CATATAN: Kilau Kecil Juan Cuadrado Dalam Mewahnya Lini Tengah Chelsea

Meski berstatus pemain termahal pada bursa transfer musim dingin 2015, winger Kolombia ini belum tentu bisa menembus skuat penuh bintang The Blues.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter
Tiada angin, tiada hujan, sekonyong-konyong muncul kabar pendekatan yang dilakukan Chelsea kepada Juan Cuadrado dalam sepekan terakhir menjelang berakhirnya bursa transfer Januari kemarin. Sontak, kabar mengagetkan itu langsung dibantah mentah-mentah oleh sang klub pemilik, Fiorentina, hingga Cuadrado sendiri.
Namun, setelah melalui proses negosiasi yang relatif singkat, klub Serie A Italia itu akhirnya luluh juga oleh fulus Roman Abramovich. Taipan minyak asal Rusia itu sekali lagi menunjukkan kekuatan uangnya dengan gelontoran £23,3 juta dan berpotensi membengkak menjadi £26,8 juta (atau sekitar €35 juta).
Cuadrado pun resmi menjadi pemain termahal di musim dingin, unggul tipis dari transfer Wilfried Bony yang dilakukan oleh rival terberat Chelsea di Liga Primer Inggris, Manchester City. Cuadrado dikontrak selama empat setengah musim atau hingga Juni 2019. Sebagai salah satu butir kesepakatan dengan Fiorentina, Chelsea meminjamkan Mohamed Salah ke Artemio Franchi.
Lucunya, aktivitas transfer di musim dingin yang terasa mahal ini tidak bisa dibilang merugikan The Blues. Secara finansial, kas Chelsea justru surplus setelah transfer ditutup Senin (2/2) kemarin. Pasalnya, kedatangan Cuadrado itu ternyata memicu penjualan Andre Schurrle dan Ryan Bertrand. Schurrle pulang kampung ke Jerman dengan dilego mahal ke VfL Wolfsburg (£24 juta), sementara Bertrand dipermanenkan oleh Southampton (£10 juta) setelah menjalani masa peminjaman di St. Mary’s.

Dengan demikian, dua “tumbal” itu sukses menghasilkan total £34 juta. Itu belum termasuk penjualan transfer Fernando Torres ke AC Milan yang banderolnya dirahasiakan. Pelajaran yang bisa dipetik adalah, pantang menyebut bahwa The Blues bertindak boros dengan membeli Cuadrado, karena ini semuanya dilakukan demi mematuhi Financial Fair Play yang terus mengintai klub-klub dengan biaya operasional besar seperti Chelsea.
Terlepas dari laba-rugi tersebut, yang lebih penting dari aktivitas transfer adalah dampak si pemain baru di lapangan. Kita semua tahu, Cuadrado adalah bintang paling terang di Fiorentina dan sinarnya begitu menyilaukan di Piala Dunia 2014 berkat aksinya bersama James Rodriguez untuk mengantar Kolombia melaju ke perempat-final. Banyak klub besar seperti Barcelona hingga Manchester United mengincar tanda tangannya, sebelum akhirnya jatuh ke pelukan Chelsea.
Namun, banyak pertanyaan sudah bermunculan sebelum Cuadrado melakoni debutnya berseragam biru: Di manakah Cuadrado bisa bermain dalam formasi Chelsea? Seperti apa gaya bermainnya? Cocokkah ia bermain dalam atmosfer kick and rush Liga Primer? Siapakah yang akan tergeser di skuat Chelsea atau malah Cuadrado yang duduk di bangku cadangan?
Cuadrado sendiri langsung menjawab semua pertanyaan itu dengan singkat, bahwa ia siap melakukan apapun untuk mematuhi si bos, sang manajer Jose Mourinho.
“Ini seperti impian yang terwujud bisa bergabung dengan Chelsea dan manajer percaya kepada saya. Saya senang, Ini hal yang brilian bisa bekerja sama dengan salah satu pelatih terbaik di dunia [Mourinho]. Dia akan membuat saya berkembang menjadi pemain yang lebih baik," ungkap Cuadrado dalam jumpa pers perdananya di London.

Tentu saja, omongan tidak akan bisa menjamin pemain berusia 26 tahun ini sukses di Chelsea. Cuadrado tahu, ia harus mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan menunjukkan kepada Mourinho, kepada publik Stamford Bridge, dan kepada dunia. Untungnya, Cuadrado punya kemampuan spesial yang bisa membuatnya layak masuk dalam Starting XI Chelsea.
Cuadrado terkenal memiliki kecepatan dan teknik mumpuni. Ia kerap melakukan tusukan yang berujung pada umpan-umpan matang. Tidak cukup menjadi pelayan, menjadi penuntas serangan pun ia lakukan dengan sama baiknya. Bahkan, Cuadrado bisa bermain sebagai wing-back – menunjukkan bahwa ia adalah pemain serba bisa dan punya kemampuan defensif. Dua hal ini sangat disukai Mourinho.
Menjadi winger kanan adalah posisi favoritnya. Kemungkinan besar, ia akan ditempatkan sebagai sayap kanan berdampingan dengan Eden Hazard dan Oscar untuk membentuk poros trio gelandang serang dalam formasi 4-2-3-1 Chelsea. Menakutkan bukan?
Sayangnya, Cuadrado berada di Chelsea. Di sanalah terpatri nama-nama gelandang yang tak kalah menyilaukan ketimbang dirinya. Selain Hazard dan Oscar, nama lain yang berpotensi mengirim Cuadrado ke bangku cadangan adalah duo Brasil, Willian dan Ramires, yang kerap bergantian mengisi pos sayap kanan. Willian bahkan sudah menyegel namanya dan membuat Schurrle dan Salah terpaksa angkat kaki.
Cuadrado mungkin juga harus berkompetisi dengan gelandang sekaliber Cesc Fabregas yang bisa dimajukan ke depan. Jangan lupakan juga sosok Loic Remy yang kerap ditempatkan Mourinho menjadi pemain sayap. Belum lagi ia harus beradaptasi dengan gaya bermain Chelsea dan Liga Primer. Cuadrado layaknya sebuah berlian dalam sekumpulan berlian lainnya. Ia memang bersinar, tapi kemilaunya belum sekinclong lainnya.

Ia kini telah menjejakkan kakinya di rumput Bridge. Mengingat Cuadrado masuk pada tengah musim, ia harus menemukan cara secepat mungkin agar bisa mencuri perhatian Mourinho. Kalau perlu, Cuadrado juga harus belajar dari juniornya, Eden Hazard, yang tiga tahun lebih muda darinya. Didatangkan dari Lille pada musim panas 2012, sayap Belgia itu menunjukkan bakat dan kerja kerasnya sehingga diganjar menjadi penunggu setia di sayap kiri The Blues.
Chelsea adalah klub besar, lebih besar dari Fiorentina. Dan Cuadrado tahu bahwa ia harus menaikkan level bermainnya. "Chelsea adalah klub besar, jadi kami ingin meraih gelar penting. Saya rasa, menjuarai Liga Champions adalah hal yang paling penting. Chelsea punya banyak pemain hebat dan kami ingin meraih gelar bergengsi," ujarnya.
Cuadrado benar, selain menargetkan juara di kompetisi domestik, ambisi menjadi kampiun Eropa untuk kali ketiga dalam empat tahun terakhir (setelah Liga Champions 2012 dan Liga Europa 2013) adalah target yang bisa dijangkau pasukan Mourinho. Bersama Cuadrado, target itu terasa kian realistis.
Namun pertama-tama, ia harus bersaing dengan para gelandang Chelsea yang sama atau lebih keren darinya.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics