CEO & Bendahara Cilegon United Diciduk KPK

Basaria menyatakan, penggunaan klub sepakbola sebagai sarana menyamarkan kasus suap menjadi modus operandi baru.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan CEO Cilegon United Yudhi Apriyanto dan bendahara Wahyu Ida Utama terkait kasus suap kepada wali kota Cilegon Tubagus Iman Aryadi sebesar Rp1,5 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Wakil ketua KPK Basaria Panjaitan dalam keterangannya mengatakan,pihaknya mengamankan tujuh orang dalam OTT yang dilakukan, Jumat (22/9). Dari ketujuh orang itu, empat diantaranya merupakan pengurus Cilegon United. Selain CEO dan bendahara, KPK juga mengamankan R yang merupakan staf Yudhi, dan AS, staf Wahyu.

Dalam OTT ini, Yudhi ditangkap di Bank BJB pada sore hari sesaat setelah menarik uang sebesar Rp800 juta. Selanjutnya, tim KPK meluncur menuju kantor Cilegon United, dan mendapati uang sebesar Rp352 juta. Uang itu ditransfer dari PT KIEC, dan diduga merupakan sebagian dari total Rp700 juta.

“Jadi ada dua transfer sebesar Rp800 juta dan Rp700 juta sesuai dengan kesepakatan sejumlah Rp1,5 miliar untuk pengurusan AMDAL. Dalam OTT ini, KPK mengamankan total uang sebesar Rp1,152 miliar,” ujar Basari.

Setelah melakukan penyidikan selama 24 jam, dan gelar perkara, KPK tidak menyebutkan Yudhi dan Wahyu sebagai tersangka di kasus suap ini.

KPK, lanjut Basaria, telah menetapkan enam orang menjadi tersangka, yaitu wali kota Cileon, ADP sebagai Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon, H sebagai pihak swasta, proyek manajer PT KIEC, PDS, dan EWD legal manager PT KIEC.

Dari OTT yang dilakukan KPK ini, Basaria menyatakan, pihaknya menemukan modus operandi baru dalam melakukan suap dengan menggunakan saluran CSR ke klub sepakbola.

“KPK menemukan modus operandi baru yang diduga menggunakan saluran CSR perusahaan kepada klub sepakbola daerah sebagai sarana untuk menerima suap. CU football club diindikasi digunakan sarana untuk menyamarkan dana agar tercatat sebagai pembukuan CSR, atau sponsorship, pada perusahaan,” jelas Basaria.

“Diduga hanya sebagaian dana bantuan yang benar-benar digunakan untuk CU Football Club.”

Topics