Bursa Transfer Yang Kacau Rusak Musim Chelsea

Selain kehilangan Petr Cech, Jose Mourinho gagal menggaet sejumlah target utama pada musim panas untuk menjaga Chelsea tetap kompetitif.

Mood Jose Mourinho sudah buruk bahkan sebelum Chelsea memasuki periode bencana seperti sekarang ini, dan itu dipicu oleh kemarahannya dengan dewan direksi terkait aktivitas transfer klub pada musim panas.

Yang utama, sang bos kesal Petr Cech dijual ke klub rival, Arsenal, meski ia menentangnya.

Tetapi di samping itu, Mou murka dengan kurangnya kualitas yang diboyong ke Chelsea di saat ia memerlukan rekrutan-rekrutan jempolan untuk menyegarkan skuat.

Mourinho menginginkan bek sentral, gelandang tengah, winger, dan striker berkualitas top pada awal musim panas.

Ia cukup senang melihat Pedro Rodriguez datang dari Barcelona serta Radael Falcao dipinjam dari AS Monaco sebagai pelapis untuk striker utama Diego Costa.

Secara terbuka Mourinho mendeklarasikan tekad meminang John Stones sebagai pengganti jangka panjang untuk John Terry. Mou tampaknya menyadari lini pertahanan Chelsea mulai rentan dan ia khususnya khawatir dengan kurangnya mobilitas di tengah.

The Blues yakin betul mereka akan mampu menggaet Stones dari Everton. Sayang, proposal £40 juta pun ternyata tidak cukup untuk itu.
 

Yang bikin miris, klub lantas mendatangkan Papy Djilobodji dan Michael Hector pada hari tenggat transfer dengan kombinasi harga di kisana hanya £6 juta! Transfer ini mubazir. Nama pertama baru melakoni satu penampilan Piala Liga, sementara Hector langsung dipinjamkan kembali ke klub asalnya, Reading.

Di sektor tengah, Mourinho menargetkan Paul Pogba yang berbanderol £50 juta atau, sebagai alternatif, Axel Witsel dari Zenit Saint-Petersburg. Tak satu pun diamankan dan lini tengah The Blues belakangan ini acap jadi bulan-bulanan lawan.

Setelah diberikan pemain-pemain yang dikehendakinya pada 2014, pengaruh Mourinho dalam strategi transfer klub kini terlihat memudar. Kedatangan bek kiri Baba Rahman dari Augsburg dengan ongkos £22 juta juga diketahui bukan atas prakarsanya, melainkan direktur teknik Michael Emenalo.