CATATAN: Awan Mendung Di Firenze, Cerita Indah Juventus Dimulai

Kekalahan telak 4-2 di Artemio Franchi, jadi titik balik kegemilangan Juventus untuk mencetak hat-trick scudetto musim ini

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
20 Oktober 2013, tak seperti biasanya awan mendung menyelimuti Kota Firenze pada musim panas. Pun halnya dengan stadion kebanggan publik Tuscany, Artemio Franchi, yang kebetulan sedang menggelar duel klasik antara Fiorentina dan Juventus, dalam lanjutan Liga Italia Serie A 2013/14 giornata 8.

Nyaris seluruh tifosi La Viola memiliki prasangka buruk akan nasib tim kesanyangannya di tangan sang juara bertahan. Alih-alih tampil menyerang nan atraktif, Gonzalo Rodriguez cs malah didominasi Si Nyonya Tua yang dipimpin sang dirijen lapangan, Andrea Pirlo.

Mimpi buruk semakin nampak tatkala Juve sudah unggul 2-0 di babak pertama, lewat gol Carlos Tevez dan si bocah ajaib Prancis Paul Pogba.

Namun ada yang salah dalam dua momen tersebut, sang juara tak memperlihatkan sikap yang benar sebagai tim juara di tengah tekanan bertubi publik tim lawan. Semuanya terpapar jelas ketika Tevez dan Pogba tak menghormati selebrasi 'senapan mesin' ala pujaan Firenze, Gabriel Omar Batistuta.

Tevez dan Pogba kurang menghormati selebrasi 'senapan mesin' ala Batistuta

Seketika amarah seluruh publik kota yang memiliki nama latin Florentina itu meledak. Semua tersinergikan pada sebelas penggawa Il Gigliati yang bertarung di atas lapangan. Sang Kekasih Italia dibuat meronta di babak penentuan. Gelontoran empat gol menghukum Gigi Buffon cs, skor akhir di papan skor pun mengejutkan, Fiorentina 4-2 Juventus.

Tamparan keras bagi seluruh penggawa Tim Hitam-Putih. Seakan kena batunya, kekalahan tersebut jadi yang terbesar dalam dua musim lebih kiprah mereka di semua kompetisi. Fakta yang semakin menegaskan bahwa Juve tidak tak terkalahkan di negara asalnya sendiri, Italia.

Media dan publik Negeri Pizza menghujat performa plus sikap Juve dalam duel tersebut. Bahkan beberapa media pro tim rival, menyebut jika La Vecchia Omcidi tak selayaknya kembali keluar sebagai juara kasta tertinggi Calcio. Berlebihan? Tidak, untuk jadi juara sejati dalam sepakbola attitude jadi faktor penting, tidak melulu soal teknis.

Antonio Conte lantas memberi libur satu hari pada seluruh penggawa untuk merenungi hasil dan sikap tak benar mereka dalam laga menyesakkan tersebut. Selepasnya, di Vinovo pelatih berusia 44 tahun tersebut langsung menghajar satu-persatu pemain dengan siraman motivasi, lewat diskusi empat mata! The Special One Italia memang dikenal sebagai maestro dalam hal menebalkan mental anak-anak asuhnya.

Antonio Conte sang motivator ulung

Hasilnya langsung terlihat. Tak perlu waktu lama untuk bangkit dari keterpurukan karena Juve langsung menang 2-0 atas Genoa, sepekan setelahnya. Jarak lima poin dengan AS Roma perlahan dipangkas, karena secara luar biasa La Vecchia Signora kemudian sukses menang di 12 laga beruntun selepas kekalahan atas Fiorentina!

Juve akhirnya kembali ke jalur yang benar dengan keluar sebagai Campione d'Inverno. Dalam prosesnya mental juara berbicara tatkala Roma dan Napoli yang jadi pesaing terdekat dilibas dengan skor 3-0. Carlos Tevez cs jadi juara paruh musim dengan keunggulan delapan poin atas Tim Serigala di peringkat kedua.

