CATATAN: Teriakkan 'La Decima' Dengan Lantang & Berpestalah Real Madrid!

Bertahun-tahun La Decima diucapkan dengan nada keliru dari kubu yang salah, tetapi sekarang berbeda dan tidak akan pernah jadi bahan ejekan, selamanya.

OLEH GUNAWAN WIDYANTARA Ikuti di twitter
La Decima dahulu mungkin jadi sebuah kata yang paling bisa membuat fans Real Madrid gerah, duduk pun menjadi tak nyaman saat mendengarnya. Penyebabnya adalah penantian dan harapan yang berlangsung lebih dari sepuluh tahun menunggu kedatangan trofi Liga Champions kesepuluh di Santiago Bernabeu tidak jarang malah berbalik menjadi ejekan dari rival.

Tetapi musim 2013/14 berbeda, Real Madrid punya senjata tambahan pada diri Gareth Bale yang didatangkan bersama tiga pemain muda jempolan lainnya (Isco, Dani Carvajal, Asier Illarramendi). Di sektor pelatih pun Carlo Ancelotti dihadirkan menggeser Jose Mourinho yang gagal mengemban tugas membawa tim jadi raja sepakbola di Eropa. Hasil sebelum partai puncak? Los Merengues menyambar status istimewa yaitu tim dengan serangan paling mengerikan di Liga Champions musim ini.

Cobaan menuju La Decima bagi Real Madrid sejatinya sangat berat. Usai merajai Grup B dengan 16 poin, mereka harus menjalani fase gugur yang kurang menyenangkan. Hasil undian di babak 16 besar, perempat-final bahkan hingga semi-final memaksa El Real menghadapi tiga tim perwakilan Jerman, sebuah negara yang sebelumnya kurang bersahabat bagi mereka.

Nasib baik kemudian mengiringi Real Madrid, Schalke terbukti bukan halangan. Tes keras yang dihadirkan Borussia Dortmund dengan bayang-bayang kekalahan musim lalu di empat besar turnamen yang sama sanggup dilewati bahkan dijadikan modal kuat penggawa Los Vikingos untuk menghajar juara bertahan Bayern Munich. Kemenangan atas Die Borussen dan Die Roten membuat asa La Decima kembali membuncah.

Tetapi tunggu dulu rintangan terakhir menuju La Decima masih harus dilewati dan ternyata datangnya dari rival satu kota, Atletico Madrid. Modal tim besutan Diego Simeone di final Liga Champions tidaklah sedikit; mereka baru saja membawa pulang trofi La Liga Spanyol ke Vicente Calderon dan tidak pernah kalah dalam perjalanan ke Lisabon plus berpredikat tim dengan pertahanan terbaik di kompetisi.

Bola bergulir di Lisabon, fans Real Madrid berteriak La Decima sementara Atletico Madrid La Primera. Mana yang lebih banyak diucapkan di akhir babak pertama? Mungkin La Decima tetapi seperti sebelumnya dengan nada berbeda dan bukan dari tribun seharusnya.

Babak pertama berakhir dengan keunggulan Atletico 1-0 usai Iker Casillas gagal mengambil keputusan tepat saat mencoba mengantisipasi serangan lawan. Tandukan Diego Godin pun menembus gawang.

Untuk sesaat Madrid terhenyak seolah tak percaya mereka terdiam dan seperti kalimat pembuka, duduk pun tak nyaman. La Decima terus diucapkan hingga masa injury time tetapi sekali lagi tidak keluar dari mulut mereka dan dengan nada yang salah. Bayang-bayang menguapnya harapan muncul di depan mata.

Kemudian datanglah momen langka dalam sepakbola. Momen dramatis yang hanya menghampiri tim-tim dengan determinasi tinggi. Episode raksasa tercipta menggetarkan seisi Estádio do Sport Lisboa e Benfica.

Sergio Ramos menyamakan kedudukan melalui sundulan kepala di masa injury time dan memaksakan perpangan waktu. La Decima yang tadinya disebutkan dengan cara keliru; berbisik bahkan diiringi tawa terkekeh dari dari kubu berseberangan, perlahan namun pasti berbalik.

Tak peduli bagaimana Diego Simeone berusaha membangkitkan semangat para pemain Los Colchoneros dan berbalik ke arah tribun meminta dukungan hebat dari suporter, di titik ini sudah banyak pihak yang mulai merasakan Madrid bakal berpesta karena sekali lokomotif Los Blancos melaju sulit bagi siapapun untuk menahannya.

Tebakan itu terbukti, di babak tambahan waktu gemuruh fans Madrid semakin menjadi ketika Gareth Bale mencetak gol kemenangan. Kepastian La Decima semakin nyata ketika Marcelo ikut menggetarkan jala Thibaut Courtois untuk kali ketiga dan pada akhirnya sang superstar, sang top skor Liga Champions, Cristiano Ronaldo menyempurnakan malamnya dengan menjebol gawang dari titik putih. Real Madrid menang 4-1.

LA DECIMA!
Ambisi itu berhasil dirampungkan. Tekanan hebat terhadap manajemen Real Madrid akhirnya terangkat, kepuasan fans tercapai dan istimewanya didapat dengan cara dramatis hingga menimbulkan ledakan kegembiraan ekstra.

Komentar presiden Florentino Perez kepada Canal+ seakan mengukuhkan betapa mereka baru saja mencapai prestasi yang begitu luar biasa, sebuah prestasi penting bagi klub dengan sejarah panjang seperti Real Madrid.

Teriakkan La Decima sekeras mungkin, berjalanlah lebih tegak.
Sekarang waktunya untuk berpesta Real Madrid!

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics