CATATAN: Pekan Manis Untuk Tim Non-Unggulan Di Kualifikasi Euro 2016

Deretan tim non-unggulan mencatatkan hasil yang terbilang manis, demi mewujudkan impian mereka mentas di putaran final Euro 2016, Prancis.

OLEH AHMAD REZA HIKMATYAR Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Matchday keempat babak kualifikasi Euro 2016 sudah selesai digelar akhir pekan lalu. Jika kita hanya melihat deretan hasil yang diraih tim-tim besar, macam Jerman, Spanyol, Belanda, bahkan Italia, nyaris tak ada kejutan berarti yang hadir di sana.

Namun mari kita tilik klasemen sementara setiap grup. Ya, nama-nama negara sepakbola yang disebut di atas nyatanya tak ada yang jadi pemuncak grup! Hingga pertandingan terakhir, justru tim-tim non-unggulan yang malah berjaya.

Hal itu makin terlihat manis manakala di pekan ini, sejumlah momen sensasional mampu dihadirkan oleh sederet tim gurem yang kerap jadi bulan-bulanan. Dan keajaiban yang mampu mereka hadirkan, makin menegaskan bahwa sepakbola memang tak bisa ditebak!

Israel puncaki Grup B dengan kesempurnaan

Semuanya dimulai dari Grup A, ketika kebangkitan sepakbola Republik Ceska ditegaskan dengan kemenangan tipis 2-1 atas Islandia. Torehan itu membuat tim asuhan Pavel Vrba kokoh di puncak klasemen, lewat poin sempurna dari empat laga yang sudah dilakoni. Mereka mengungguli tim favorit grup, Belanda, yang tertinggal jauh enam poin.

Beranjak ke Grup B, hasil-hasil di luar dugaan lebih terpapar tegas. Siapa yang menyangka jika kini Israel bisa memuncaki grup dengan poin sempurna dari tiga laga. Dalam partai terbaru, The Holy XI membantai tim anggota Piala Dunia 2014, Bosnia-Herzegovina, lewat skor telak 3-0!

Dua tim non-unggulan lainnya, yakni Wales dan Siprus juga meraih hasil positif. Tim yang disebut pertama mampu memetik satu poin lewat hasil imbang tanpa gol di kandang negara yang tengah diperkuat oleh generasi emasnya, Belgia. Sebiji poin itu cukup untuk menjaga asa Gareth Bale cs melenggang ke putaran final Euro 2016, dengan menempati posisi runner-up grup.

Sementara Siprus secara luar biasa mencatatkan kemenangan besar 5-0 atas Andorra. Selain mendongkrak posisi mereka ke peringkat tiga klasemen sementara, skor telak itu jadi kemenangan terbesar sepanjang sejarah sepakbola Siprus di turnamen Eropa.

"Saya bangga bisa mencetak gol debut untuk timnas dan berlanjut dengan gol-gol lainnya. Kemenangan seperti ini sungguh membanggakan, tapi kami harus tetap berpijak di bumi. Tak akan ada lagi partai semudah ini di laga-laga selanjutnya," tutur striker Siprus, Georgios Efrem, yang sukses mencetak hat-trick.

Gibraltar klaim lebih hebat dari Brasil!

Di Grup C fenomena kedigdayaan Slowakia terus berlanjut. Bertandang ke markas Makedonia, Marek Hamsik cs tetap mampu menjaga kesempurnaan lewat kemenangan 2-0. Hasil ini tetap menjaga jarak mereka dengan juara bertahan Euro, Spanyol, yang juga menang atas Bulgaria.

"Saya sangat senang dengan kemenangan ini. Performa para pemain kami sungguh luar biasa! Kami ingin mengukir lukisan indah dengan lolos ke Euro 2016 dan membuat warga Slowakia tersenyum," tutur nakhoda Slowakia, Jan Kozak, selepas laga.

Sementara di Grup D, satu kejutan terjadi saat negara debutan, Gibraltar, 'hanya' kalah 4-0 dari juara Piala Dunia 2014, Jerman! Ya, jika di tiga laga sebelumnya mereka selalu kalah dengan jumlah di atas lima gol, kini tim yang hanya dihuni dua pesepakbola profesional itu sudah 'belajar bagaimana caranya bertahan'.

Sebelum laga kiper Gibraltar, Jordan Perez, sempat berkata, "Kepuasan adalah ketika kami kalah tidak lebih dari tujuh gol dari Jerman. Itu artinya kami adalah tim yang lebih baik dari Brasil!". Hal itu jadi kenyataan dan keesokan harinya media setempat langsung memasang headline, "Gibraltar di Atas Brasil!"

San Marino akhiri mimpi buruk 61 kekalahan beruntun

Masuk ke Grup E, sejarah hadir manakala tim yang gemar jadi bulan-bulanan lawan, San Marino, mencatatkan poin pertama dalam sejarah keikutsertaan mereka di kualifikasi Euro, pasca sukses menahan imbang Estonia lewat skor kacamata.

