CATATAN: Atletico Madrid & Riwayat Pendobrak Duopoli La Liga Spanyol Lainnya

Terakhir kalinya klub selain Real Madrid dan Barcelona menjadi juara dua kali beruntun adalah tiga dekade silam!

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

Bukan hal mengherankan istilah duopoli kerap digunakan untuk menggambarkan persaingan di pentas La Liga Spanyol. Kenyataannya, dari total 83 edisi yang telah digelar, Real Madrid dan Barcelona mengumpulkan kombinasi 54 trofi alias nyaris dua per tiganya!

Los Merengues menjadi klub tersukses dengan 32 kali keluar sebagai campeon, sementara 22 titel ada dalam dekapan Barcelona. Koleksi gelar Atletico Madrid di urutan ketiga terpaut jauh dari si dua besar. Trofi yang direngkuh musim lalu adalah yang kesepuluh buat kubu Vicente Calderon.

Begitu kuatnya hegemoni El Real dan El Barca sampai-sampai prestasi skuat Diego Simeone dapat dikategorikan fenomenal. Sebelum Atleti pada kampanye kemarin, kita harus menarik mundur garis waktu hingga ke 2004 untuk melihat adanya klub selain Madrid dan Barcelona yang merebut mahkota juara Liga Spanyol. Ya, satu dekade!

Kala itu, Valencia pimpinan Rafael Benitez berhasil finis pertama dengan selisih lima poin di atas Barcelona. Itu juga menandai titel liga kedua buat Los Che dalam kurun tiga tahun.

Namun, setelahnya kekuatan duopoli malah tak terbendung. Dalam sembilan musim berikutnya, Barca memborong enam gelar sementara Madrid menambahkan lagi tiga piala ke dalam lemari prestasi mereka. Tak hanya itu, dalam delapan dari sembilan edisi tersebut, dua posisi teratas klasemen akhir juga selalu menjadi kepunyaan duo elite. Pengecualian tunggal terjadi pada 2007/08, saat Madrid menjadi juara, Villarreal menyudahi musim sebagai runner-up mengungguli Barcelona.

Sebelum Valencia, pendobrak kemapanan duopoli muncul dalam wujud Deportivo La Coruna. Super Depor, demikian julukan tim yang berbasis di Estadio Riazor itu, memaksa Barca dan Madrid gigit jari pada pergantian milenium dengan memenangi La Liga 1999/2000.

Deportivo La Coruna saat masih "super"

Skuat besutan Javier Irureta boleh dibilang menjadi salah satu rival paling konsisten pada awal era 2000-an. Usai menjadi kampiun, mereka dua kali berurutan finis di posisi kedua, dan dua kali berturut-turut pula menempati peringkat ketiga. Namun, Depor tak pernah lagi menyabet gelar juara dan grafik performa mereka malah semakin turun hingga akhirnya terdegradasi ke Divisi Segunda pada 2011.

Depor kini bagaikan klub yoyo. Mereka langsung promosi lagi pada 2012 hanya untuk kembali turun kasta musim berikutnya. Tim yang sekarang diarsiteki Victor Fernandez kembali berpartisipasi di Primera musim ini, tapi mereka bukan lagi Depor yang dulu. Kini mereka tak lagi super.

Depor toh bukan satu-satunya tim pendobrak duopoli yang mengalami pahitnya turun divisi setelah sempat mencicipi manisnya selebrasi juara. Bersamaan dengan keluarnya Depor sebagai kampiun 14 tahun silam, Atletico (ya, Atletico!) terdemosi ke Segunda setelah finis di posisi 18. Miris, karena baru empat tahun sebelumnya Los Colchoneros sukses menggondol dobel gelar juara La Liga dan Copa del Rey 1995/96.

Dari kasus-kasus di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sesulit apa pun “klub lain” menerobos dominasi Barca dan Madrid, misi jauh lebih terjal menunggu mereka untuk menjaga daya saing seusai merengkuh takhta juara. Rasanya tak berlebihan bila menyebut upaya mereka mempertahankan trofi sebagai misi nyaris mustahil di era modern ini.

Sejarah berbicara, terakhir kalinya tim di luar duo besar sanggup meraih titel La Liga dua kali secara konsekutif tiga dasawarsa yang lalu, tatkala Athletic Bilbao menjuarai edisi 1982/83 dan 1983/84.

Prestasi Atletico Madrid musim lalu berimbas pada dicomotnya bintang-bintang utama mereka oleh tiim lain dengan reputasi lebih besar, tapi pelatih Diego Simeone telah menginvestasikan kembali dana penjualan para pilar tersebut dengan menggaet amunisi anyar yang juga mumpuni.

Kini, pertanyaan terpenting adalah: mampukah Atleti menyusul jejak Bilbao?

addCustomPlayer('16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', '', '', 620, 540, 'perf16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', 'eplayer4', {age:1407056178000});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics