CATATAN Piala Dunia 2014: Liga Primer Inggris, Waspadai Louis Van Gaal!

Louis van Gaal berhasil membuktikan diri sebagai pelatih yang cerdas dari segi taktik maupun manajerial tim.

OLEH AGUNG HARSYA Ikuti @agungharsya di twitter

Belanda menutup penampilan Grup B Piala Dunia 2014 dengan hasil sempurna dari tiga pertandingan, Senin (23/6) sore waktu Brasil, meski di awal turnamen hampir tidak ada yang berharap mereka mampu lolos dari persaingan grup tersebut.

Ledakan Belanda sudah terjadi di laga awal ketika melibas sang juara bertahan Spanyol, 5-1. Seperti yang banyak dibahas pecinta sepakbola dunia, sundulan cantik kapten Robin van Persie mengawali kebangkitan permainan Belanda. Pertandingan kedua melawan Australia berjalan lebih alot. Tim Cahill dan penalti Mile Jedinak membuat jantung pendukung Oranje berdegup kencang.

Namun, kehadiran Memphis Depay memberikan perbedaan. Tampil sebagai pemain pengganti di akhir babak pertama setelah cedera yang menimpa Bruno Martins Indi, pemain muda PSV Eindhoven itu menyumbangkan satu assist dan satu gol untuk kemenangan timnya 3-2.

Di pertandingan terakhir, Belanda bermain sabar dan licik. Cili, yang tampil ganas saat melibas Australia dan Spanyol, berhasil dijinakkan 2-0 berkat dua gol pemain pengganti ketika pertandingan tersisa 13 menit. Leroy Fer memecah kebuntuan lewat gol sundulan kepala dan Depay memungkas keunggulan Belanda setelah memanfaatkan umpan silang Arjen Robben.

Tiga pertandingan, tiga kemenangan. Louis van Gaal sejauh ini berhasil membuktikan diri pantas memimpin sebuah tim di turnamen seketat Piala Dunia. Ketika Belanda mengganti formasi menjadi 5-3-2 di awal turnamen akibat cedera Kevin Strootman, banyak yang menganggap sang pelatih telah melupakan janjinya memeragakan "sepakbola mazhab Belanda" di Piala Dunia.

Van Gaal jalan terus. Van Gaal tidak malu-malu mengakui taktik yang diusungnya di Brasil adalah sepakbola reaksioner. Sepakbola yang menunggu lawan membiarkan celah terbuka di pertahanan sendiri untuk dimanfaatkan penyerang cerdik seperti Van Persie dan Robben.

Van Gaal juga tidak peduli dengan catatan statistik pertandingan. Belanda tercatat selalu kalah dalam jumlah penguasaan bola, serta mencatat pelanggaran yang tinggi, dalam setiap penampilan di Grup B. Tapi, keputusan taktik Van Gaal terbukti tepat. Spanyol digilas habis dengan formasi 5-3-2. Ketika taktik tersebut tidak berjalan lancar melawan Australia, Van Gaal ganti menerapkan formasi 4-3-3 di babak kedua. Perubahan taktik kembali dilakukan Van Gaal dengan meminta barisan belakang tim bermain sabar meladeni Cili serta menurunkan Dirk Kuyt sebagai bek sayap kiri!

Pada akhirnya Belanda meraih tiga kemenangan dengan rekor gol 10-3.

"Anda harus bermain sesuai dengan keunggulan yang Anda miliki. Segalanya soal menang. Saya memilih sistem yang bisa membantu saya meraih kemenangan," ujar Van Gaal membeberkan pendekatan pragmatis yang digunakannya dalam turnamen ini.

Bermain di bawah iklim Brasil yang panas, Belanda tentu harus bermain cerdik dan pragmatis. Salah satunya dengan banyak menerapkan permainan bola-bola panjang. Tapi tidak sekadar pragmatis, tentu saja. Performa Belanda dalam tiga penampilan mereka di Grup B adalah buah dari kematangan Van Gaal, baik dari segi taktik maupun kelihaian manajerial.

Banyak media yang menyoroti perilaku skuat Belanda di luar lapangan. Van Persie merayakan gol terbangnya ke gawang Iker Casillas dengan mendatangi Van Gaal dan bangku cadangan tim. Para pemain muda seperti Georginio Wijnaldum, Fer, Depay, bahkan bek belia seperti Terence Kongolo yang baru mencatat rekor penampilan 23 kali di Eredivisie, diserahi kepercayaan.

Van Gaal pandai memotivasi anak-anak asuhnya. Performa Wesley Sneijder kembali meningkat meski setahun belakangan didera kritik dari sang pelatih. Komentarnya menuding konspirasi FIFA untuk menguntungkan tuan rumah Brasil tak lebih dari sekadar taktik psikologis. Van Gaal ingin memindahkan tekanan yang saat ini diemban para pemainnya ke topik lain.

Manchester United tentu saja menjadi pihak yang paling gembira dengan keberhasilan pendekatan Van Gaal di Piala Dunia sejauh ini. United telah memastikan penunjukan Van Gaal sebagai manajer baru mereka sebelum turnamen berlangsung. Sebelum musim digelar saja sudah banyak yang memuji penunjukan tersebut. Van Gaal dianggap memiliki kapabilitas paling mendekati manajer legendaris United, Sir Alex Ferguson.

Di luar itu, Van Gaal memiliki atribusi penting yang dapat mengembalikan performa top United. Van Gaal punya hubungan baik dengan Van Persie - bahkan sang striker digadang-gadang sebagai calon kapten baru United. Pendekatan motivasi Van Gaal tentu sangat dibutuhkan United untuk mengangkat penampilan buruk mereka musim lalu.

Satu lagi, pemain-pemain muda United boleh berharap mendapat kesempatan lebih untuk tampil di skuat utama. Para pemain andalan Barcelona dan Bayern Munich adalah beberapa bukti keberanian Van Gaal menggunakan para pemain muda.

Jadi, fans liga Inggris, bersiap lah menyambut musim kompetisi yang penuh warna bersama Van Gaal!

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics