada naluri gol bagus.”

Selain itu, Dobson juga mengatakan, Brisbane Roar akan merekomendasikan beberapa pemain milik mereka untuk bermain di Arema. Namun untuk masalah ini akan sepenuhnya diserahkan pada pelatih kedua tim.

“Banyak pemain muda kami yang bisa bermain di Arema, tinggal pelatih Arema tertarik, atau tidak. Nanti akan kami rekomendasikan beberapa pemain yang cocok dengan filosofi bermain Arema,” imbuh Dobson.

Sementara itu, terkait keinginan Arema menggelar laga uji coba melawan Brisbane Roar dipastikan tidak terlaksana dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan A-League masih berjalan, dan dan baru akan berakhir pada medio April 2015.

Menurut manajer Arema Cronus, Ruddy Widodo, sebagai gantinya Arema akan mengirim tim pelatih, serta menajamen mereka untuk menimba ilmu ke klub yang bermarkas di Suncrob Satadium itu.

“Karena pertandingan persahabatan belum memungkinkan akibat adanya perbedaan jadwal kompetisi, kami rencananya akan mengirim pelatih dan manajemen Arema untuk studi banding ke sana. Ini lebih memungkinkan dari pada mengirim tim,” papar Ruddy.

“Selain untuk menambah kemampuan pelatih, kita juga ingin belajar cara mengelola klub yang baik.” (gk-57)

addCustomPlayer('grhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', '', '', 620, 540, 'perfgrhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', 'eplayer4', {age:1416334462966});

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.