Hasil itu menggemparkan persepakbolaan San Marino, karena sejak keikutsertaan mereka di kualifikasi Euro 1992, tak sebiji poin pun yang mampu diraih. Torehan satu poin itu sekaligus mengakhiri rentetan 61 kekalahan beruntun, milik tim yang kini diasuh oleh Pierangelo Manzaroli tersebut!

"Saya telah menunggu hasil ini selama 11 tahun. Kami sejatinya kecewa dengan beberapa kesempatan yang gagal dimanfaatkan, tapi cukup puas. Kami ingin mendedikasikan hasil ini kepada almarhum Federico Crescentini, mantan pemain timnas beberapa tahun lalu. Kami terus mencari hasil ini dan akhirnya tercapai," ungkap Andy Selva, kapten San Marino.

Gol semata wayang Joan Simun Edmundsson menangkan Kepulauan Faroe

Hasil yang tak kalah menggemparkan juga terjadi di Grup F. Sang juru kunci, Kepulauan Faroe, tanpa disangka mampu menaklukkan juara Euro 2004, Yunani, lewat skor tipis 1-0 di stadion angker, Karaiskakis Stadium! Kemenangan sensasional tersebut bahkan membuat pelatih Yunani, Claudio Ranieri, dipaksa untuk meninggalkan jabatannya.

Hasil tersebut amat disyukuri palatih Faroe, Lars Olsen, setelah timnya tak pernah menang dalam 16 duel kompetitif terakhir. "Kemenangan ini adalah kemenangan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Mereka, para penggawa kami bermain luar biasa dan pantas mendapat penghargaan," tutur sang arsitek kegirangan, usai laga.

"Saya tak bisa berkata-kata atas kekalahan ini. Kepulauan Foroe pantas meraih kemenangan karena mereka bermain lebih baik dan mencatatkan peluang mencetak gol lebih banyak," ujar Ranieri, sesaat sebelum dirinya resmi dipecat.

Meski menang Faroe masih terjerembab di peringkat kelima klasemen sementara, terpaut tujuh poin dari sang pemuncak, Rumania, yang juga menunjukkan kebangkitan sepakbolanya. Selepas era George Hagi dan Christian Chivu, Tricolorii perlahan bangun dari keterpurukan, dan kini jadi penguasa Grup F dengan koleksi sepuluh poin dari empat laga. Impian mereka untuk kembali ke Euro kini samar-samar tampak.

Sementara di Grup G, tuan rumah Euro 2008, Austria berhasil meraih kemenangan sulit atas tim kuat, Rusia, lewat skor ketat 1-0. Hasil itu sekaligus mempertahankan status mereka sebagai pemuncak grup, dengan torehan sepuluh poin dari empat laga.

Dengan momentum gemilang tersebut, David Alaba cs jelas tak ingin menyiakan peluang mereka lolos ke turnamen bergengsi secara 'murni', setelah terakhir dilakukan pada Piala Dunia 1998.

Malta sukses raih poin di partai tandang

Beralih ke Grup H, Malta yang tampil apik saat hanya kalah 1-0 dari Italia, menunjukkan progres yang terus menanjak. Dalam duel terbarunya, mereka secara elegan mampu menahan Bulgaria lewat skor 1-1 dalam partai tandang. Meski tak memberi efek berarti, hasil itu setidaknya menghindarkan The Knights dari posisi juru kunci.

"Kami jelas pantas mendapatkan hasil imbang ini, menilik permainan yang kami suguhkan. Kami memberikan yang terbaik dan satu poin ini sungguh menyegarkan. Hasil ini bisa membangkitkan kami di laga-laga selanjutnya," tutur Clayton Failla, sang pencetak gol tunggal Malta.

Kejutan pamungkas di Grup I dihadirkan oleh Denmark. Nicklas Bendter cs mampu meraih kemenangan tandang, dalam partai tertutup hadapi tim kuat, Serbia, lewat skor 3-1. Kemenangan itu mengatrol posisi tim asuhan Morten Olsen hingga ke puncak klasemen dengan tujuh poin, mengungguli tim favorit, Portugal.

Ya, menilik hamparan hasil-hasil yang tak terprediksi di atas, rasanya tepat jika presiden UEFA, Michel Platini, menambah peserta Euro 2016 menjadi 24 tim. Keraguan akan pagelaran yang tak kompetitif, sudah dijawab oleh para tim non-unggulan, sekaligus menegaskan jika kekuatan sepakbola di Benua Biru kini semakin merata.

addCustomPlayer('u2wjt2vbhosf1cz4captouqjq', '', '', 620, 540, 'perfu2wjt2vbhosf1cz4captouqjq', 'eplayer4', {age:1407083473877});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics