CATATAN La Liga Spanyol: Perjalanan Menuju Partai Hidup Mati

Barcelona memuncaki tabel selama 21 pekan, sementara Atletico berada di posisi teratas dalam sembilan pekan terakhir.

OLEH DEWI AGRENIAWATI Ikuti di twitter
La Liga musim 2013/14 bisa dibilang sebagai salah satu kampanye paling menegangkan sepanjang sejarah. Tak bisa diprediksi. Sebait kalimat tersebut mungkin cukup untuk menggambarkan pertarungan kompetisi terelite Spanyol musim ini.

Dengan pelatih barunya, Barcelona langsung tancap gas sejak awal musim, merangkai sederet kemenangan dan bertengger di puncak hingga paruh musim. Musuh bebuyutan mereka, Real Madrid, harus mengawali musim dengan menempati posisi keenam meski menang atas Real Betis.

Di luar dugaan, justru Atletico Madrid yang meramaikan pacuan gelar. Skuat Diego Simeone bisa dibilang tampil konsisten sepanjang musim sampai akhirnya merangsek ke peringkat pertama sejak sembilan pekan terakhir.

Bagaimana sampai akhirnya persaingan gelar mengerucut hanya diperebutkan dua tim? Goal Indonesia menyajikan rangkuman perjalanan Barca dan Atletico sebelum menghadapi partai hidup mati di Camp Nou, Sabtu (17/5).

Keputusan Barcelona merekrut Gerardo Martino untuk menggantikan Tito Vilanova yang mundur akhir musim lalu membuat banyak orang mengerutkan dahi. Siapa Martino? Bagaimana sepak terjangnya di dunia pelatih? Bagaimana dia bisa mengatasi tekanan besar di Barca?

Well, Martino membungkam para peragu dengan start gemilang. Kemenangan tujuh gol tanpa balas atas Levante di partai pembuka sedikit meringankan beban di pundak pelatih berkebangsaan Argentina. Perjalanan Blaugrana cukup mulus di awal musim, dengan total meraup delapan kemenangan beruntun sebelum rekor tripoin mereka dihentikan Osasuna yang menahan mereka tanpa gol. Tapi, The Catalans menduduki pucuk klasemen selama 21 pekan dan mengantungi 54 poin dari paruh musim pertama.

Jika ditotal, maka Barca menguasai singgasana tabel selama 59 pekan secara konsekutif - catatan yang diraih sejak pekan pertama musim 2012/13 hingga jornada ke-21 musim ini. Impresif.

Sayang, rangkaian hasil positif Barca runtuh pada 1 Februari 2014. Kekalahan 3-2 di rumah sendiri melawan Valencia membawa Atletico merebut puncak dengan mengalahkan Real Sociedad empat gol tanpa balas. Sepekan kemudian, Los Colchoneros kehilangan poin melawan Almeria, sementara Barca, yang membekuk Sevilla (4-1) dan Rayo Vallecano (6-0) kembali menduduki peringkat teratas selama dua pekan.

Muka baru mengontrol kompetisi di jornada 25. Real Madrid mengambil keuntungan dari kekalahan yang dialami Barca dan Atletico, masing-masing melawan Real Sociedad (3-1) dan Osasuna (3-0). Hasil ini memungkinkan Los Galacticos mengklaim posisi teratas untuk kali pertama sejak 2011/12 dan mereka menikmati kencangnya angin puncak sampai ditekuk Sevilla 2-1, di mana nama Carlos Bacca menjadi perbincangan dengan memborong sepasang gol. Di tengah periode tersebut, terjadi El Clasico jilid dua digelar di Santiago Bernabeu dan Blaugrana membungkam tuan rumah dengan skor 4-3. Los Colchoneros pun mengambil alih top spot usai kekalahan Madrid dan berhasil mempertahankannya hingga sekarang.

Babak menegangkan di La Liga dimulai. Di tengah usaha keras menjaga kans mempertahankan Liga, Blaugrana terpeleset di pekan 33, kalah tipis 1-0 dari Granada, memaksa mereka merosot ke posisi ketiga. Penampilan Lionel Messi dkk kembali tak konsisten dan gagal meraup poin di laga-laga krusial kontra Getafe dan Elche.

Namun, dewi fortuna tampaknya masih berpihak kepada tim yang baru saja ditinggal Vilanova - pelatih yang memberikan rekor 100 poin di musim lalu - dengan kembali memberi secercah harapan. Saat sejumlah penggawa telah lempar handuk, hasil negatif yang diraih dua rival mereka, Atletico dan Madrid, justru membuka asa klub Camp Nou.

Di dua laga terakhir, tim Diego Simeone gagal mengepak poin penuh dengan kalah 2-0 dari Levante dan ditahan 1-1 oleh Malaga. Sementara Los Merengues tak mampu memangkas jarak dan sang pemuncak klasemen menyusul hasil negatif di tiga laga beruntun melawan Valencia (2-2), Valladolid (tunda, 1-1) dan terakhir kalah dari Celta Vigo akhir pekan lalu.

Kegagalan Cristiano Ronaldo dkk mendapat hasil positif dari lawatan ke Celta secara otomatis melempar mereka dari pacuan gelar. Artinya, tinggal Blaugrana dan Los Rojiblancos yang masih memiliki kans menjadi kampiun musim ini dan persaingan dipastikan sengit karena kedua tim dipisahkan dengan radius tiga poin!

Barca akan mencatat kemenangan paling mengesankan, sebuah pesta perpisahan yang manis untuk Carles Puyol dan Victor Valdes serta persembahan terakhir buat Vilanova, jika mereka memetik tiga angka di Camp Nou, Sabtu (17/5) malam WIB. Pasalnya, Blaugrana berhak menutup musim di posisi puncak dengan superioritas head-to-head jika membekuk Atletico setelah di pertemuan pertama mereka bermain imbang tanpa gol.

Tapi bisa jadi, tuan rumah justru menyiapkan pesta untuk tamu yang datang dari ibu kota Spanyol. Hasil seri saja sudah cukup bagi Atletico menyabet titel Liga pertama mereka sejak 1996.

Yang pasti, Camp Nou bakal berpesta. Tapi untuk tuan rumah atau justru tim tamu, kita lihat saja nanti.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics