CATATAN: Roberto Mancini Bawa FC Internazionale Ke Jalur Yang Tepat

Performa FC Internazionale mulai membaik di bawah kendali Roberto Mancini meskipun skema yang dijalankan masih belum sempurna.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter

Roberto Mancini mengawali comebacknya di FC Internazionale dengan cukup sukses setelah mengantarkan timnya menahan imbang AC Milan pada laga lanjutan Serie A Italia .

Seperti yang diprediksi sebelumnya, Mancini mengubah skema tiga bek menjadi empat bek dengan memasang Andrea Ranocchia dan Juan Jesus di jantung pertahanan, kemudian Yuto Nagatomo di kanan dan Dodo di kiri. Dan hasil perubahan tersebut cukup memuaskan setelah permainan Inter tampak lebih mengalir dari lini ke lini.

Serangan Inter tampak selalu dimulai dari lini belakang dengan tanpa terburu-buru memberikan bola ke depan. Bola kerap dipindahkan dari satu sisi ke sisi yang lain, sehingga menuntut peran aktif dari dua bek sayap. Dapat dilihat betapa agresif Dodo dan Nagatomo dari peta heatmap, terlihat jelas mereka lebih sering beroperasi di wilayah tengah hingga ke depan.

Sementara itu, lini tengah dihuni empat pemain dengan Zdravko Kuzmanovic menjadi jangkar utama, Joel Obi beroperasi lebih aktif dalam pertahanan dan juga dalam menyerang. Kemudian, Mateo Kovacic dan Fredy Guarin diminta fokus membantu daya dobrak tim.

Posisi striker dipercayakan kepada duet Argentina, Mauro Icardi dan Rodrigo Palacio. Nama pertama berperan menjadi ujung tombak tim, sementara sang penyerang senior aktif menjemput bola bahkan tidak segan membantu pertahanan terutama melapisi pos yang ditinggalkan Nagatomo ketika terjadi serangan balik.

Permainan Inter terlihat lebih rapi dan tertata, terutama saat membangun serangan, hal tersebut terlihat pada penguasaan bola yang didominasi Inter 55 persen. Total umpan skuat Nerazzurri selama pertandingan juga lebih banyak, yaitu 483 kali dengan tingkat akurasi 87 persen, sementara Milan melakukan 387 umpan dengan tingkat akurasi 81 persen.

"Pelatih terus meminta kami untuk memainkan pertandingan secara sederhana, dengan satu dan dua sentuhan dan mengumpan secara cepat," ungkap Obi, penyama kedudukan di laga derby, kepada Rai Sport.

Setiap lini tampak memberikan kontribusi yang positif. Para pemain belakang memerankan tugas dengan baik, tercatat 26 tekel dan 26 sapuan dilakukan untuk mengamankan gawang.

Sementara peran lini tengah juga terlihat kokoh, terlihat pada dominasi Inter pada penguasaan bola di pertandingan tersebut. Kemudian, daya dobrak tim juga terlihat memuaskan, dengan menciptakan delapan tembakan, di mana tiga di antaranya tepat sasaran dan berbuah satu gol.

Namun, apakah sudah sempurna? Tentu belum.

Mancini mengakui anak asuhnya masih membutuhkan adaptasi pada taktiknya sehingga bisa dimaklumi ada hal-hal yang tampak masih perlu dibenahi.

“Saya sangat senang dengan pergerakan tim, karena dengan lima hari bersama untuk mengubah sistem setelah satu setengah tahun bermain di pola 3-5-2 tidak mudah. Mereka melakukannya dengan sangat baik," ujar Mancini.

“Saya tidak berharap mengubah tim secara keseluruhan dalam lima hari, terutama ketika sistem berbeda. Ini akan butuh waktu."

Pada pertandingan tersebut, jelas pertahanan Inter masih belum sekuat yang diinginkan oleh Mancini. Nagatomo dan Dodo kerap terlambat turun saat asyik membantu serangan sehingga kedua sisi bek sayap masih rawan. Kemudian Ranocchia dan Juan masih kerepotan mengantisipasi umpan-umpan terobosan, beruntung Stephan El Shaarawy gagal memaksimalkan peluang melalui celah itu setelah sepakannya dari situasi satu lawan satu dengan Samir Handanovic masih membentur mistar gawang.

Kemudian di lini tengah masih belum terlihat sosok playmaker dari Kovacic dan Guarin, keduanya terus ditempel dan cukup kesulitan melepaskan diri dari penjagaan, sehingga justru Kuzmanovic yang terlihat menonjol dalam peran itu.

Peran tersebut baru terlihat dimaksimalkan ketika Hernanes masuk menggantikan Joel Obi. Pemain asal Brasil itu memperlihatkan teknik dan visinya yang menawan untuk merepotkan lini belakang Rossoneri.

Terakhir adalah masalah di lini depan, Icardi tampak masih belum matang sebagai striker andalan Nerazzurri. Ia menyiakan tiga peluang emas yang didapat pada pertandingan tersebut. Pertama ketika ia berhadapan satu lawan satu dengan Diego Lopes, di mana sontekannya masih bisa diantipasi dengan kaki.

Kemudian, ketika memanfaatkan kemelut di depan gawang Milan, tembakannya masih melayang jauh di atas mistar padahal ia berada dalam posisi yang amat sangat bebas. Dan tentu saja ketika ia tidak dinaungi keberuntungan sewaktu tembakan volinya mencium mistar.

PR memang masih menumpuk untuk Mancini, tetapi setidaknya Inter kini terlihat dalam jalur yang benar untuk bisa bangkit.

addCustomPlayer('k7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', '', '', 620, 540, 'perfk7utgr4os0yd1grp4y3npwrlj', 'eplayer4', {age:1407083307651});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics