CATATAN: Kekalahan Belanda, Kesalahan Guus Hiddink

Guus Hiddink melakukan kesalahan ketika memutuskan untuk menerapkan formasi lima bek saat Belanda menghadapi Republik Ceska dini hari tadi (10/9).

OLEH STEFAN COERTS PENYUSUN TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Salah satu hal yang pertama kali dikatakan oleh Guus Hiddink ketika menggantikan posisi Louis van Gaal sebagai pelatih tim nasional Belanda adalah tidak akan ada lagi formasi 5-3-2, taktik yang secara mengejutkan membawa Oranje menembus semi-final Piala Dunia 2014.

Namun, performa mengecewakan saat dikalahkan Italia dengan skor 2-0 pada pertandingan uji coba pekan lalu, cukup untuk membuat eks pelatih Chelsea itu mengubah pikirannya.

Hiddink dengan segera membatalkan rencana untuk memakai formasi 4-3-3 lagi untuk pertandingan kualifikasi Euro 2016 melawan Republik Ceska dan memainkan lima pemain belakang di Praha. Tetapi, tindakannya itu terbukti harus dibayar mahal.

Belanda tidak dapat mengimbangi permainan Ceska sejak awal pertandingan dan tidak mengejutkan tuan rumah berhasil mencetak gol keunggulan di pertengahan babak pertama melalui tendangan sensasional dari Borek Dockal.

Lima pemain belakang Belanda terdiri dari Daryl Janmaat, Joel Veltman, Stefan de Vrij, Bruno Martins dan Daley Blind hanya harus berhadapan dengan satu striker murni, yaitu Martin Lafata. Hal itu membuat sektor lainnya kedodoran karena kalah jumlah.

Republik Ceska mendominasi lini tengah setelah Wesley Sneijder, Georginio Wijnaldum dan Nigel de Jong tidak mampu berbuat banyak, sementara Robin van Persie dan Memphis Depay tampak terisolasi di lini depan.

Hiddink tampak menyadari kesalahannya sebelum jeda pertandingan sehingga memutuskan untuk menarik keluar bek tengah, Veltman, dan memasukkan gelandang sayap Luciano Narsing.

Permainan Belanda tampak lebih seimbang setelah perubahan tersebut dan akhirnya mereka mampu menyamakan kedudukan melalui De Vrij, meski kurangnya kreativitas membuat mereka gagal menambah gol. Depay tampak menjanjikan tetapi Van Persie dan Sneijder, yang seharusnya menjadi tumpuan tim malah kurang terlihat.

Absennya Arjen Robben, yang mengalami cedera, benar-benar sangat terasa di pertandingan itu. Pemain Bayern Munich itu tampak menjadi sosok Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo-nya Belanda, sehingga tim sangat kesulitan ketika dia tidak tampil.

Selain itu, pemain-pemain yang bersinar di Brasil seperti De Vrij dan Martins Indi, terlihat masih belum mampu menggapai performa yang sama.

Puncaknya, bek Newcastle United Daryl Janmaat membuat blunder fatal yang mengakibatkan Belanda kehilangan poin. Pada menit injury time, bek kanan itu berusaha memberikan bola kepada kiper Jasper Cillessen dengan kepalanya, tetapi bola malah melewati sang kiper, dan Vaclar Pilar dengan tenang memasukkan bola ke dalam gawang setelah bola itu mengenai tiang.

Hiddink kini harus berpikir keras agar hasil buruk ini tidak terulang lagi, terutama menghadapi lawan berikutnya yang dapat dibilang jauh lebih enteng, yaitu Kazakhstan

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics