CATATAN - Real Madrid: Segera Tutup Tahun, Serba Menyenangkan Di Santiago Bernabeu

Kembalinya Jese Rodrigues menyempurnakan senyuman setiap Madridistas di seluruh dunia melihat performa Real Madrid musim ini...

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitter
Dua kekalahan beruntun mengawali tiga pertandingan awal Real Madrid di La Liga Spanyol 2014/15. Kekalahan perdana mereka derita dari Real Sociedad di Anoeta (4-2) yang disusul dipermalukan tim tetangga Atletico Madrid di Santiago Bernabeu dengan skor 2-1.

Beruntung El Real punya pelatih sekaliber Carlo Ancelotti yang tahu persis bagaimana merancang sebuah tim jempolan di tengah-tengah kritikan yang melanda.

Akan tetapi, kekalahan dari Atletico Madrid justru seperti membangunkan macan yang sedang tidur. Deportivo La Coruna jadi korban perdana pembantaian Los Vikingos dengan skor 8-2, berikutnya Elche, Athletic, Levante, Granada, Rayo Vallecano dan Eibar digelontor empat atau lebih gol sementara Villarreal, Barcelona dan terakhir Eibar juga menderita minimal dua gol Real Madrid.

Keberhasilan El Real merangkai sepuluh kemenangan beruntun La Liga tak lepas dari kejelian pelatih Carlo Ancelotti yang berhasil menemukan keseimbangan pada tim.

Cap tim yang dikenal punya daya ledak tinggi saat melakukan serangan balik di era Jose Mourinho sanggup dipertahankan. Gol ke gawang Malaga di La Liga jadi bukti paling nyata di antara sederet episode serupa lainya. Meski demikian Ancelotti juga sanggup merangkai skema yang membuat El Real bisa memperlihatkan permainan sepakbola indah di atas lapangan.

Cristiano Ronaldo tetap jadi tokoh paling sentral kekuatan Madrid. Superstar Portugal ini bahkan bisa menunaikan tugas sebagai striker yang justru seringkali diduetkan dengan Gareth Bale. Sebuah formasi 4-4-2 dengan komposisi tidak biasa namun ampuh menghancurkan benteng pertahanan lawan.

Di awal kepindahannya, superstar muda James Rodriguez sering dipandang sebagai investasi masa depan bagi Real Madrid, namun kenyataannya gelandang serang asal Kolombia langsung memikat hati Madridista dengan sejumlah performa memikat plus torehan gol yang tercipta indah.

Peran Toni Kroos, Luka Modric dan Isco juga tidak bisa dianggap remeh. Bintang Kroasia bisa mempertahankan standar penampilan top seperti musim lalu dan semakin mengukuhkan posisinya di lini tengah sebelum mendapat cedera.

Sementara itu Kroos sempat diragukan bisa mengganti Xabi Alonso namun nyatanya peran galandang lebih ke dalam bisa dimainkan bintang Jerman yang sanggup merangkai persentasi akurasi umpan tertinggi di antara bintang-bintang Madrid lainnya. Torehan ini adalah bukti bagaimana Kroos jadi kekuatan khusus di lini tengah El Real.

Berbicara nama Isco, sang gelandang masa depan Spanyol, Madridista pasti tersenyum lebar. Tahun lalu Isco sempat berhadapan dengan dilema karena tidak mendapat peran natural di skema Don Carletto. Tetapi campur tangan pelatih Italia memang istimewa karena semenjak di 3/4 kompetisi musim lalu berjalan perkembangan Isco terus menanjak hingga sekarang. Main di sayap tak masalah bergeser ke tengah tetap merajalela.

Jika diperhatikan lebih seksama, menanjaknya performa Real Madrid yang sekarang jadi penguasa sementara klasemen La Liga tidak terlepas dari kehebatan Ancelotti meracik strategi yang bisa menampung tiga atau empat pemain kreatif sekaligus dalam satu kemasan. Ancelotti bagai konduktor yang mengetaui secara mendetail setiap bunyi orkestra yang dipimpinnya untuk kemudian mengarahkan dan mengatur semua hingga menghasilkan alunan musik indah nan berkelas untuk dinikmati.

Beralih ke sektor pertahanan, duet Pepe dan Sergio Ramos yang diapit Marcelo dan Dani Carvajal makin bisa diandalkan. Khusus di sektor bek sayap El Real punya dua pemain dengan tenaga kuda yang sanggup bergerak cepat membantu serangan sekaligus dengan disiplin kembali ke pos pertahanan dalam hitungan detik.

Satu-satunya kekhawatiran mungkin ada di sektor penjaga gawang. Antisipasi dan kepercayaan diri Casillas jadi masalah namun tetap saja kekurangan ini tidak akan terlalu mengganggu laju Real Madrid di semua kompetisi.

Menyisakan dua laga La Liga di 2014 dengan meladeni tantangan Celta Vigo di Santiago Bernabeu akhir pekan ini plus bertandang ke markas Almeria seminggu berikutnya, El Real bisa nyaris dipastikan menatap tahun baru dengan status penguasa sementara La Liga 2014/15.

Satu catatan terakhir, kembalinya si anak hilang Jese Rodriguez yang menyumbang salah satu gol kemenangan setelah lama absen karena cedera pada laga melawan Cornella di Copa del Rey pertengahan pekan ini dipastikan semakin melebarkan senyum Madridista di seluruh dunia.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics