CATATAN: Ketika Keran Gol Persebaya Surabaya Mulai Tersendat

Usai tampil impresif di fase reguler, pasukan Green Force menunjukkan grafik penurunan performa ketika memasuki babak delapan besar ISL.

OLEH ERIC NOVEANTO Ikuti di twitter

Dalam gelaran Indonesia Super League [ISL] musim ini, Persebaya Surabaya merupakan salah satu tim yang menampilkan performa impresif. Kendati menyandang status sebagai tim promosi, mereka mampu mendominasi persaingan babak reguler kompetisi.

Tentunya hal tersebut tak lepas dari kekompakan antar lini yang membentuk suatu kesatuan yang solid. Bersaing dengan tim unggulan lainnya seperti Persipura Jayapura dan Mitra Kukar, pasukan Bajol Ijo sukses keluar sebagai juara wilayah timur, sekaligus menahbiskan diri sebagai klub dengan produktifitas gol terbaik.

Ya, tak dimungkiri memang, sektor penyerangan tim Persebaya musim ini memang dihuni dengan sederet penggawa berkualitas seperti Emmanuel 'Pacho' Kenmogne, Greg Nwokolo hingga bintang muda Fandi Eko Utomo. Nama-nama tersebut tentunya menjadi jaminan mutu bagi pelatih Rahmad Darmawan untuk meracik strategi terbaik.

Berbekal kinerja mantap selama fase awal, tak ayal banyak kalangan mulai menjagokan klub kebanggaan masyarakat Surabaya itu menjadi kandidat kuat untuk merengkuh trofi ISL musim ini dengan cara melanjutkan performa gemilang saat berlaga di babak delapan besar. Akan tetapi, faktanya, ekspektasi publik seakan jauh panggang dari api.

Ketajaman Pacho Kenmogne sebagai top skor sementara belum terlihat.
Bagaimana tidak, alih-alih meneruskan supremasi permainan, skuat Green Force justru menunjukkan penampilan kontradiktif dalam tiga laga fase delapan besar yang dijalani. Dari serangkaian pertandingan tersebut, Persebaya baru memetik tiga angka dengan hanya menjaringkan total dua gol. Catatan itu jelas mengindikasikan penurunan kinerja tim.

Sektor depan tim tentu layak mendapat sorotan lebih, mengingat dari jumlah dua gol Persebaya yang bersarang ke gawang lawan, tak satupun berasal dari usaha para penyerang. Majalnya lini depan tim sejauh ini tentu menjadi pertanyaan besar. Hal ini juga diakui oleh Rahmad Darmawan sebagai juru taktik.

"Jujur saya juga memiliki pertanyaan yang sama dengan Anda [awak media] yang merasa heran dengan kinerja pemain depan kami belakangan ini. Hanya yang pasti saya akan segera melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap masalah tersebut," ungkap RD usai melakoni hasil imbang ketiga kontra Persib Bandung.

Di luar sisi teknis, banyak pihak meyakini bahwa kendala keterlambatan gaji yang melanda kubu Persebaya merupakan salah satu penyebab penampilan mereka menunjukkan grafik penurunan dan hal itu tak sepenuhnya ditampik oleh RD.

"Sekarang ini, saya tak hanya mengurusi sisi teknis saja, tapi psikologis pemain juga menjadi perhatian, dan itu yang lebih penting saat ini. Sebab, begitu tim tidak bermain sesuai harapan, maka kami yang akan dicaci. Jadi dilematis," ujar RD yang berharap masalah ini cepat terurai.

Beban berat tentunya disandang RD demi mengembalikan performa Persebaya seperti sedia kala mereka memulai turnamen ini dengan impresif. Akan tetapi, tak bijak bila membiarkan pemain dan pelatih memikul beban ini sepenuhnya mengingat ada hal-hal non-teknis yang masih wajib dituntaskan manajemen tim.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.