Sayangnya di saat bersamaan mereka tak mampu berbicara lebih di kasta tertinggi di Eropa, karena tersingkir dari fase grup Liga Champions. Satu penyesalan yang teramat dalam, karena Juve tersingkir lewat partai yang tak kondusif di Istanbul, Turki, hingga harus digelar dalam waktu terpisah.

Selain itu gangguan dari pihak luar pun menyerbu sisi internal klub, kala kontroversi terjadi dalam proses transfer gagal Mirko Vucinic-Fredy Guarin. Vucinic yang sudah mengucapkan salam perpisahan dan mengosongkan lokernya, secara mengejutkan gagal hijrah ke FC Internazionale, karena pembatalan sepihak oleh La Beneamata.

Gelar Campione d'Inverno diraih lewat 12 kemenangan beruntun

Melupakan kegagalan di LC dan tak ingin jatuh karena serangan internal dari pihak luar, performa Juve tak kalah mentereng di putaran kedua kompetisi. Setelah rekor 12 kemenangan terhenti di markas Lazio, mereka tetap jemawa dengan menorehkan catatan 22 partai tak terkalahkan!

Dalam beberapa partai krusial, Inter mereka hempaskan dengan skor 3-1, AC Milan dipecundangi 2-0, dan kembali merajai Kota Turin lewat kemenangan sulit 1-0 atas Torino. Bukan tanpa hadangan, Conte juga sempat dibuat kebakaran jenggot saat Juve ditahan imbang Hellas Verona 2-2, pada detik-detik akhir laga.

Pecutan Conte kembali berbuah manis, karena Juve mencatat tujuh kemenangan beruntun pasca insiden dramatis di Marc Antonio Bentegodi. Berkatnya I Bianconeri makin melambung di puncak klasemen dengan keunggulan telak, 11 poin atas Il Giallorossi.

Performa gemilang di Serie A juga berkorelasi positif dengan kiprah mereka di Liga Europa. Babak semi-final mereka gapai setelah dengan mulus menyingkirkan Trabzonspor, Fiorentina, dan Olympique Lyon. Impian untuk merengkuh trofi di kandang sendiri samar-samar tampak.

Berlangsung ketat, Juventus selalu keluar sebagai penguasa Kota Turin

Setelah melalui 24 laga tak terkalahkan di Serie A, kedigdayaan Juve akhirnya terhenti di San Paolo. Ya, kengerian pengoleksi gelar juara terbanyak di kasta tertinggi Italia itu seakan hilang jika sudah bermain di markas Napoli. Sudah 12 musim mereka tak pernah menang! Kekalahan 2-0 dari Il Partenopei membuat Roma sukses memangkas jarak menjadi delapan poin.

Namun kekalahan kedua sepanjang musim di Serie A itu seakan tidak berarti apapun, karena baru terjadi di giornata 31. Juve mampu bangkit dan terus bangkit. Lima kemenangan beruntun dengan empat clean sheet di antaranya berhasil mereka bukukan setelahnya, termasuk laga melawan Atalanta dini hari tadi.

Juve kemudian kembali gagal di Eropa musim ini karena kalah bersaing dengan Benfica untuk berebut tiket ke partai final LE. Namun dengan segala hormat, Le Zebre masih jadi klub terbaik seantero Italia hingga saat ini. Gelar scudetto ke-30 atau 32 di atas lapangan akhirnya jatuh lagi ke J Stadium, saat Catania menghempaskan Roma dengan skor telak 4-1, Minggu (5/5).

Menyapu bersih 18 partai kandang yang sudah digelar dengan kemenangan, jadi tim tersubur Serie A lewat torehan 76 gol, sekaligus tim dengan pertahanan terbaik karena hanya kebobolan 0,63 gol per partainya, adakah hal lain yang bisa menghadang laju Juventus musim ini?

Akhir kata, menjunjung tinggi rasa sportivitas pecinta Calcio di tanah air, layaklah jika kita mengucapkan Grazie ragazzi La Fidanzata d'Italia!

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics