Carlo Ancelotti: Dipandang 'Gila' Bisa Beri Keuntungan

Jelang final Liga Champions di Milan, Carlo Ancelotti mengutarakan rahasia kenapa ia bisa begitu sukses di kompetisi ini sebagai pemain maupun pelatih.

Tidak ada tim yang mempertahankan Piala Eropa atau Liga Champions sejak skuat brilian AC Milan asuhan Arrigo Sacchi yang mengangkat trofi beruntun pada 1989 dan 1990.

Carlo Ancelotti adalah bagian dari tim legendaris tersebut dan ia mengikuti jejak mantan pelatihnya di karirnya sendiri, memenangkan tiga gelar Liga Champions.

Jelang pertandingan final di San Siro, kandang Milan dan FC Internazionale, Ancelotti menceritakan apa rahasia kehebatan skuat Sacchi dan menjelaskan mengapa disebut 'gila' membantu mereka...

Tentang Liga Champions 1989

"Saya pikir semi-final 1989 sangat penting bagi Milan, kami tidak terlalu dikenal di Eropa. Ini pertandingan besar pertama di Eropa bersama tim itu dan kami memainkan sepakbola yang sangat bagus, tidak hanya di kandang, ketika kami menang 5-0. tetapi juga leg pertama di Madrid. Kami bermain dengan sangat-sangat baik dan pertandingan itu memberi kami kepercayaan diri untuk bermain bagus dan memenangkan pertandingan kandang di Milan. Ini penting karena alasan tersebut, semua orang di Eropa mulai melihat seberapa kuat tim kami.

"Kombinasi beberapa hal yang membuat tim kami benar-benar spesial. Kami memiliki pemain seperti Ruud Gullit, Marco Van Basten, Frank Rijkaard, pemain Italia fantastis seperti Franco Baresi, pemain akademi seperti Paolo Maldini, Alessandro Costacurta, Filippo Galli, Alberigo Evani dan juga filosofi pelatih."

Tentang Arrigo Sacchi

"Arrigo Sacchi memberi sepakbola Italia filosofi baru yang tidak hanya bertahan seperti yang biasanya tim Italia lakukan ketika bermain di luar Italia. Saya pikir filosofi itu membuat perbedaan. Gaya bermain dan gaya latihan benar-benar inovatif.

"Ketika Anda membawa sesuatu yang baru, tidak hanya di sepakbola, mungkin orang-orang berpikir Anda gila tetapi itu bisa memberi Anda keuntungan.

"Apa yang saya pelajari dari Sacchi, saya ingin menerapkannya dalam tim saya karena kami berpikir mengenai disiplin, strategi dan taktik di atas lapangan, dan itu adalah hal paling penting dalam pekerjaan kami, karena pekerjaan kami adalah memberi ide tentang sepakbola kepada pemain-pemain Anda dan membuat mereka memainkannya bersama-sama."