CATATAN: Juara Bertahan ISL Di Ambang Kegagalan

Persipura terancam tanpa gelar pada musim ini, dan untuk pertama kalinya terlempar dari dua besar sejak format ISL digulirkan.

OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN Ikuti di twitter

Ada apa dengan Persipura Jayapura? Mungkin itu pertanyaan yang sekarang menghinggapi para pecinta sepakbola nasional saat ini. Itu melihat, performa mereka di babak delapan besar Indonesia Super League (ISL) 2014 yang menurun.

Sebenarnya, Persipura mengawali musim ini dengan cukup mulus. Bagaimana tidak, mereka tak terkalahkan dalam 18 pertandingan secara berturut-turut pada fase awal. Tercatat, skuat yang dilatih Jacksen Ferreira Tiago itu baru menderita kekalahan pada laga ke-19 mereka saat bertandang ke markas Persela Lamongan, 2 September lalu.

Ketika itu, Boaz Solossa dan kawan-kawan dipaksa menyerah dua gol tanpa balas di Stadion Surajaya, Lamongan. Namun, setelah itu mereka kembali bangkit tiga hari kemudian untuk menaklukkan Persepam Madura United dengan skor tipis 2-1.

Tapi, kemenangan itu tidak berlanjut saat mereka berkiprah di laga semi-final Piala AFC 2014. Menjadi juara ajang ini disebut-sebut Jacksen sebagai target utama tim Mutiara Hitam musim ini. Meski, menggapai babak semi-final sudah merupakan sebuah prestasi bagi Persipura, dengan menjadi tim Indonesia pertama yang berhasil lolos ke empat besar kompetisi kasta kedua antarklub di Asia itu.

Tapi, asa untuk menjadi juara dihancurkan oleh wakil Kuwait, Al Qadsia, dengan agregat skor 10-2. Al Qadsia sendiri pada akhirnya muncul menjadi juara. Sayang, setelah itu performa anak-anak Papua menurun.

Memang, pada awal laga babak delapan besar mereka berhasil menaklukkan Persela dengan skor 2-0, 4 Oktober lalu. Tapi, ketika bermain di luar kandang, hasilnya berbalik 180 derajat. Ya, mereka dipaksa menyerah Semen Padang (1-0) dan Arema Cronus (3-0). Imbasnya, hasil ini membuat peluang mereka untuk lolos ke semi-final ISL semakin menipis. Dengan kata lain, saat ini sang juara bertahan di ambang kegagalan.

Sementara ini, Persipura berada di posisi ketiga dengan tiga poin. Mereka berselisih empat poin dengan pemuncak klasemen grup K Arema (tujuh poin) dan beda tiga poin dengan runner-up sementara Semen Padang (enam poin).

Artinya, jika ingin lolos juara empat kali Liga Indonesia (termasuk tiga gelar ISL) itu harus menyapu bersih tiga laga sisa di babak delapan besar. Beruntung, mereka masih memiliki tabungan dua laga kandang, saat menjamu Arema (21/10) dan Semen Padang (25/10). Tentunya, mereka juga tak boleh tersandung di kandang Persela, 29 Oktober nanti.

Apalagi, kompetitor mereka dipastikan juga bakal habis-habisan pada fase ini dengan tujuan yang sama, untuk lolos ke semi-final. "Bagi saya, peluang untuk lolos masih ada, asalkan kami mampu memetik sembilan poin pada laga sisa, yaitu menjamu Arema dan Semen Padang, serta menghadapi tuan rumah Persela Lamongan," ujar Boaz.

Persipura sendiri memang dikenal sebagai jago kandang. Menyusul, pada ISL musim ini Ian Louis Kabes dan kawan-kawan tidak terkalahkan di Stadion Mandala.

"Untuk dua laga di Mandala, saya dan teman-teman optimistis dapat meraih enam poin dengan tidak memberikan ruang kepada Arema dan Semen Padang untuk mencuri poin," lanjut Boaz.

Jika memang gagal melangkah ke babak empat besar, ini pertama kalinya bagi tim Mutiara Hitam finis di luar dua besar sejak format ISL digulirkan sebagai kompetisi kasta tertinggi tanah air.

Mengingat, sejak digelar pada 2008/09, Persipura berhasil menggamit tiga kali juara pada 2008/09, 2010/11, dan 2013. Dan, mereka menduduki posisi runner-up pada 2009/10 dan 2011/12.

Di saat-saat seperti inilah mental sang juara bertahan diuji. Ujian pertama untuk itu akan dihadapi Persipura saat menjamu Arema di Stadion Mandala, Selasa (21/10) esok.

//

>

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.