Buntu, Chelsea Butuh Solusi Baru

Belum menang sejak pergantian tahun, hasil 0-0 tiga kali beruntun, hingga Conte yang tampak hilang akal. The Blues terlihat bermasalah.

Ketika Victor Moses melepaskan tembakan di menit terakhir kontra Leicester City yang tampak lebih mengarah ke area throw in ketimbang goal kick, saat itulah terlihat ada yang kurang beres dengan Chelsea.

Tendangan tak jelas Moses itu memastikan laga kontra Leicester berkesudahan 0-0, Sabtu (13/1). The Blues pun membuat rekor tak diinginkan, yaitu tiga kali beruntun meraih hasil imbang tanpa gol untuk pertama kali sepanjang sejarah klub. Mereka juga belum memetik kemenangan sejak pergantian tahun.

Performa akhir pekan lalu kontra Leicester menunjukkan sejumlah masalah yang dialami Chelsea. Kendati tampil di kandang sendiri dan unggul jumlah pemain sejak menit ke-68, Chelsea terlihat kelabakan, minim determinasi, dan tidak efektif dalam menyerang. Cedera yang dialami Gary Cahill kian menambah pedih

Bahkan, Leicester sebetulnya lebih layak menang, karena mampu mencatatkan 14 tembakan di sepanjang laga. Opta mencatat, itu adalah peluang terbanyak yang pernah dicatatkan oleh tim tandang di Stamford Bridge sepanjang era Roman Abramovich. 

Chelsea barangkali sedang dalam tahap penyesuaian jadwal sibuk, setelah musim lalu diuntungkan dengan ketiadaan sepakbola Eropa. Manajer Antonio Conte sepakat dengan alasan itu. “Saya melihat banyak pemain yang sangat, sangat kelelahan. Kami menderita di babak pertama dan di awal babak kedua,” kata Conte selepas laga.

Selain itu, ketergantungan pada Eden Hazard dan Alvaro Morata dalam melakukan serangan menjadi masalah tersendiri. Di saat keduanya sedang tidak dalam performa terbaik, Chelsea menjadi buntu dan sangat sulit mencetak gol. Masuknya Willian dan Pedro, dua pemain yang dikesampingkan Conte di musim ini, juga tidak banyak membantu.

Álvaro Morata & Harry Maguire - Chelsea v Leicester City

Eden Hazard Chelsea Leicester

Serangan balik Chelsea, yang beberapa kali menjadi andalan, juga mudah dipatahkan. Saat bertahan, Chelsea seperti bermain dengan formasi 8-1-1 sehingga membuat Hazard dan Morata kesulitan mengalirkan bola ketika melakukan counter attack.

Morata, yang seharusnya menjadi mesin gol, bahkan sudah tidak mencetak gol sejak Boxing Day kontra Brighton. Sebelumnya, ia malah menghamburkan banyak kans emas kala bermain 2-2 kontra Arsenal. Sementara Michy Batshuayi terbukti menjadi pelapis yang hanya bisa diandalkan di piala domestik. Saatnya Chelsea mencari striker baru?

Chelsea disebut-sebut sedang mengejar tanda tangan Andy Carroll pada Januari ini setelah Alexis Sanchez tampak lebih memilih terbang ke Manchester. Membayangkan kedatangan Carroll dari West Ham United memang terasa aneh, namun di tengah kebuntuan kronis yang dialami Chelsea, opsi transfer semacam itu layak dijajal.

Andy Carroll, West Ham

Antonio Conte

Conte sendiri juga seperti kehilangan akal dengan taktiknya. Sistem tiga bek dengan segala variasinya, yang musim lalu menjadi senjata mematikan, sudah mulai terbaca oleh lawan. Setiap menghadapi tim yang memiliki kondisi fisik prima dan taktik yang jelas, Chelsea tampak rentan. Burnley, Crystal Palace, West Ham United, Norwich City, dan Leicester berhasil mempraktikkan hal itu.

Kini, Conte harus cepat-cepat menyusun strategi baru untuk membenahi timnya, bukan malah masuk ke dalam perangkap perang kata-kata dengan Jose Mourinho, yang beberapa waktu lalu sempat memancing emosi manajer Italia itu.

Mengasah penyelesaian akhir dan menjaga kebugaran pemain menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan Conte. Selain itu, memberi waktu bermain lebih banyak kepada Willian dan menempatkan Hazard kembali ke posisi aslinya sebagai winger kiri bisa menjadi alternatif lain.

Peringkat empat di klasemen bukan posisi yang layak buat sang juara bertahan Liga Primer. Kita semua tahu, Chelsea seharusnya bisa lebih baik dari ini. Conte diharapkan sudah menemukan solusi terbaik sebelum Barcelona tiba di London satu bulan lagi.