CATATAN: Liverpool Butuh Lebih Dari Sekadar Luis Suarez

Tak sedikit yang memprediksi Liverpool akan sangat kehilangan Luis Suarez, dan hal itu memang benar, tapi juga salah. Kok?

ANALISIS MOHAMMAD YANUAR Ikuti @mohammadyanuar di twitter

Manajer Liverpool Brendan Rodgers selalu menegaskan bahwa tak ada pemain yang lebih besar dari klub.
Bukan tanpa alasan bila Rodgers berulang kali menyebut demikian. Pasalnya Liverpool kerap disebut bakal merindukan kehadiran Luis Suarez di lini depan mereka.

Penyerang asal Uruguay itu memang menjadi predator di sektor serang Liverpool. Gol demi gol diciptakan dari kaki dan kepalanya. Puncaknya adalah performa mengesankan di musim lalu. Dengan 31 gol, Liverpool diantarnya ke peringkat dua klasemen akhir Liga Primer Inggris.

Dan ketika Barcelona memboyongnya dengan nilai transfer 75 juta poundsterling, Liverpool disebut akan sangat kehilangan peran dan kontribusinya di lapangan. Luis Suarez disebut sudah menjadi separuh dari nyawa Liverpool di musim lalu.

Memang, bila dilihat dalam performa pra-musim dan juga laga perdana Liga Primer Inggris melawan Southampton tadi malam, terasa ada yang kosong di lini depan Liverpool. Daniel Sturridge lebih bermain melebar, sementara Raheem Sterling sesekali menusuk ke jantung pertahanan dengan mengandalkan kecepatannya. Tidak ada yang menjadi sosok perusak konsentrasi pertahanan lawan lewat pergerakan, keuletan bermain dan keberanian bertarung dengan pemain belakang lawan, peran yang dijalankan Luis Suarez dengan baik di musim lalu.

Tapi, Liverpool tetap mampu meraih kemenangan. Liverpool tetap menunjukkan kesolidan dalam bermain sebagai suatu unit, sebuah tim, yang rancak dalam bertahan dan juga andal kala menyerang. Hengkangnya Luis Suarez sedikit banyak bisa ditutupi dengan permainan kolektif dan kecepatan dalam memaksimalkan ruang kosong yang kecil di jantung pertahanan lawan. Dua gol yang bersarang ke gawang Fraser Forster adalah buktinya.

Dibanding merindukan Luis Suarez, Rodgers mungkin lebih berharap bisa mendapatkan barisan pertahanan yang lebih solid. Ya, seperti halnya di musim lalu, lini pertahanan Liverpool tampak masih keropos bila dilihat dari sejumlah sisi.

Lihat saja statistik laga antara Liverpool dan Southampton di Anfield tadi malam. Tim tamu begitu leluasa memainkan bola di sepertiga lapangan Liverpool. Belum lagi jumlah tendangan yang dilepaskan ke gawang Simon Mignolet.

Di sektor sayap, Glen Johnson dan Javier Manquillo tampil tak ubahnya pemain debutan tadi malam. Keduanya kerap melakukan kesalahan pemain rookie, baik dalam mengumpan mau pun menutup pergerakan pemain lawan.

Khusus untuk Manquillo, mungkin bisa dimaklumi karena dia baru beberapa hari bergabung. Tapi untuk Glen Johnson, sepertinya tidak ada ampun yang pantas diberikan kepadanya. Umpan dan penetrasi dari sektor kanan kerap gagal sampai tujuan. Dalam membantu pertahanan, Glen Johnson juga sering tertinggal dan telat menutup peluang.

Sementara di jantung pertahanan, Martin Skrtel dan Dejan Lovren terlihat masih berusaha menunjukkan bahwa mereka di zona komunikasi yang sama. Belum ada tembok yang solid di antara keduanya, dan dengan terus bergulirnya waktu dan kompetisi, keduanya tahu dibutuhkan katalis untuk bisa mencapai pemahaman satu sama lain.

Melihat kondisi ini, dan juga apa yang direncanakan Rodgers di bursa transfer, sepertinya manajer Liverpool itu harus melakukan perubahan sejumlah rencana terkait siapa yang didatangkannya. Tak masalah jika Rodgers ingin mendatangkan striker baru, tapi mungkin juga harus dipertimbangkan lagi untuk mendatangkan pemain dengan karakter bertahan yang lebih mumpuni dan memiliki kualitas tersendiri.

addCustomPlayer('14j6rrt7ypo2j1cwcnagk4icdb', '', '', 620, 540, 'perf14j6rrt7ypo2j1cwcnagk4icdb', 'eplayer4', {age:1407083890734});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics