CATATAN: Superman Tidak Cukup, Timnas Italia Butuh Superboy

Barisan lini depan tim nasional Italia yang didominasi pemain muda harus membuktikan diri di Piala Dunia 2014.

OLEH TEGAR PARAMARTHA Ikuti di twitter
Sembilan bulan, tujuh pertandingan, tanpa kemenangan adalah sebuah catatan yang sangat buruk, terutama bagi negara sepakbola sebesar Italia. Seperti yang diketahui Gli Azzurri adalah tim yang paling banyak menjadi juara dunia setelah Brasil dengan koleksi empat trofi (terbanyak di antara negara Eropa lainnya).

Catatan tidak impresif itu tentu membuat banyak fans khawatir, terutama dengan mimpi buruk pada Piala Dunia 2010, di mana skuat asuhan Marcelo Lippi tersingkir di babak grup setelah melalui tiga laga tanpa meraih kemenangan. Saat itu, Italia ditahan imbang oleh Paraguay dan Selandia Baru, dan kemudian tumbang di tangan Slowakia pada laga penentuan. Alhasil, Azzurri duduk di posisi buncit grup G, di bawah Selandia Baru!

Di Piala Dunia edisi kali ini, Italia masuk ke grup yang jauh lebih berat. Skuat asuhan Cesare Prandelli harus bertarung di grup D bersama Inggris, yang diklaim sebagai pencetus sepakbola, kemudian Uruguay, yang diperkuat Luis Suarez yang dalam puncak performa, dan terakhir Kosta Rika, yang tentu di atas kertas lebih kuat daripada Selandia Baru.

Dari tujuh pertandingan terakhir, Italia sebenarnya hanya merasakan satu kali kekalahan, yaitu ketika bertemu dengan Spanyol. Sementara enam pertandingan lainnya, semua berakhir dengan hasil imbang, termasuk ketika melawan tim tangguh Jerman. Hasil-hasil itu diakui oleh Prandelli bahwa timnya masih belum mengeluarkan kemampuan terbaik, namun ia tetap optimistis timnya akan memberi hasil positif di Brasil.

"Ujian yang kami jalani tidak sepenuhnya menggambarkan kegagalan. Namun demikian, sudah jelas kami perlu meningkatkan performa tim," terang Prandelli, seperti dikutip Goal Italia. "Kondisi ini adalah ujian yang harus kami lalui karena kami sudah memainkan beberapa laga dan kami tahu performa kami tak brilian.

"Kami berlatih hingga kemarin, namun tetap ada keyakinan bahwa kami akan gemilang dan menjalani Piala Dunia yang hebat."

Salah satu sumber masalah Italia yang harus dibenahi Prandelli agar timnya bermain maksimal adalah di lini depan. Dalam lima laga terakhir, Azzurri hanya mencetak empat gol, dan hanya satu gol yang diciptakan oleh striker yaitu ketika Giuseppe Rossi menjebol gawang Nigeria, sementara dua gol lain diciptakan oleh gelandang (Emanuelle Giaccherini dan Claudio Marchisio), dan satu sisanya dicetak oleh bek yaitu Ignazio Abate, yang menyelamatkan Italia dari kekalahan saat berhadapan dengan Jerman.

Situasi itu menggambarkan ketidakmampuan para striker timnas Italia untuk mencetak gol di saat-saat penting, yang bisa mengubah pertandingan dari hasil imbang menjadi sebuah kemenangan.

Di Brasil, Prandelli dipastikan membawa empat striker, dan tiga diantaranya memiliki usia yang masih muda, yaitu di bawah 25 tahun. Mereka adalah Balotelli (23), Ciro Immobile (24) dan Lorenzo Insgine (23), sementara Antonio Cassano menjadi paling senior, dengan usia 31 tahun.

Immobile akan menjadi striker yang paling diharapkan menjadi pengumpul gol di turnamen musim panas nanti. Seperti yang diketahui, pemain yang resmi bergabung dengan Borussia Dortmund itu menjadi top skor Serie A Italia 2013/14 dengan koleksi 22 gol. Mengungguli striker-striker hebat seperti Luca Toni, Antonio Di Natale, Gonzalo Higuain, Rodrigo Palacio ataupun Carlos Tevez.

Pentas Piala Dunia, tentu akan menjadi panggung yang sangat spesial untuk menyempurnakan tahun 2014 yang terasa istimewa bagi dirinya. Motivasi tinggi ditambah dengan skill yang mapan, diharapkan akan membuat Immobile mampu menunjukkan performa terbaik.

Selain, Immobile ada nama Balotelli yang kualitas, dan juga kontroversinya, sudah tidak diragukan lagi. Pengalamannya yang luas akan menjadi faktor paling diunggulkan dari dirinya terutama sewaktu Italia menghadapi Inggris di babak grup nanti.

Seperti yang diketahui, Balotelli pernah berkarir di Inggris selama dua setengah tahun bersama Manchester City. Ia pasti tidak akan terlalu asing dengan pemain-pemain andalan The Three Lions seperti Wayne Rooney ataupun Joe Hart yang merupakan rekan satu timnya.

Bila Super Mario mampu fokus bermain sepakbola dan mengenyahkan emosinya, maka striker AC Milan tersebut juga memiliki potensi besar untuk menjadi penyelamat Italia dengan gol-golnya.

Kemudian, ada Insigne yang tampil impresif sepanjang 2013/14 bersama Napoli. Meski ia lebih sering berperan sebagai penyuplai, Insigne juga memiliki kemampuan untuk menjadi pembeda, seperti yang diungkapkan oleh Rafael Benitez.

“Ada diskusi apakah dirinya [Insigne] akan pergi ke Piala Dunia. Dan saya tanpa ragu mengatakan bahwa dia harus di sana [skuat Italia di Piala Dunia] karena dia mampu membuat perbedaan di pertandingan apapun,” ujar Benitez.

Pujian dari pelatih Spanyol itu dilontarkan setelah Insigne mencetak dua gol ke gawang Fiorentina untuk membawa Partenopei menjadi juara Coppa Italia dengan kemenangan 3-1.

Keberadaan Buffon atau yang dijuluki sebagai 'Superman' di bawah mistar gawang memang membuat fans menjadi lebih tenang, namun itu tidak cukup. Hasil imbang seperti yang banyak diraih dalam beberapa laga terakhir, tidak akan membuat mereka lolos dari babak grup yang berisi tim-tim tangguh, oleh karena itu 'Superboy' dari lini depan mutlak harus muncul di Piala Dunia 2014.

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics