CATATAN: Arsene Wenger Terlahir Kembali, Kisah Indah Itu Bernama Piala FA

Publik London Utara Sabtu kemarin berpesta, tapi gelar juara Piala FA ini adalah awal dari perjuangan sesungguhnya Arsenal.

OLEH ANUGERAH PAMUJI Ikuti Anugerah Pamuji di twitter

Delapan tahun, 11 bulan dan 26 hari sudah akhirnya publik di sudut utara ibu kota Inggris, London, berpesta pora. Haru gembira, tawa emosional dan nyanyian kemenangan larut menyatu padu ketika klub kebanggaan mereka, Arsenal, keluar sebagai kampiun Piala FA 2013/14.

Bukan main, rindu trofi yang diidam-idamkan kubu Merian London selama bertahun-tahun akhirnya terbayar lunas sudah. Dramatis dan penuh perjuangan ekstra.

Sesaat sebelum laga, pelatih Arsene Wenger dengan jiwa hati besarnya mengatakan, jangan melihat soal juara atau tidaknya, namun bagaimana anak-anak didiknya mampu mempersembahkan penampilan terbaik dari yang terbaik yang selama ini pernah ditunjukkan mereka.

Dan Sabtu kemarin, panggung Wembley menjadi saksi nyata, melihat pancaran senyum lebar di diri para prajurit The Gunners.

Buah dari kesabaran

Sungguh epik, sebab kemenangan atas Hull City diraih lewat drama panjang. 90 menit terasa bagai derita tanpa ujung, apalagi saat Si Harimau mampu unggul dua gol cepat dalam tempo sepuluh menit pertama lewat hentakan dari James Chester [4'] dan Curtis Davies [8'].

Nama pertama sukses memaksimalkan bola liar hasil sepak pojok, disusul nama berikutnya yang membobol gawang Lukasz Fabianski memanfaatkan kemelut di muka pertahanan.

Tampak ada kekhawatiran di diri para pemain, Arsenal seperti sudah terbiasa dihantui yang namanya tandus trofi. Sekejap loyalis kubu Emirates senyap. Tapi di balik tekanan menggunung, spirit juara rupanya tetap hidup di hati kecil para pemain. Dari pinggir lapangan, Wenger dengan tanpa lelahnya berteriak, berusaha memompa gelora semangat anak-anak asuhnya.

Secercah harapan pun datang ketika Santi Cazorla memperkecil ketinggalan lewat sebuah tendangan indah dari jarak jauh. Gawang Hull bergetar di menit ke-17, yang lantas turut menggetarkan mental laskar Meriam London untuk bangkit di babak kedua.

Bagi Wenger, gol Cazorla menandakan timnya belum habis. Entah wejangan seperti apa yang diserukan Sang Profesor ketika melakuan team talk di waktu rehat, namun Arsenal berubah drastis di babak kedua.

Mereka jadi lebih mapan. Kontrol penguasaan bola pun menjadi milik mereka sepanjang 45 menit kedua, dan pengorbanan pun terjawab konkret. Seluruh Gooners meledak tatkala tim kesayangannya menyeimbangkan keadaan berkat usaha hebat dari Laurent Koscielny yang memaksimalkan keriuhan di mulut gawang usai melanjutkan eksekusi dari Cazorla.

Koscielny tersungkur kesakitan setelah mencetak gol karena menendang bola sambil terjatuh. Tapi sekali lagi, ada pengorbanan ril terlihat di diri para pemain Arsenal, sebelum akhirnya sampailah pada satu titik di mana sang pahlawan Aaron Ramsey menutup kisah klasik bernama puasa gelar saat golnya di menit ke-108 membalikkan situasi.

Dramatis, dramatis dan dramatis! Peluit panjang di babak extra-time mengantar Si Gudang Peluru akhirnya, sekali lagi akhirnya, berdiri gagah di podium juara.

Raut muka yang sedemikian semringah jadi pemandangan elok yang tampaknya jarang terlihat di wajah-wajah para penggawa Arsenal, terutama sang peracik strategi, Wenger. Yah, pencapaian Ini memang adalah sebuah siklus baru, seperti yang selalu didengung-dengungkan kubu Arsenal sebelum laga final ini.

"Akan sangat buruk jika kami kalah, tetapi kami bangkit. Saya memuji semangat tim ini dan saya sangat bangga. Selamat kepada Hull, mereka bermain dengan baik."

Beban berat yang dipikul Wenger kini setidaknya perlahan-lahan lenyap. Spekulasi bakal hengkangnya pria Prancis ini pun sepertinya bakal berhenti di sini. Berakhir sudah penantian panjang.

Lupakan sejenak kampanye Liga Primer Inggris yang terbilang mengecawakan, dari yang berstatus pejuang juara hingga malah menjadi pesaing empat besar. Piala FA memang tak sprestisius gelar EPL, tapi ini adalah harinya Arsenal, hari yang akan melahirkan sebuah harapan baru di masa depan.

Momentum titik balik sang Profesor
Hampir 20 tahun sudah Wenger berbakti bagi Arsenal, sudah lebih dari 1000 laga dilewatinya dengan berbagai kisah pahit-manisnya. Tapi di pengujung musim ini, sang juru taktik bagai terlahir kembali.

Biarkan Jose Morinho berkicau menyebut Wenger adalah seorang "spesialis gagal", namun kerja keras Arsenal yang seseungguhnya, dimulai dari sekarang!

Selamat berbahagia, Gooners!

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics