CATATAN: Real Madrid Harus Mengulang Lagi Dari Awal

Kekalahan 4-2 Los Blancos dari Real Sociedad memperlihatkan kelemahan tim, hanya tiga bulan setelah memenangkan La Decima.

ANALISIS: BEN HAYWARD PENYUSUN GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitter

Menjanjikan. Real Madrid begitu cantik dengan warna pink yang disempurnakan dengan keunggulan dua gol atas Real Sociedad di Anoeta. Sayang berikutnya bencana datang, tuan rumah membalas empat gol hingga Los Blancos terkapar.
Madrid beraksi tanpa Cristiano Ronaldo, superstar Portugal masih butuh waktu untuk pulih dari cedera lutut. Absennya Ronaldo nyaris tidak terasa karena Sergio Ramos menanduk bola untuk menghadirkan keunggulan tim yang ditambah sepakan apik Gareth Bale. Impresif! Skuat Carlo Ancelotti membuat salah satu laga tandang paling sulit di La Liga Spanyol terlihat mudah.

Tetapi setelah unggul dua gol, semua aksi pemain Madrid terlihat keliru. Pertama Inigo Martinez menjebol gawang dari jarak dekat dari situasi sepakpojok, kemudian David Zurutuza lepas dari pengawalan saat menyundul bola dan menyamakan skor sebelum babak pertama berakhir. Kinerja istimewa El Real musnah dan tidak ada yang harus disalahkan kecuali diri sendiri.

Alih-alih bangkit usai masa rehat Los Merengues malah semakin terpuruk. Zuruzuta bisa lepas dari kecararan Carvajal sementara posisi Ramos entah di mana hingga tidak bisa mencegah gol ketiga tuan rumah kemudian mantan striker Arsenal Carlos Vela memastikan derita Madrid.

Empat gol datang dari empat umpan silang, dua di antaranya dari situasi set-piece - bagi loyalis Los Vikingos, penyakit lama datang kembali. Dari semua gol yang melesak ke gawang Madrid, kiper Iker Casillas terpojok di garisnya. "Semua yang kami lakukan terlihat negatif," kata sang kapten. "Mengerikan."

Tidak ada bumbu namun bola mati adalah mimpi buruk bagi Real dan kepercayaan diri Casillas masih rapuh usai era Jose Mourinho saat dia disimpan di bench karena cedera lalu dicadangkan oleh juru taktik Portugal hingga musim berakhir di Santiago Bernabeu.

Tidak terlalu banyak komunikasi antara Casillas dan empat bek di depannya saat set-piece. Mengingat kegagalan tim melindungi diri di situasi seperti ini, bukan pilihan keliru andai menghadirkan kiper anyar Keylor Navas - kiper terbaik La Liga musim lalu untuk berdiri di bawah mistar gawang pada laga selanjutnya.

Situasi di lini tengah tidak kalah buruk. Setelah kehilangan Xabi Alonso dan Angel Di Maria ke Bayern Munich dan Manchester United pekan lalu, pasukan Carlo Ancelotti kurang menggigit di sektor ini. Dengan energi besar yang dimiliki, Di Maria selalu membantu serangan dan mau turun membantu pertahanan sementara pemain legendaris Basque dengan kemampuan dan kepribadiannya bisa menghadirkan keseimbangan sekaligus menjadi benteng pertama di area sendiri.

"Ini bukan masalah satu pemain, tetapi umum," kata Ancelotti setelah pertandingan. Tim kehilangan aksi fantastis di 30 menit pertama. Ketika sikap tepat menghilang, situasi tidak akan berubah meski Xabi bermain."

Tetapi Ancelotti mungkin lupa, Alonso bukan tipe pemimpin yang bakal membiarkan rekan satu timnya kehilangan akal, rapuh di hadapan lawan. Tanpa kehadirannya, Toni Kroos terlihat kurang nyaman dengan peran pivot pertahanan sementara Luka Modric dan Isco hanya menawarkan sedikit tambahan tenaga bagi empat bek sejajar.

Lebih jauh ke depan, Bale masih bekerja tanpa mengenal lelah dan mencetak gol indah tetapi James Rodriguez masih kesulitan beradaptasi sementara Karim Benzema kehilangan sentuhan terbaiknya.

Bursa transfer segera ditutup dan Madrid masih berharap bisa mendatangkan Javier Hernandez dengan status pinjaman dari Manchester United, pemain ini mungkin tidak akan terlalu mengubah kekuatan tim tetapi secara bisnis bisa meningkatkan penjualan di pasar Meksiko. Di luar ide ini sulit rasanya berharap Madrid membeli pemain anyar.

Ada sebuah pepatah mengatakan, 'jika tidak pecah, tak perlu diperbaiki', tetapi Florentino Perez tidak bisa berhenti beraksi. Kroos dan James adalah pemain top yang tidak bisa lagi diragukan kemampuannya tetapi mereka masih butuh waktu.

Kehadiran Di Maria dan Alonso di Bernabeu sebenarnya bisa memuluskan masa transisi tetapi mereka malah dilepas hingga Ancelotti kembali menghadapi pekerjaan rumah serupa seperti musim lalu yaitu menemukan keseimbangan tim.

Debut pelatih Italia di Spanyol yang berbuah La Decima merupakan debut pelatih tersukses dalam lebih dari satu dekade dan seharusnya diteruskan dengan menambah stabilitas, kekuatan dan ketenangan. Sebagai orang nomor satu klub top di dunia, Perez seharusnya tahu persis pentingnya sebuah pondasi kuat, tetapi kiprah Madrid di bursa transfer membuat mereka harus membangun lagi dari bawah. Masa depan yang pada awalnya terlihat cerah, sekarang mulai terasa tidak terlalu gemerlap.

addCustomPlayer('16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', '', '', 620, 540, 'perf16r3vbwcs9eb21m1q9qd9196id', 'eplayer4', {age:1407056178000});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics