CATATAN: Real Madrid Di Ambang Bencana?

Tantangan baru, kisah serupa; Carlo Ancelotti sekarang menatap tantangan musim lalu dengan skala yang lebih besar.

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitter

Awan di atas Estadio Santiago Bernabeu di ibu kota mendung, Real Madrid dalam tekanan berat setelah hasil kurang menyenangkan di awal La Liga Spanyol 2014/15.

Senyum loyalis Blancos menyambut kedatangan Keylor Navas, Toni Kroos dan James Rodriguez langsung tersapu oleh hengkangnya Angel D Maria dan Xabi Alonso. Bagaimana tidak, dua pemain yang hijrah ke Manchester United dan Bayern Munich tersebut adalah pilar kesuksesan tim mengangkat trofi Copa del Rey dan Liga Champions beberapa bulan lalu.

Seperti musim sebelumnya pada episode penjualan Mesut Ozil ke Arsenal, keraguan langsung menyeruak tetapi yang terjadi sekarang ini dalam gelombang yang lebih besar dan rasa pahit makin mendalam karena Ozil begitu gemilang saat mengawali petualangan bersama Arsenal.

Tahun ini tidak jauh berbeda, Angel Di Maria gemilang bersama Manchester United begitu juga dengan Xabi Alonso di Jerman. Fans El Real merana, dua bintang yang dahulu begitu mereka puja sekarang cemerlang dengan kostum yang berbeda. Tetapi apakah memang tidak ada sisi positif yang bisa diambil dari stok skuat Ancelotti musim ini?

Dari sembilan poin kemungkinan pasukan Los Vikingos hanya sanggup mengamankan tiga angka berkat kemenangan dari Cordoba namun mereka terkapar di tangan Real Sociedad di Anoeta 4-2 dan yang terkini kekalahan memalukan di markas sendiri dari Atletico Madrid dengan skor 2-1.

Gelombang nada pesimistis kembali menghampiri Bernabeu dan untuk membuat situasi lebih dramatis sejumlah fans meneriakkan tuntutan mundur presiden Florentino Perez di pertandingan derby Madrid.

Kita kembali lagi ke akhir kompetisi 2013/14, berapa banyak loyalis Blancos yang masih merasa kehilangan Mesut Ozil dan menyanjung namanya ketika tim kesayangan mereka mengangkat trofi Liga Champions sekaligus mengakhiri ambisi La Decima? Langkah yang disebut keliru itu tak lagi disinggung, semua larut dalam euforia kegembiraan dan semua ini tercipta karena satu nama di balik layar, Carlo Ancelotti.

Musim lalu pelatih Italia sanggup menemukan keseimbangan tim. Ciri khas serangan balik yang selama ini melekat pada Los Merengues di bawah polesan Jose Mourinho dalam hitungan beberapa bulan bisa digerus. Madrid sanggup tampil cantik sekaligus kokoh saat bertahan.

Proses transisi dari bertahan ke menyeranga atau sebaliknya yang begitu mulus dijalankan Alonso dan Di Maria sekarang berada di tangan Kroos dan Rodriguez. Berbicara terbuka, rasanya terlalu kejam jika menyebut performa dua bintang anyar Madrid berada di bawah rata-rata karena akan lebih tepat, mereka masih butuh adaptasi dengan gaya dan rekan baru.

Bagaimana mungkin menyebut Kroos tidak sanggup memainkan peran ketika akurasi umpannya di tiga laga liga El Real bertahan di angka minimal 90 persen? Pasal juga berlaku untuk performa Rodriguez yang tidak pernah mendapat angka di bawah tujuh dalam rating performa lansiran whoscored.

STATISTIK JAMES RODRIGUEZ & TONI KROOS

Lalu apa yang terjadi pada Madrid? Bagaimana bisa tim bertabur bintang harus menelan dua kekalahan beruntun? Jawabannya mudah saja, seperti di awal musim lalu Ancelotti wajib menemukan keseimbangan tim seperti diakui langsung oleh sang pelatih.

El Real memang kalah dari Atletico tetapi jelas peningkatan performa terlihat jika dibandingkan dengan aksi di Anoeta terutama di babak pertama. Sayangnya Real gagal memperlihatkan intesitas dan kecepatan sama di paruh kedua hingga dimanfaatkan dengan baik oleh Atletico.

Performa menjanjikan itu masih ada, sistem El Real seperti yang diakui sang pelatih tidak rusak dengan stok pemain yang ada sekarang.

“Tidak ada yang salah dengan sistem. Kami hanya kurang intensitas bermain. Ini bukan awal yang baik, tapi ini juga baru awal musim. Kami akan segera memperbaikinya.”

Ini baru awal musim, Ancelotti dihadapkan pada masalah sama yang pernah dia lewati dengan baik tahun lalu dan berujung bertambahnya dua trofi di Santiago Bernabeu.

Real Madrid di ambang bencana? Tidak, masih ada harapan yang bisa diwujudkan di masa lalu.

Sedikit saja sentuhan kekompakan di lini depan plus peningkatan saat bertahan terutama di set-piece bola-bola silang, rasanya senyum manis loyalis Blancos bisa kembali dan untuk mewujudkan hal itu, Ancelotti butuh waktu plus ketenangan bekerja di Bernabeu seperti yang dia dapatkan tahun lalu.

addCustomPlayer('16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', '', '', 620, 540, 'perf16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', 'eplayer4', {age:1407056178000});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics