CATATAN: Ampuhnya Diego Costa Siap Antar Chelsea Naik Level

Semakin hari, striker berwajah seram ini semakin beringas di depan gawang. Hat-trick ke gawang Swansea tadi malam hanyalah awal dari cerita indahnya bersama Chelsea di musim ini.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Tujuh gol dalam empat laga debut di Liga Primer Inggris. Bagaimana cara Anda mendeskripsikan kedahsyatan seorang Diego Costa dalam musim perdananya bersama Chelsea sampai-sampai seorang Jose Mourinho saja bingung menjelaskannya?

Sempat dikabarkan mengalami cedera hamstring sehingga diragukan tampil di laga melawan Swansea City pada Sabtu (13/9) kemarin, Costa tetap diluncurkan sebagai ujung tombak sejak menit pertama. Hasilnya, tidak hanya satu gol, melainkan tiga gol mampu ia gelontorkan ke gawang Lukasz Fabianksi sekaligus melengkapi koleksi golnya di EPL menjadi tujuh gol.

“Tujuh gol dalam empat laga Liga Primer itu terlalu banyak! Tujuh gol tersebut telah mengejutkan saya karena itu adalah sesuatu yang tidak normal,” ujar Mourinho usai menyaksikan penyerang naturalisasi Spanyol itu mengemas hat-trick pertamanya di Stamford Bridge.

Lesakan tiga gol itu membuat publik melupakan gol bunuh diri John Terry yang sempat membawa Swansea memimpin di awal laga. Gol pertama Costa hadir tatkala ia sukses menanduk sepak pojok Cesc Fabregas menjelang turun minum. Performanya semakin perkasa di babak kedua lewat lesakan gol kedua dan ketiga dalam rentang sepuluh menit, ketika ia sukses menerjemahkan kreativitas Fabregas dan Ramires lewat penyelesaian akhir yang begitu dingin.

Seisi Bridge, termasuk sang pemilik klub Roman Abramovich, bersorak begitu girangnya – menumpahkan kelegaan setelah menemukan fakta bahwa kini tim kesayangan mereka akhirnya memiliki seorang penyerang betulan. Statistik membuktikan, tujuh gol Costa itu tercipta hanya dari sepuluh tembakan on target yang ia catat selama empat partai terakhir.

Pada akhirnya, Chelsea menutup laga melawan tim peringkat kedua EPL itu dengan skor 4-2. The Blues masih menjaga kesempurnaan dengan raihan empat kemenangan dalam empat partai sehingga berhak sendirian menguasai pucuk klasemen dengan 12 poin. Sebuah pertanda bahwa Chelsea kini siap melangkah ke level berikutnya sebagai kandidat terkuat juara liga setelah mengakhiri musim lalu dengan tangan hampa.

Kembali ke Costa. Pihak pertama yang diuntungkan dengan kehadiran Costa, yang ditebus dengan mahar £32 juta dari Atletico Madrid pada musim panas ini, tak lain tak bukan adalah Chelsea. Sebagaimana Mourinho menjelaskan bahwa penyerang berusia 25 tahun itu adalah sosok striker yang ia idam-idamkan selama ini. “Dia tampak nyaman di tim ini. Sudah lama kami menunggu striker dengan tipe bermain sepertinya,” katanya.

Pria asal Portugal itu pantas berlega hati. Sejak Didier Drogba meninggalkan Bridge pada 2012, Chelsea gagal membangun chemistry bagus dengan para strikernya: Fernando Torres, Demba Ba, hingga Samuel Eto’o semuanya tidak punya rutinitas serupa dalam urusan mencetak gol seperti yang ditunjukkan Costa saat ini.

Kini, Drogba memang telah kembali meski dengan kondisi fisik tidak semantap dulu, sementara ketiga striker di atas itu telah merapat ke klub lain. Striker baru lainnya, Loic Remy, bahkan turut mencuri perhatian dengan menyumbangkan satu gol sekaligus menjadi gol keempat Chelsea di laga tersebut setelah turun menggantikan Costa. Kepingan yang hilang dari Chelsea kini telah ditemukan.

Chelsea kini benar-benar punya lini serang yang dahsyat. Belum lagi ada sekumpulan grup gelandang kreatif dan para pemain sayap yang sangat siap menyokong seperti Eden Hazard, Fabregas, Oscar, Andre Schurrle, dan bahkan seorang Branislav Ivanovic sering leluasa merangsek ke kotak penalti lawan.

Khusus Fabregas, apresiasi tersendiri patut diberikan kepada gelandang Spanyol itu yang kini menjelama menjadi partner in crime Costa. Dua operan Fabregas kepada Costa yang berujung dua gol ke gawang Swansea menjadikan koleksi assist-nya menjadi enam dan hanya berselisih satu strip dengan raihan assist terbanyak Chelsea di sepanjang musim 2013/14 yang dipegang Hazard (7).

Peran vital Cesc Fabregas tak bisa dilepaskan dari kegemilangan Chelsea dan Diego Costa di awal musim ini.

Hazard sendiri mengakui, tekanan yang musim lalu terbeban kepadanya kini sudah dibagi rata dengan duo rekrutan anyar itu. “Benar bahwa mereka adalah para pemain terbaik. Costa bisa mencetak gol di tiap laga dan Cesc adalah salah satu gelandang terbaik di dunia. Mereka sangat penting bagi klub. Musim lalu saya banyak mencetak gol dan mungkin musim ini saya akan berkonsentrasi untuk membuat assist,” ujar sayap cepat Belgia itu.

Ya, dengan Hazard dan Fabregas fokus mengkreasikan serangan, Costa akan dengan senang hati menuntaskannya. Namun, Mourinho berharap agar publik dan fans The Blues tidak membebani penyerangnya itu dengan ekspektasi dan hype berlebihan. “Jangan harap dia akan mencetak 14 gol dalam delapan pertandingan. Mungkin dia hanya mencetak dua gol di empat partai berikutnya,” jelas The Special One.

Asalkan Costa mampu mencetak gol secara rutin, Chelsea dijamin bisa terus menjadi favorit dalam empat kompetisi yang mereka ikuti musim ini. Percuma memiliki seorang penyerang yang mampu mencetak hat-trick dalam satu partai namun mejal di lima pertandingan berikutnya. Tapi tidak dengan Costa. Setidaknya, hal itu sudah ia tunjukkan lewat performa konsistensinya sejauh ini.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics