CATATAN: Inkonsisten Barito Putera Di Awal Musim

Kebijakan transfer Laskar Antasari di awal musim juga tak lepas dari campur tangan manajemen.

LIPUTAN ACHMAD JUHRIANSYAH DARI BANJARMASIN
Barito Putera mengawali kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini dengan tidak mulus. Pasalnya, dalam lima laga awal musim, mereka tidak bisa menuai kemenangan. Empat di antaranya berakhir dengan kekalahan dan satu hanya berakhir imbang.
Kemenangan perdana baru mereka di partai keenam, saat menumbangkan Pelita Bandung Raya, 1-0, di kandang sendiri, 15 Maret lalu. Setelah itu, Laskar Antasari baru mulai menemukan performa terbaik mereka dengan meraih tiga kali kemenangan beruntun atas Persita Tangerang (2-1), Persijap Jepara (4-1), dan Persik Kediri (3-0). Sayang, di laga terakhir putaran pertama mereka ditumbangkan Sriwijaya FC, 4-2, 4 Mei lalu. Kini, mereka bertengger di peringkat ketujuh klasemen sementara wilayah barat.
Jika dibandingkan pada musim lalu saat mereka masih berstatus sebagai tim promosi, skuat yang dilatih Salahuddin itu sudah bisa menuai kemenangan di laga ketiga. Ketika itu, mereka menaklukkan Arema Cronus, 1-0, di kandang.
Melihat grafik inkonsisten tim asal Kalimantan Selatan itu pada musim ini, ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Salah satunya, dari segi kebijakan transfer pemain yang kurang tepat. Pada awal musim ini, mereka memilih untuk melepas Mekan Nasyrov dan duo Mali, Djibril Coulibaly-Makan Konate.
Selanjutnya, mereka merekrut beberapa pemain asing seperti Shaka Bangura, James Koko Lomell, Abanda Herman. Ditambah, dua pemain naturalisasi Tonnie Cussell dan Ruben Wuarbanaran. Ada pula pemain muda Syahroni yang pada musim lalu membela Persija Jakarta.
Dari beberapa pemain anyar itu, hanya James Koko, Abanda Herman, serta Syahroni yang bisa dibilang memberikan banyak kontribusi kepada Barito Putera. Sementara Bangura langsung dicoret hanya dalam beberapa pertandingan. Teranyar, mereka memilih untuk melepaskan Tonnie Cussell dan Ruben Wuarbanaran jelang paruh pertama berakhir.

Shaka Bangura tak bisa bertahan lama di Barito Putera. Tampil apik di Inter Island Cup 2014, namun dia melempem di ISL awal musim ini.
Salahuddin beralasan, dirinya melepas kedua pemain itu lantaran tidak pernah mengikuti sesi latihan tanpa izin sehingga dinilai tidak disiplin. "Pemecatan mereka berdua berdasarkan hasil dari rapat tim pelatih dan manajemen. Di mana suratnya diberikan per tanggal 22 April 2014 yang lalu," ujar Salahuddin, kepada Goal Indonesia.
Dijelaskan Salahuddin, sebagai pemain sepakbola yang profesional, seharusnya mereka mengikuti prosedur yang telah ditetapkan sebuah tim, ataupun klub. Sehingga apabila mereka tidak disiplin, bisa merusak harmonisasi dalam sebuah tim. Lantaran khawatir tingkah laku tersebut bisa menular ke pemain lainnya, Salahuddin pun mengambil sikap tegas.
“Kami mencari pemain yang mau kerja keras, apalagi persaingan berat masih panjang yang harus dilalui Barito Putera. Sehingga apabila ada pemain yang tidak disiplin buat apa dipertahankan,” papar pelatih berkepala plontos ini.
Untuk itu, Salahuddin saat ini akan fokus kepada 23 pemain lainnya yang masih tersisa. "Kita bisa lihat, kekuatan tim semakin solid. Mudah – mudahan ini terus berlanjut dan menjadikan kebangkitan Barito Putera,” tambahnya.
Menariknya, untuk menyambut putaran kedua nanti, Salahuddin kembali berniat merekrut Mekan Nasyrov. Apakah ini sebagai bentuk pengakuan rasa bersalah Salahuddin yang salah dalam mendepak pemain? Atau ada intervensi yang diberikan dari manajemen terhadap pemilihan pemain musim ini?
Ketika dikonfirmasi Goal Indonesia, media officer Barito Putera, Denny Nizar, mengakui manajemen memang meminta kepada Salahuddin untuk memasukkan nama dua pemain naturalisasi yang kini berstatus dipecat. Namun secara umum, kebijakan pemilihan pemain di Laskar Antasari merupakan saran dari tim pelatih.

Perekrutan Tonnie Cusell tak lepas dari permintaan manajemen Barito Putera.
"Akhirnya ada dua nama itu, secara kualitas mereka bagus hanya kesiapan mental dan fisik menjadi kurang maksimal. Dan selanjutnya, seiring berjalannya waktu semua saran tim pelatih kami akomodir dan ikuti, demi kekuatan Barito Putera dalam kompetisi yang ada. Termasuk bongkar pasang skuat," papar Denny.
"Keputusan semuanya di tangan pelatih, manajemen hanya menyetujui dan melihat secara kebutuhan positifnya,” pungkas Denny.(gk-56)

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.