CEO AC Milan Akui Keliru Belanja Jor-Joran

Fassone tidak menyangkal jika pembelian 11 pemain di musim panas lalu telah membuat Milan menjadi tidak stabil.

CEO AC Milan Marco Fassone mengakui jika aktivitas belanja pemain gila-gilaan yang dilakukan klubnya pada bursa transfer musim panas lalu adalah sebuah kebijakan yang keliru.

Seperti diketahui, Milan nyaris menghabiskan €200 juta untuk belanja 11 pemain baru pada jendela transfer musim panas kemarin, termasuk di antaranya Leonardo Bonucci, Andre Silva, dan Lucas Biglia. Bukannya menjadi penantang Scudetto, performa Milan dengan wajah barunya itu justru jauh dari ekspektasi.

Mereka kini hanya bercokol di peringkat tujuh Serie A Italia, terpaut 16 poin dari pemuncak klasemen sekaligus rival sekota Inter Milan. Rossoneri bahkan telah melakukan pergantian pelatih, dari Vincenzo Montella ke Gennaro Gattuso.

Fassone pun mengakui jika Milan terlalu banyak belanja pemain sehingga performa tim menjadi tidak stabil. “Para rekrutan baru? Saya tidak menyesal, tapi bukan berarti kami tidak melakukan sejumlah kekeliruan,” kata Fassone kepada Radio Uno.

“Beberapa hal mungkin tidak akan kami lakukan jika [bursa transfer] terjadi hari ini. Ada sejumlah pemain yang bermain di bawah kualitas mereka. Namun tidak mustahil bagi Bonucci dan Biglia untuk kembali ke level bermainnya yang dulu.”

“Apakah kami merekrut terlalu banyak pemain? Bisa jadi. Kami melakukan penaksiran, kemudian Mirabelli dan Montella memberikan jawaban kepada saya bahwa kami butuh perombakan besar, dengan enam-tujuh pemain tetap dipertahankan.”

“Kami sadar bahwa akan sulit untuk membuat tim tangguh dalam bulan-bulan pertama. Kami memprediksi akan mendapat imbal hasil rendah di paruh pertama musim, lalu kemudian bangkit [di paruh kedua]. Tetapi saat ini, rasanya sulit untuk bisa kembali ke posisi empat besar,” imbuhnya..

Topics