CATATAN: Hadapi AS Roma, FC Internazionale Wajib Disiplin

Dua kartu merah pada dua laga secara beruntun menjadi catatan negatif tersendiri jelang laga krusial melawan Giallorossi.

Jelang menghadapi pemuncak klasemen sementara Serie A Italia, AS Roma, pelatih FC Internazionale Roberto Mancini harus memperingatkan anak asuhnya untuk tampil disiplin agar terhindar dari potensi kekalahan telak seperti saat menjamu Fiorentina beberapa pekan lalu.

Seperti yang diketahui, masalah indislipiner pemain-pemain Inter semakin tidak terbendung, dalam dua pertandingan terakhir, La Benemata harus menyudahi pertandingan dengan sepuluh pemain.

Saat bertandang ke Palermo, Jeison Murillo mendapatkan kartu kuning kedua dari wasit, tetapi Inter selamat dari kekalahan dengan memetik hasil imbang. Kemudian, pekan kemarin Inter mampu memperlihatkan karakter yang lebih kuat, mereka berhasil mengamankan poin penuh atas Bologna di Renato D'all Ara ketika Felipe Melo harus mandi lebih cepat.

Tetapi, dua lawan yang disebutkan sebelumnya, di atas kertas memiliki kualitas skuat yang lebih rendah dari Nerazzurri. Bagaimana jika, Inter bermain dengan sepuluh pemain dengan lawan yang sepadan? Hal tersebut bisa dilihat ketika Inter berhadapan dengan Fiorentina.

Tim Biru Hitam dibuat tak berdaya meski bermain di hadapan pendukung sendiri dengan skor 4-1. Meski tiga gol cepat La Viola dianggap menjadi biang keladi kekalahan, tetapi kartu merah yang diterima Miranda pada menit ke-31 membuat Inter tidak mampu bangkit untuk mengejar ketertinggalan.

Untuk bisa meraih hasil maksimal menghadapi Roma di Giuseppe Meazza akhir pekan nanti, kesalahan indislipiner seperti itu wajib dihindari. Terlebih lagi, Giallorossi memiliki pemain-pemain lincah yang kerap harus dihentikan paksa dengan tekel.

Salah satu pemain yang wajib diwaspadai pergerakannya adalah Mohamed Salah. Pemain asal Mesir tersebut termasuk dalam lima besar pemain paling banyak melakukan dribel di Serie A musim ini.

Di samping meminimalisir kesalahan sendiri, Mancini juga menyoroti kinerja wasit Serie A musim ini yang dinilai terlalu banyak mengobral kartu. Mantan manajer Manchester City tersebut mengatakan pemain-pemainnya tidak layak mendapatkan kartu merah di dua laga terakhir.

“Saya tidak sepakat dengan pengusiran Felipe Melo. Wasit mengeluarkan terlalu banyak kartu. Anda tidak seharusnya mengusir pemain dengan pelanggaran seperti itu. Sepakbola tidak akan berkembang jika terus-terusan demikian,” ujar Mancini selepas laga menghadapi Bologna.

“Ini adalah partai ketiga di mana kami harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit. Ini tidak boleh terjadi karena sebuah laga harus dimainkan 11 lawan 11. Hal sama terjadi ketika melawan Palermo di mana [Jeison] Murillo sehasusnya tidak perlu diberi kartu kuning kedua.”

Ucapan Mancini ternyata ada benarnya, wasit Italia tampak mudah mencabut kartu untuk pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di atas lapangan. Dalam sepuluh pertandingan sejauh ini, Napoli tercatat paling sedikit mengoleksi kartu dengan 20 kartu kuning atau dua kartu kuning per laga. Bahkan hanya Partenopei dan Chievo Verona (22 kartu kuning) yang belum diganjar kartu merah oleh wasit sejauh ini.

Sementara itu, Inter sendiri tercatat mendapat 26 kartu kuning dan tiga kartu merah dalam sepuluh pertandingan terakhir. Uniknya, catatan itu sama persis dengan rival bebuyutan mereka, Juventus.

Kondisi ini cukup mencemaskan, apabila dibandingkan dengan Liga Primer Inggris, pada kasta tertinggi sepakbola Inggris tersebut masih ada delapan tim yang belum melihat pemain mereka diusir oleh wasit dan kartu kuning paling rendah berada pada angka 13, milik Norwich City.

Bagaimanapun juga, Mancini juga harus menyadari bahwa situasi perwasitan juga dialami oleh klub-klub lain sehingga tidak ada alasan untuk mencari kambing hitam. Masalah kedisiplinan di atas lapangan harus segera diatasi jika tidak ingin memainkan laga ketiga secara beruntun dengan sepuluh pemain dan dipermalukan lagi di kandang sendiri...

Topics