CATATAN: Emirates Stadium Masih Angker Buat Wayne Rooney

Striker pujaan Inggris ini baru saja menyedot perhatian dengan rekor golnya, tapi jelang laga kontra Arsenal, sepertinya kegembiraan harus sedikit tercoreng.

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter

Tengah pekan lalu, tepatnya saat jeda internasional, Wayne Rooney jadi bahasan utama di media-media Inggris. Betapa tidak, sang penyerang mencetak dua gol ke gawang Skotlandia dan kini hanya terpaut tiga gol dari topskor sepanjang masa Inggris, Sir Bobby Charlton. Media Inggris – termasuk Rooney – tentu sangat girang dengan prospek pemecahan rekor 49 gol Charlton. Legenda baru telah lahir, pikir mereka.

Memang fenomenal, tapi Rooney juga tak boleh besar kepala. Ia masih jauh dari aman karena performa apiknya bersama The Three Lions harus ia pertahankan untuk menghadapi Arsenal. Ya, Manchester United akan bertamu ke markas Arsenal, Emirates Stadium, besok Minggu (23/11).

Rooney pasti akan mendapat sorotan lebih karena pencapaiannya tengah pekan lalu, tapi beban tentunya akan semakin berat. Pertama, United saat ini masih berada dalam inkonsistensi dan Rooney harus ikut ‘bertanggung jawab’. Kedua, rekor Wazza di Emirates ternyata tidaklah spesial.

Rooney tidak spesial saat bertandang ke Emirates.

Gol pertama Rooney ke gawang Arsenal ia catatkan saat masih berusia 16 tahun. Tak tanggung-tanggung, gol tersebut menjadi gol yang spesial karena berhasil menghentikan rekor kemenangan Invincible Arsenal. Kala itu, Rooney masih membela Everton dan meraih kemenangan 2-1 di Goodison Park.

Performa Rooney menanjak, lalu di tahun 2004, United memboyongnya tanpa ragu. Jumlah golnya pun terus bertambah dan total 12 gol telah ia sarangkan ke gawang Arsenal. Catatan ini sekilas menegaskan bahwa Rooney wajib ditakuti oleh Arsenal. Namun kalau memilah kembali total 12 gol tersebut, pekan ini sepertinya Arsenal tak perlu setakut itu.

Sepanjang karirnya, Rooney hanya mampu mencatatkan dua gol ke gawang Arsenal saat berlaga di Emirates.

Satu gol ia catatkan saat United kalah 2-1 pada Januari 2007 dan satunya lagi saat United menang 3-1 di tahun 2010. Kandang Arsenal ini sepertinya masih angker bagi Rooney, karena taji sang striker menjadi kurang mempan.

Namun rekor buruk tersebut bukanlah satu-satunya kekhawatiran bagi Rooney. Performanya di awal musim bersama United tidak semeyakinkan musim-musimnya bersama Sir Alex Ferguson. Sejak pensiunnya sang manajer, rating permainan Rooney juga ikut fluktuatif bersama dengan inkonsistensi tim.

Musim ini juga sama. Kalau disandingkan dengan pemain anyar The Gunners, Alexis Sanchez, Rooney jelas kalah mentereng. Ia hanya mampu mencatatkan 3 gol dan 2 assist di Liga Primer, sedangkan Sanchez telah mencetak 8 gol dan 2 assist.

Kondisi semakin memburuk karena penggawa-penggawa utama United mengalami cedera. Daley Blind, David de Gea, dan Radamel Falcao termasuk dalam daftar pemain yang harus absen. Beban yang ditumpahkan pada Rooney selaku kapten pun semakin berat. Dengan kata lain, laga kontra Arsenal ini jadi ujian berat bagi dirinya, sekaligus menilai ‘kepantasan’ Rooney sebagai calon pemecah rekor Inggris.

Adapun, halangan-halangan sebagaimana diungkapkan di atas tidak menutup kemungkinan Rooney untuk bersinar. Suntikan moral yang ia dapat ketika membela Inggris bisa ia jadikan senjata untuk menghapus rekor buruk di Arsenal, sekaligus mengamankan tiga poin yang penting untuk klubnya – setidaknya itu yang dikatakan Roy Hodgson.

Jangan pula lupa, ada satu nama lagi yang seharusnya jadi sorotan: Robin van Persie. Mantan penyerang Arsenal itu akan menghadapi mantan klubnya yang telah ia bobol tiga kali sejak ‘berkhianat’.

Ah, mari kita saksikan saja laga besar ini di akhir pekan, sembari menimbang dan meramal hasil akhirnya bersama Rooney.

addCustomPlayer('1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', '', '', 620, 540, 'perf1qf27stvxh8r71az2qpbo5isho', 'eplayer4', {age:1407083158258});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics