CATATAN: Dua Lupa Untuk Barcelona

Hasil imbang melawan Getafe membuat kans mempertahankan gelar juara Barcelona secara virtual menghilang sekaligus menyisakan dua lupa...

CATATAN BEN HAYWARD PENYUSUN GUNAWAN WIDYANTARA Musim yang harus dihapus dalam memori Barcelona. Raksasa Catalan sedang melewati masa-masa sulit usai memperlihatkan performa kurang konsisten di tengah lapangan, terakhir hasil imbang melawan Getafe di Camp Nou secara virtual mengakhiri kans juara di La Liga Spanyol.

Memasuki lapangan dengan menyimpan asa menjaga peluang mempertahankan gelar juara, Barca diprediksi mudah menelan Getafe. Lagipula bukankah hampir semua lawan Azulgrana terkapar di Camp Nou? Belum lagi catatan gemilang mereka di tiga laga terkini lawan Getafe yang berakhir dengan kemenangan 5-2 (kandang), 2-0 (tandang) dan 4-0 (kandang), pesta kemenangan sudah dipersiapkan loyalis Azulgrana.

Setelah menggelar penghormatan yang begitu emosional terhadap mantan pelatih Tito Vilanova sebelum kick-off, Barca tidak langsung mengembangkan permainan namun tetap saja mereka sanggup membuka gol pada menit 20. Membiarkan Lionel Messi lepas dari kawalan adalah kesalahan paling mendasar bagi siapapun lawan Barcelona dan tembakan kaki kiri sang superstar Argentina mengubah kedudukan menjadi 1-0. Penyelesaian apik dari Messi dan ini bisa jadi modal bagi skuat Catalan untuk mengembangkan permainan lebih jauh, sayang tidak terjadi.

Aksi Javier Mascherano melahirkan tendangan bebas bagi tim tamu dekat kotak penalti. Pablo Sarabia mencongkel bola ke depan yang diterima Angel Lafita menggunakan dada. Si kulit bundar dikuasai dan dari sudut sempit bola dengan tepat diarahkan untuk menaklukkan Jose Pinto. Asisten wasit sempat mengangkat bendera untuk menganulir gol namun wasit utama mengabaikan aksi rekannya sementara tayangan ulang memperlihatkan tidak ada kesalahan.
Bukan musim menyenangkan | Martino menyaksikan Barca keluar dari jalur juara

Di paruh kedua, Alexis Sanchez menyempurnakan serangan indah yang digagas pemain pengganti Cesc Fabregas dan Pedro. Tembakan nama kedua diblok namun bola bergulir pada penyerang Cili yang sukses menjebol gawang.

Episode ini tercipta di pertengahan babak kedua dan jika melihat situasi di tengah lapangan tiga angka sudah berada di depan mata Barca. Sayang, setelah Pinto melakukan penyelamatan gemilang mematahkan ancaman Sarabia, di masa injury time umpan silang Jaime Gavilan tepat mengarah Lafita yang mengalahkan Adriano di udara dan membungkam publik Camp Nou.

Performa Barca terlalu santai dan sikap ini mendapat hukuman setimpal bahkan lebih buruk karena berbuntut pada kans juara La Liga yang sempat terbuka lebar sekarang secara virtual tertutup.

"Kami butuh keajaiban untuk juara," kata Xavi setelah laga. "Kami harus menyadari kesalahan sendiri dan mengakui gagal memenuhi performa standar." Sebuah komentar dari gelandang kelas dunia yang bisa dijadikan pijakan kuat untuk bangkit. Hal sama diungkapkan Sergio Busquets. "Praktis kami kehilangan gelar La Liga. Pengalaman ini harus jadi pelajaran ke depan."

Tidak peduli apakah Martino bakal bertahan atau tidak musim depan, pelatih asal Argentina ini mengatakan. "Mungkin saya tidak pantas mendapat kesempatan kedua. Saya selalu mengatakan pelatih yang bertanggung jawab terhadap semua kesalahan di atas lapangan. Dalam beberapa hari ke depan saya akan menganalisa."

Tidak, Martino tidak bisa menanggung beban berat seperti itu sendirian. Dia datang ke Spanyol mewarisi sebuah skuat yang begitu sukses di masa lalu namun dengan waktu mepet ke kompetisi, sang pelatih tidak bisa mempersiapkan atau melakukan analisa lebih mendalam. Belum lagi sejumlah episode di luar lapangan yang mengguncang tim. Sebut saja sidang kasus Neymar terkait kepindahan kontroversialnya dari Santos, pengunduran diri Sandro Rosell sebagai presiden, kasus pajak, cedera Lionel Messi, sanksi FIFA (sekarang ditangguhkan) karena dianggap melakukan pelanggaran transfer pemain muda dan terakhir (paling menyedihkan) meninggalnya Tito Vilanova.

"Terlalu banyak isu di luar sepakbola tetapi kami telah berjalan sejauh mungkin yang bisa dilakukan," imbuh Martino. Sementara itu Xavi menambahkan. "Terlalu banyak energi negatif musim ini. Kami harus menutup bab dan menatap masa depan."

Kata-kata bijak dari Xavi pastinya diikuti harapan besar pada jajaran direksi Barcelona untuk merancang rencana matang pada kompetisi berikutnya. Perubahan besar struktur skuat plus pergantian di level institusi demi menghindari pengulangan hasil negatif.

Dua lupa untuk Barcelona; lupakan musim ini dan usung ambisi untuk menciptakan musim yang sulit dilupakan semua orang di musim berikutnya seperti yang pernah mereka lakukan bersama Pep Guardiola.

Ikuti Ben Hayward di

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics