CATATAN: Pertaruhan Robin Van Persie Memilih Fenerbahce

Tak lagi menjadi pilihan utama Manchester United, Robin van Persie memilih hijrah ke Fenerbahce. Keputusan yang tepat?

Berakhir sudah petualangan panjang Robin van Persie di Liga Primer Inggris setelah menerima pinangan Fenerbahce untuk bergabung dengan durasi kontrak selama empat tahun plus kompensasi transfer £4,7 juta buat Manchester United.

Umumnya, pecinta Liga Primer punya dua pendapat yang saling berseberangan tentang Van Persie. Satu kelompok memandang Van Persie adalah sosok pengkhianat yang menanggalkan loyalitas demi mengejar kejayaan pribadi. Kelompok kedua berterima kasih kepada Van Persie atas terwujudnya impian mereka melihat gelar liga ke-20 tersimpan di lemari koleksi trofi.

Lalu, apa pendapat kedua kelompok tersebut ketika pemain yang akan berusia 32 tahun bulan depan itu akhirnya memutuskan meninggalkan gemerlap Liga Primer dan hijrah ke Super Lig Turki?

Van Persie berstatus sebagai pemain paling subur di Liga Primer sejak awal musim 2010/11 dengan catatan 96 gol. Tapi, tak bisa dimungkiri musim lalu bukanlah musim yang ingin dikenang Van Persie dalam catatan kariernya. Penampilannya sudah jauh menurun jika dibandingkan dengan dua musim pertama bersama United.

Van Persie menciptakan sensasi besar ketika menanggalkan seragam Arsenal pada musim panas 2012 dan hijrah ke Old Trafford. Sir Alex Ferguson menyambutnya dengan suka cita. Banderol transfer sebesar £24 juta seperti bonus dalam upaya United mengejar cita-cita titel juara liga ke-20. 

"Saya selalu mendengarkan lelaki kecil di dalam diri saya dalam situasi seperti ini, ketika kita harus membuat keputusan sulit dalam hidup. Apa yang diinginkan si lelaki kecil itu?" ungkap Van Persie dalam kutipannya yang terkenal saat itu. "Lelaki kecil itu berteriak Manchester United."

Lelaki kecil itu memilih Manchester United untuk meraih titel gelar juara liga yang didambakan.

Terbukti musim 2012/13 United sukses menjadi juara dan Van Persie melengkapinya dengan mengemas hat-trick ke gawang Aston Villa dalam laga penentuan. Total Van Persie melesakkan 26 gol dan tampil 38 kali pada musim debutnya. Namun, impian indah Van Persie di Theatre of Dreams perlahan sirna seiring keterkejutannya mengetahui keputusan Ferguson untuk pensiun. 

Musim berikutnya, Van Persie terang-terangan menyerang metode latihan David Moyes yang dinilai ketinggalan zaman. Cedera kian menyulitkan performa Van Persie. Beruntung dia cukup bugar untuk tampil di Piala Dunia Brasil dan membantu Belanda meraih medali perunggu.

Usai Piala Dunia, karier Van Persie dinilai bakal kembali terangkat. Pasalnya, United menunjuk Louis van Gaal sebagai juru taktik. Hubungan mesra keduanya saat bekerja sama di Oranje menjadi alasan logis membenarkan prediksi tersebut. Dalam laga uji coba di Jakarta, Juni dua tahun lalu, dengan berani Van Gaal mencopot ban kapten Wesley Sneijder dan memberikannya kepada Van Persie.

Kenyataannya tidak demikian. Performa Van Persie usai Piala Dunia malah menukik. Kepercayaan Van Gaal seringgit dua kepang. Van Persie dinilai tidak fit, kehilangan kecepatan, dan naluri predatornya di kotak penalti lawan tak lagi menakutkan lawan. Dalam 27 kali penampilan musim lalu, sang pahlawan gelar ke-20 hanya melesakkan sepuluh gol.

Ekspresi kekecewaan Van Gaal diungkapkan secara terbuka setelah menyaksikan buruknya performa Van Persie menghadapi Arsenal, November lalu.

"Kontaknya dengan bola bisa dihitung dan menurut saya 13 kali terlalu minim," tukasnya. Van Persie hanya bermain 75 menit dalam pertandingan itu.

Penampilan terakhir Van Persie sebagai pemain inti United terjadi pada pertandingan melawan West Bromwich Albion, awal Mei lalu, dan dia gagal menjaringkan eksekusi penalti untuk menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan.

Cerita musim panas yang indah di Brasil tak terulang di Old Trafford.

Performa buruk musim 2014/15 menghanyutkan Van Persie dalam pikiran yang terombang-ambing.

"Euro 2016 akan menjadi faktor yang besar dalam menentukan pilihan saya," bilangnya. "Tapi yang paling penting adalah restu dari istri dan anak-anak saya."

Sebuah krisis di pengujung karier Van Persie. Jika Anda menatap sebuah kejuaraan besar berskala internasional dalam setahun ke depan, mana yang akan Anda pilih: tetap bertahan di United meski tanpa jaminan memperoleh tempat reguler atau justru merangkul kesempatan bergabung di pelabuhan berikutnya?

Keputusan di tangan Van Persie. United tidak memberikan sinyal Van Persie harus pergi, tetapi Van Gaal juga enggan memberikan jaminan bermain reguler. Bagi Van Persie, ini sebuah pengkhianatan. Cerita indah yang mereka bangun di Brasil tepat setahun lalu rusak gara-gara tidak ada dukungan yang diberikan Van Gaal buatnya.

Tawaran Fenerbahce adalah solusi tepat untuk memecahkan dilema yang sedang dihadapinya. Dengan gaji kisaran £250 ribu per pekan di United, klub Inggris lain dan juga klub-klub top Eropa harus berpikir ulang mengeluarkan biaya yang sama untuk pemain berusia di atas 30 tahun.

Kegagalan penalti menghadapi West Bromwich adalah puncak highlight penampilan Van Persie musim 2014/15.

Rekomendasi Fenerbahce dan liga Turki dikantunginya dari Dirk Kuyt dan Sneijder. Di Eropa, klub-klub Turki juga terbilang kompetitif. Fenerbahce pernah menembus semi-final Liga Europa dua musim lalu serta catatan terbaik mereka di Liga Champions adalah mencapai perempat-final musim 2007/08.

Klub berjuluk Kenari Kuning itu menunjukkan ambisi tinggi dalam merebut kembali kejayaan di level domestik. Langkah awal dimuali dengan penunjukan Vitor Pereira sebagai pelatih plus direktur olahraga Giuliano Terraneo. Anggaran mencapai US$27 juta lalu disediakan guna mendatangkan Luis Nani, Simon Kjaer, Fernandao, Sener Ozbayrakli, Abdoulaye Ba, Fabiano Ribeiro, dan termasuk Van Persie sendiri. Ramires bahkan sedang didekati direktur olahraga Giuliano Terraneo. Ditambah materi pemain seperti Diego Ribas, Bruno Alves, Raul Meireles, dan Volkan Demirel, Fenerbahce pantas menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah domestik maupun Eropa.

Setiba di Istanbul, Van Persie disambut gegap gempita oleh pendukung Fenerbahce selayaknya pahlawan perang. Padahal proses transfer masih harus merampungkan tes medis. Namun, semuanya berjalan mulus dan Fenerbahce resmi mengumumkan kedatangan Van Persie, Selasa (14/7) malam.

Van Persie langsung melontarkan ambisi di klub barunya. "Saya berjanji satu hal. Saya akan melakukan segenap kemampuan untuk membantu Fenerbahce memenangkan trofi sebanyak-banyaknya agar kalian bahagia karena apa yang saya lihat hari ini, saya hanya bisa membayangkan apa jadinya jika kita berhasil memenangkan liga. Saya harap bisa membagi pengalaman itu bersama kalian."

Janji manis sudah ditebar. Pendukung Fenerbahce dimabuk euforia Van Persie. Toko cabang resmi Fenerbahce di Belanda mendadak kelimpahan pengunjung. Fenerbahce bergairah.

Pemegang rekor gol terbanyak di timnas Belanda ini menatap penampilan impresif di Euro 2016.

Tapi, apakah Fenerbahce dapat menjadi jembatan harapan yang tepat bagi Van Persie agar tampil impresif di Euro tahun depan? Meragukan. Usai Piala Dunia, Van Persie hanya mampu mencetak dua gol dalam enam penampilan bersama Belanda. Sebagai catatan, Van Persie menjadi topskor kualifikasi Piala Dunia 2014 dengan membungkus 11 gol hanya dalam sembilan penampilan.

Melihat faktor kebugaran dan penurunan performa, sulit bagi Oranje untuk terus menjadikan Van Persie sebagai tumpuan utama. Bahkan dalam tiga penampilan internasional terakhirnya, mantan pelatih Guus Hiddink memilih menduetkannya dengan Klaas-Jan Huntelaar di depan. Sepanjang lima tahun terakhir, memasangkan Van Persie dan Huntelaar ibarat pekerjaan memindahkan gunung bagi siapapun yang menjadi pelatih timnas Belanda.

Mengikuti perjalanan kariernya dari musim ke musim, ketimbang tampil hebat serta mengemas gol dari pekan ke pekan, Van Persie lebih membutuhkan kebugaran untuk tampil baik di Prancis tahun depan. 

Apalagi dengan usia tak lagi muda, Van Persie semestinya mempertimbangkan pergeseran peran sebagai panutan dan pemberi pengaruh dalam tim. Bukan lagi protagonis utama. Bukankah striker legendaris Belanda seperti Dennis Bergkamp dan Ruud van Nistelrooy mengadaptasi gaya bermain mereka ketika seusia Van Persie saat ini?

Lelaki kecil dalam diri Van Persie kini memilih Fenerbahce dan kepindahan ini akan menjadi pertaruhan terakhir reputasinya sebagai striker top kelas dunia.

Van Persie sudah disambut gegap gempita pendukung Fenerbahce meski belum turun bertanding.