CATATAN: Filipina Yang Sudah Tak Bisa Diremehkan

Dengan perkembangan signifikan yang dimiliki The Azkals, menjadikan mereka bukanlah lagi lawan mudah bagi Indonesia.

LIPUTAN ERIC NOVEANTO DARI HANOI, VIETNAM

Indonesia akan kembali melakoni partai lanjutan Piala AFF 2014 Grup A kala harus berhadapan dengan Filipina di My Dinh Stadium, Selasa (25/11) sore WIB. Jika menilik catatan pertemuan di masa lalu, sejatinya Filipina bukanlah lawan yang sulit untuk ditaklukkan.

Selain itu, negara yang terletak di bagian utara Indonesia tersebut bukanlah kekuatan utama dalam kancah sepakbola Asia Tenggara, olahraga kulit bundar pun tak memiliki pamor tinggi di sana. Maka tak heran, saat melakoni laga melawan Indonesia, Filipina kalah superior.

Tak berlebihan memang, karena dalam statistik rekor perjumpaan sebelumnya, skuat Garuda memiliki keunggulan telak. Dari 21 kali pertemuan, 19 laga dimenangi Indonesia. Selebihnya berakhir dengan hasil imbang. Itu merupakan catatan pertemuan yang ditorehkan kedua kesebelasan yang telah bertemu sejak era 50-an.

Dari jumlah gol, total Indonesia sudah mencetak 80 gol ke gawang Filipina dalam 17 laga atau rata-rata 4,70 gol per pertandingan. Bandingkan dengan Filipina yang hanya mampu membukukan delapan gol dalam kurun waktu setengah abad ini.

Bahkan, dalam setiap pertemuan di turnamen Piala AFF, pasukan The Azkals tak jarang memetik kekalahan dengan skor telak. Yang paling diingat oleh kubu kedua tim tentunya momen yang terjadi pada gelaran edisi 2002 silam, di mana saat itu Indonesia yang diperkuat generasi Bambang Pamungkas secara luar biasa mencukur Filipina dengan skor 13-1 di Stadion Gelora Bung Karno.

Hanya saja, dengan seiring berjalannya waktu, Filipina yang kerap menjadi bulan-bulanan Indonesia maupun tim Asia Tenggara lainnya perlahan mulai serius untuk menata peta persepakbolaan mereka. Salah satu program yang mereka canangkan ialah dengan memanggil pemain keturunan yang berbasis di luar negeri.

Diawali dengan generasi awal pemain berdarah campuran generasi Younghusband bersaudara, lalu era Stephan Schrock dan kini berlanjut hingga masa milik Martin Steuble dan kolega. Dari deretan nama yang ditarik masuk skuat, mayoritas memiliki pengalaman di level kompetisi Eropa.

Kebijakan tersebut diambil Federasi Sepakbola Filipina (PFF), awalnya sebagai upaya jangka panjang untuk menjadi pemicu kebangkitan popularitas sepakbola di kalangan masyarakat mereka. Namun, hasil yang mereka raih rupanya sudah mulai bisa dinikmati dalam waktu singkat, dengan lonjakan prestasi signifikan terutama di ajang Piala AFF.

Imbasnya, Filipina kini menjadi tim yang memiliki perkembangan signifikan di Asia Tenggara, serta menjelma sebagai kekuatan baru dan bukanlah lagi lawan yang menjadi lumbung gol tim lain termasuk Indonesia. Indikasi itu terlihat dalam sejumlah pertemuan terakhir, sejak 2010 lalu, Filipina mulai mengimbangi dan nyaris menjadi batu sandungan skuat Merah Putih.

Dalam dua pertemuan di semi-final Piala AFF edisi empat tahun silam, Filipina yang sukses melaju pertama kali ke fase tersebut sepanjang keikutsertaan mereka, mampu untuk memberikan perlawanan sengit dan hanya kalah tipis 2-0 secara agregat melalui sepasang gol Cristian Gonzales.

Selepas momen tersebut, Azkals semakin menunjukkan perkembangan pesat dalam rekor menghadapi Indonesia. Dua laga uji coba kandang dan tandang di dua tahun terakhir, Filipina merengkuh satu hasil imbang dan kekalahan. Yang terbaru Oktober lalu, skuat yang kini ditangani Thomas Dooley itu menduduki posisi 129 pada ranking FIFA, tertinggi dalam sejarah mereka.

Filipina kini bukanlah Filipina yang sama di masa lalu, mereka telah berbenah dan serius untuk membangun sepakbola. Mereka bukan lagi lawan yang bisa diremehkan dan justru telah menjelma sebagai ancaman tersendiri dalam upaya Indonesia memutus dahaga prestasi.

addCustomPlayer('grhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', '', '', 620, 540, 'perfgrhs4r4s2mdz1khnuqef6xeua', 'eplayer4', {age:1416334462966});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.