CATATAN: Kereta Ekspres Carlos Tevez

Empat gol di tiga pertandingan dalam sepekan. Bagai kereta ekspres, laju Carlos Tevez bakal membawa Juventus menuju stasiun kejayaan!

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Meragukan di pekan perdana Serie A Italia 2014/15 saat hadapi Chievo Verona, perlahan namun pasti Juventus mulai menunjukkan tajinya sebagai peraih hat-trick scudetto Serie A.

Dari tiga partai yang yang sudah digelar Calcio dan satu di Liga Champions, semuanya dilahap Juve dengan hasil yang sempurna. Rasio gol dalam keempat partai tersebut memang hanya 1,5 gol, namun gawang Gianluigi Buffon masih terjaga keperawanannya.

Ups, bukan berarti kita akan membahas soal lini pertahanan Juve yang terkenal kokoh, dan sudah jadi cerita klasik. Kini saatnya kita mengulik sosok kunci dibalik kegemilangan I Bianconeri dalam sepekan terakhir.

Ya, si mungil namun perkasa dari Argentina, pewaris No.10 legendaris milik Alessandro Del Piero, dan Player of the Week pilihan Goal Fast Foodball, dialah Carlos "Carlitos" Tevez!

Max Allegri tempatkan Tevez dalam peran yang berbeda

Bagaimana tidak, di usianya yang kini menginjak 30 tahun, kurun sepekan Tevez sukses jadi sosok paling penting di Juve lewat torehan empat gol dan satu assist dalam tiga partai yang digelar. Bukan sembarangan, karena kesemuanya krusial pada hasil akhir yang diraih.

Sejatinya Tevez sempat kesulitan untuk beradaptasi dengan skema pelatih anyar, Massimiliano Allgeri. Hal itu terpapar di giornata perdana Serie A menghadapi Chievo. Secara mengejutkan mantan nakhoda Milan itu menempatkan El Apache sebagai striker tunggal dalam skema 3-5-1-1, untuk mengkover absennya Andrea Pirlo. Saat itu dirinya ditopang oleh Kingsley Coman sebagai penyerang bayangan.

Namun peran Tevez dalam formasi tersebut tidak murni sebagai ujung tombak, karena ia ditugaskan untuk bertindak sebagai false 9, alih-alih memberi ruang bagi Coman. Hasilnya? Tidak berjalan baik, meski menang tipis 1-0. Allegri lantas melakukan sedikit perubahan di partai selanjutnya menghadapi Udinese.

Skema dikembalikan menjadi 3-5-2 dengan Claudio Marchisio yang diplot sempurna untuk gantikan Pirlo. Sementara Tevez kembali berdampingan dengan pasangan lamanya, Fernando Llorente. Namun lagi-lagi mantan kapten Manchester City itu diinstruksikan bermain lebih ke dalam, kali ini untuk menopang performa Marchisio, dengan maksud memperkaya kreasi di lini tengah karena alasan yang sama: menambal Pirlo.

Kini hasilnya jauh berbeda. Ruang gerak yang dimiliki Tevez lebih luas dan terbuka. Lini pertahanan lawan jadi sulit untuk mengikuti mobilitasnya akibat permainan yang terlalu ke dalam. Jadilah mereka memfokuskan perhatian untuk menjaga Llorente, dan melakukan blunder dalam menjaga Carlitos.

Boom! Tevez meledak dengan menghasilkan satu gol dan assist untuk membawa Si Nyonya Tua menang 2-0 atas Le Zebrette.

Tevez melaju kencang bagai kereta ekspres

Cara yang sama kembali diterapkan dalam matchday perdana Liga Champions 2014/15, saat menghadapi Malmo. Tevez jadi pemecah labirin pertahanan berlapis sang juara Swedia di menit ke-59. Lebih dari itu, ia kemudian menggandakan keadaan lewat keahliannya dalam mengeksekusi bola mati.

Momen tersebut terjadi di menit terakhir, memanfaatkan pelanggarang yang dilakukan terhadap Alvaro Morata, 20 meter di depan gawang lawan. Brilian! Tevez melakukannya dengan sangat indah dengan mengarahkannya ke sisi kiper berada. Gol sepakan bebas tersebut jadi yang pertama selama membela La Vecchia Signora.Juve pun kembali dibawanya menang 2-0.

Puncaknya terjadi dalam grande partita menghadapi AC Milan, pada giornata ketiga Serie A, Minggu (21/9) dini hari WIB. Kali ini keberadaan Tevez yang begitu dekat dengan barisan gelandang Juve makin terlihat kematangannya. Kerja samanya dengan Marchisio, Paul Pogba, bahkan Roberto Pereyra berjalan kompak.

Gemilang di babak pertama, Tevez berkoar di paruh penentuan. Terus membombardir pertahanan I Rossonerri, benteng tebal mereka akhirnya runtuh juga di menit ke-71. Berawal dari Marchisio yang memberikan bola pada Si No.10, alih-alih ingin menembak ia malah kehilangan keseimbangan dan memilih untuk mennyerahkan bola pada Pogba di kotak penalti.

Yakin Il Polpo Paul bakal mengatasi apitan duo bek Milan, Tevez berlari ke ruang kosong yang berjarak lima meter dari garis gawang lawan. Bola didapat, dan secara indah ia mengecoh Christian Abbiati sebelum melesatkan bola ke dalam gawang! Juve unggul 1-0 dan hasil itu bertahan hingga laga usai.

"Saya kesulitan mencetak gol? Mungkin karena Allegri ingin saya bermain lebih ke dalam. Tapi itu tak masalah karena toh saya masih bisa mencetak gol," ungkap Tevez menanggapi peran barunya.

Ya, bagai kereta ekspres, laju Tevez begitu kencang dalam sepekan terakhir. Dan jika konsistensi seperti itu mampu ia pertahankan hingga musim berakhir, bukan tidak mungkin kereta ekspres Tevez bakal membawa La Vecchia Omcidi menuju stasiun kejayaan!

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics