CATATAN Liga Champions: Liverpool, Roma & Monaco, Selamat Datang Kembali!

Liga Champions 2014/15 jadi momen kembalinya trio raksasa yang memiliki sejarah dan tradisi hebat di ajang prestis tersebut.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter
Liga Champions 2014/15 dimulai! Secara resmi gong digelarnya turnamen prestis antar klub Eropa tersebut bakal dihelat pada Rabu (17/9) dini hari WIB. Deretan partai yang mempertandingkan klub-klub elit penghuni Grup A hingga D jadi sajian pembukanya.

Selain mempertemukan para jajaran juara liga-liga Eropa, Liga Champions musim ini juga menandai kembalinya trio raksasa yang memiliki sejarah dan tradisi hebat di ajang klasik tersebut. Mereka adalah Si Merah Liverpool, Si Serigala AS Roma, dan Si Merah-Putih AS Monaco.

Segar rasanya mendengar dan akhirnya melihat nama-nama elit tersebut mentas di ajang tertinggi. Kerinduan kita akan sajian ciri khas permainan mereka di Liga Champions bakal segera terobati.

Status ketiganya memang bukan sebagai juara liga masing-masing, melainkan runner-up. Namun menilik sejarah, komposisi pemain, dan situasi terkini jangan sekalipun Anda sangsikan keberadaan mereka. Ketiganya menjanjikan garansi permainan level tinggi dan siap berbicara banyak.

Goal Indonesia secara khusus menganalisis akan seperti apa langkah mereka di Liga Champions 2014/15. Namun sebelumnya, mari ucapkan dahulu selamat datang kembali pada Liverpool, Roma, dan Monaco!

Boleh dibilang klub inilah yang paling dinantikan kehadirannya di Liga Champions. Lima musim sudah sejak terakhir kali The Reds mentas di panggung terakbar antar klub Eropa. Mereka berhasil kembali setelah musim lalu mampu menampilkan performa luar biasa hingga jadi runner-up Liga Primer Inggris.

Kini setelah ditinggal bintang utamanya, Luis Suarez, deretan bintang baru yang tak kalah kualitasnya dihadirkan. Sebut saja Dejan Lovren, Adam Lallana, Lazar Markovic, hingga Mr Why Always Me, Mario Balotelli. Hasilnya memang belum begitu efektif di liga, karena dari empat laga yang sudah dilakoni Steven Gerrard cs mengoleksi masing-masing sepasang kemenangan dan kekalahan.

Namun cerita yang sungguh berbeda bisa hadir di panggung Liga Champions. Aura Liverpool bakal terasa mengerikan, pun dengan mentalitas para pemainnya di ajang ini, meski berada berada satu grup bersama Real Madrid. Anda tentu masih ingat apa yang bisa dilakukan Si Merah dengan deretan pemain baru dan performa jeblok di EPL pada Liga Champions musim 2004/05.

Partisipasi terakhir di Liga Champions: 2009/10 (Fase grup)
Prestasi tertinggi di Liga Champions: Juara 5 kali (1976/77, 1977/78, 1980/81, 1983/84, 2004/2005)
Prediksi di Liga Champions 2014/15: Perempat-final

Setelah melalui perjalanan luar biasa pada musim lalu di Serie A Italia, AS Roma memang amat berhak mengunci satu tempatnya di babak fase grup Liga Champions. Dengan tampil di ajang tertinggi, dinasti baru lewat kepemimpinan Rudi Garcia benar-benar dimulai.

Ledakan demi ledakan yang kerap mereka tunjukkan di Liga Champions siap diulangi lagi. Meski berada di grup neraka bersama Bayern Munich, Manchester City, dan CSKA Moskva, dengan performa terkini di Serie A, Il Giallorossi siap untuk bersaing di fase gugur.

Namun harus diakui jika Roma tidak memiliki tradisi yang kental di Liga Champions. Prestasi terbaiknya adalah sekali mencapai final pada musim 1983/84. Selebihnya I Lupi sering tersingkir ketika turnamen sudah memasuki fase gugur. Meski begitu, jika bisa menunjukkan kualitas dengan lolos dari grup neraka, bukan tidak mungkin Tim Serigala bisa berbicara banyak pada pagelaran kali ini.

Partisipasi terakhir di Liga Champions: 2010/11 (Perdelapan-final)
Prestasi tertinggi di Liga Champions: 1983/84 (Runner-up)
Prediksi di Liga Champions 2014/15: Perdelapan-final

AS Monaco begitu lama absen dari pentas Liga Champions, setelah terakhir kali berpartisipasi di musim 2004/05. Padahal semusim sebelumnya mereka menjadi sensasi Eropa dengan lolos ke babak final hingga akhirnya dikalahkan FC Porto.

Ya, selepas terakhir kali lolos ke Liga Champions, tim yang bermarkas di Stade Louis II itu seakan melepas status mereka sebagai tim elit. Prestasinya terus menurun hingga sempat terdegradasi ke Ligue 2 Prancis di musim 2010/11. Namun segala cerita indah kembali sejak Dimitry Rybolovle mengakuisi klub dari tangan Pangeran Albert II pada 2012.

Pesepakbola bintang lima dengan gaji selangit didatangkan secara berangsur, hingga akhirnya mereka promosi dan finish di pos runner-up Ligue I Prancis 2013/14. Sayangnya kemewahan itu tak berlangsung lama karena sang pemilik dililit krisis keuangan akibat perceraian.

Alhasil bintang-bintang utama macam Eric Abidal, James Rodriguez, hingga Radamel Falcao pun dilepas. Imbasnya berakibat buruk pada performa mereka di awal musim ini. Karenanya sulit bagi Dimitar Berbatov cs untuk bisa berbicara di Liga Champions nanti, sekalipun berada di grup yang relatif ringan. Namun satu spot di Liga Europa melalui jalur peringkat fase grup rasanya masih bisa diraih Les Rouge et Blanc.

Partisipasi terakhir di Liga Champions: 2004/05 (Perdelapan-final)
Prestasi tertinggi di Liga Champions: 2003/04 (Runner-up)
Prediksi di Liga Champions 2014/15: Peringkat tiga babak fase grup

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics