Carlos Tevez: Sepakbola Tiongkok Terbelakang!

Menurut Tevez, pesepakbola Tiongkok tak punya bakat alami dabu waktu 50 tahun takkan cukup untuk membawa mereka ke level Italia.

Mantan striker Juventus, Carlos Tevez, mengklaim sepakbola Tiongkok amat tertinggal. Perkembangan 50 tahu bahkan dinilai tak cukup untuk menyamai sepakbola Italia.

Tevez diduga menjadi pesepakbola dengan gaji terbesar ketika bergabung dengan Shanghai Shenhua di awal tahun. Hal itu terjadi hanya 18 bulan setelah membela Juventus di Serie A - ketika ia mencetak 50 gol dalam dua musim.

Adapun Tevez mendapat kritik dari pelatihnya musim ini. Striker Argentina itu dinilai kelebihan berat badan. Siapa sangka, sang bintang mala membalas dengan kritik.

"Di Amerika Selatan dan Eropa, para pemain belajar sepakbola sejak mereka kecil, tapi tidak begitu di Tiongkok," ungkapnya pada SFR Sport.

"Mereka tidak istimewa secara teknik dan sepakbola di sini sangat berbeda. Karena alasan inilah, saya tidak yakin waktu 50 tahun bakal cukup bagi sepakbola Tiongkok untuk menyamai level sepakbola Eropa."

Pendapat ini bertolak belakang dengan Fredy Guarin, yang mengaku Liga Super Tiongkok sangat mirip dengan Serie A.