Catatan Pemecatan Manajer Liga Primer Inggris Sepanjang Desember

Louis van Gaal terancam menjadi manajer Liga Primer Inggris ke-24 yang kehilangan jabatan pada bulan Desember.

Pada pekan terakhir Desember ini, Louis van Gaal mengusung misi memperpanjang masa jabatan sebagai manajer Manchester United dengan meraih hasil memuaskan.

Pertandingan melawan Stoke City pada Boxing Day, Sabtu (26/12) mendatang, diyakini sebagai pertaruhan terakhir Van Gaal. United melalui enam pertandingan di semua ajang tanpa kemenangan. Tersingkir dari Liga Champions dan permainan membosankan menjadi dosa terbesar Van Gaal musim ini. Kekalahan dari Norwich City di Old Traffod pekan lalu, kekalahan ketiga beruntun United, kian memperburuk situasi manajer asal Belanda itu.

Jika dipecat, Van Gaal menyusul jejak Garry Monk dan Jose Mourinho yang telah lebih dahulu kehilangan jabatan Desember ini. Monk dicopot Swansea City setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dalam 12 pertandingan terakhirnya. Mourinho dipecat karena Chelsea terperosok tiga poin mendekati zona degradasi.

Melihat catatan sejak Liga Primer Inggris bergulir pada 1992/93 silam, sebanyak 23 manajer kehilangan jabatan pada bulan Desember. Jumlah itu sudah termasuk Monk dan Mourinho. Dari jumlah tersebut, empat manajer mengundurkan diri dari jabatan. Mereka adalah Howard Kendall, John Lyall, Frank Clark, dan terakhir Roy Keane.

Latar belakang lengsernya para manajer ini tidak melulu berupa pemecatan yang gamblang. Bryan Robson kehilangan kendali secara de facto di kamar ganti setelah Middlesbrough memutuskan menunjuk Terry Venables sebagai pelatih kepala musim 2000/01. Robson tetap menjabat sebagai manajer hingga akhirnya mengundurkan diri Juni tahun berikutnya.

Kisah tak menyenangkan lain dialami Steve Clarke. Pertengahan musim 2013/14, direksi West Bromwich Albion memberikannya "cuti berkebun" hingga kompetisi selesai. Istilah "cuti berkebun" jamak digunakan dunia ketenagakerjaan Inggris untuk merujuk pada status penangguhan seorang karyawan. Artinya, karyawan tersebut tidak mengundurkan diri maupun dipecat, melainkan menjalani sanksi dari perusahaan. Pada musim yang sama, empat manajer sekaligus kehilangan jabatan sepanjang Desember 2013.

Mayoritas mutasi manajer Liga Primer sepanjang Desember dialami para manajer asal Britania Raya. Martin Jol menjadi manajer asing pertama yang kehilangan jabatan di bulan ini disusul kemudian oleh Andre Villas-Boas dan Mourinho. Pemecatan Van Gaal, jika jadi dipecat, akan menciptakan siklus pemecatan manajer asal Belanda dan Portugal pada Desember.

Pemecatan atau pengunduran diri manajer Liga Primer sepanjang Desember biasanya dipicu performa buruk klub yang ditangani. Banyak klub papan tengah ataupun yang sedang terancam degradasi mengambil keputusan pergantian manajer pada bulan ke-12 ini. Namun, ada pula pemecatan Desember yang mengejutkan publik. Musim 2010/11, Chris Hughton kehilangan posisi manajerial Newcastle United meski mendapat dukungan pemain dan para fans.

Nah, akankah Van Gaal menjadi manajer Liga Primer ke-24 yang kehilangan jabatan di bulan Desember? Melihat catatan tanggal pemecatan secara spesifik, hanya dua kali pemecatan dilakukan usai hasil buruk saat Boxing Day. Hal itu dialami oleh Malky Mackay dan Neil Warnock. Dua klub yang ditangani dua manajer ini, Cardiff City dan Crystal Palace, saat itu sedang terseok-seok di zona degradasi.

Atau mungkinkah pemecatan terjadi saat malam Natal? Jika demikian, Van Gaal mengulangi nasib nahas Les Reed yang tampil sepintas di Liga Primer bersama Charlton Athletic, sembilan tahun lalu. Mengilas balik lebih jauh lagi, cerita tragis Derek Dooley kembali terbayang.

Dooley adalah pemain yang terpaksa pensiun dalam usia 22 tahun karena kakinya diamputasi dan beberapa tahun kemudian menangani eks klubnya, Sheffield Wednesday. Malam Natal 1973, Dooley diajak rapat oleh direksi klub. Alih-alih mendapat kado Natal atau permintaan dana transfer pemainnya dikabulkan direksi, Dooley malah dipecat. Dooley kemudian pindah mengabdi di klub rival sekota, Sheffield United, dan tutup usia pada 2008. Untuk menghormatinya, Sheffield United mendirikan patung Dooley di Stadion Bramall Lane.

DAFTAR MANAJER EPL YANG LENGSER DESEMBER

Howard Kendall (Everton - 4 Desember 1993)

John Lyall (Ipswich Town - 5 Desember 1994)

Frank Clark (Nottingham Forest - 19 Desember 1996)

Bryan Robson (Middlesbrough - 6 Desember 2000)

Steve Widgley (Southampton - 10 Desember 2004)

Alan Pardew (West Ham United - 11 Desember 2006)

Les Reed (Charlton Athletic - 24 Desember 2006)

Lawrie Sanchez (Fulham - 21 Desember 2007)

Roy Keane (Sunderland - 4 Desember 2008)

Paul Ince (Blackburn Rovers - 16 Desember 2008)

Mark Hughes (Manchester City - 19 Desember 2009)

Gary Megson (Bolton Wanderers - 30 Desember 2009)

Chris Hughton (Newcastle United - 6 Desember 2010)

Sam Allardyce (Blackburn Rovers - 13 Desember 2010)

Martin Jol (Fulham - 1 Desember 2013)

Steve Clarke (West Bromwich Albion - 14 Desember 2013)

Andre Villas-Boas (Tottenham Hotspur - 16 Desember 2013)

Malky Mackay (Cardiff City - 27 Desember 2013)

Nigel Adkins (Reading - 15 Desember 2014)

Neil Warnock (Crystal Palace - 27 Desember 2014)

Alan Irvine (West Bromwich Albion - 29 Desember 2014)

Garry Monk (Swansea City - 9 Desember 2015)

Jose Mourinho (Chelsea - 17 Desember 2015)

*daftar ini tidak menghitung caretaker manager yang mengakhiri periode jabatan sementaranya di bulan Desember.