Bukti Kolektivitas & Pertahanan Kokoh Jadi Modal Italia Di Euro 2016

Italia mulai menjawab keraguan banyak kalangan dengan menunjukkan kolektivitas serta pertahanan tim yang impresif di Euro 2016.

Italia mulai menjawab keraguan banyak kalangan. Meski skuat pilihan pelatih Antonio Conte tidak banyak dihuni para pemain dengan nama besar, Gli Azzurri tetap kompetitif di Euro 2016.

Tantangan pertama berhasil dilewati Italia. Gianluigi Buffon dan rekan-rekan menjinakkan Belgia dua gol tanpa balas dalam partai perdana di Grup E.

Padahal, sebelum laga dimulai, banyak pihak yang lebih mengunggulkan Belgia menang atas Italia. Itu hal yang wajar mengingat Belgia diperkuat pemain-pemain bintang, seperti Eden Hazard, Romelu Lukaku dan Jan Vertonghen.

Gol perdana Italia di Euro 2016 ditorehkan oleh Emanuele Giaccherini memanfaatkan umpan panjang Leonardo Bonucci. Graziano Pelle menuntaskan umpan Antonio Candreva dengan sempurna dan membawa Italia menang 2-0 atas Belgia.

Italia datang ke Prancis dengan modal kolektivitas dan pertahanan yang kokoh. Itu bisa dilihat setelah Gli Azzurri mengalahkan Swedia di Stadium Municipal, Jumat (17/6).

Tiga poin tidak diraih Italia dengan mudah. Eder menjadi pahlawan setelah mencetak gol kemenangan ke gawang Swedia berkat assist Simone Zaza saat waktu normal tersisa dua menit.

Dari dua laga yang telah dilalui di Euro 2016, gawang Italia belum sekali pun kebobolan. Gli Azzurri menorehkan empat clean sheet dari enam laga terakhir di turnamen negara-negara benua biru tersebut.

Enam pemain berbeda terlibat dalam tiga gol Italia sejauh ini. Masing-masing gol disumbangkan oleh Giaccherini, Pelle dan Eder, sedangkan assist diciptakan oleh Candreva, Bonucci dan Zaza.

Topics