Champ Moment: Heroisme Luis Suarez Di Caps Ke-100

Performa heroik Luis Suarez dalam pertandingan ke-100-nya bersama Uruguay menginspirasi sejumlah torehan penting.

Uruguay menjadi tim kedua setelah tuan rumah Rusia yang memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 menyusul kemenangan tipis 1-0 atas Arab Saudi dalam laga kedua Grup A, Rabu (20/6) malam WIB.

Luis Suarez muncul menjadi sosok pembeda. Ia melakoni pertandingan ke-100-nya bersama Uruguay di laga tersebut dan tidak ada cara yang lebih baik selain menandai milestone pentingnya itu dengan sebuah gol penentu kemenangan.

Dengan insting predatornya yang tajam, penyerang Barcelona ini mengubah sebuah peluang sepersekian detik dari sepak pojok Carlos Sanchez menjadi gol krusial di pertengahan babak pertama. Ia pun menjadi pemain Uruguay pertama yang mencetak gol di tiga Piala Dunia yang berbeda.

Namun yang lebih menarik, gol-gol yang dicetaknya di Piala Dunia 2010, 2014, dan 2018 itu semuanya sukses membantu Uruguay keluar dari fase grup.

Pada 2010 di Afrika Selatan, Suarez juga menjadi pencetak gol tunggal dalam laga terakhir grup melawan Meksiko, yang memastikan langkah Uruguay ke babak 16 besar. Empat tahun berselang di Brasil, Suarez memborong sepasang gol ke gawang Inggris untuk membuka peluang Le Celeste lolos sebelum benar-benar tersegel berkat gol tunggal Diego Godin di laga pamungkas grup melawan Italia.

Champ Moment: Luis Suarez

Fakta menunjukkan, setiap kali Suarez mencetak gol di Piala Dunia, Uruguay selalu menang. Tidak ada gol yang sia-sia dari Suarez.

Sejauh ini, sudah enam gol Piala Dunia tercipta dari kaki dan kepala Suarez. Selain empat gol yang sudah disebut di atas, dua gol lain dicetak Suarez ke gawang Korea Selatan di babak 16 besar Piala Dunia 2010, yang tentu saja memastikan laju Uruguay ke perempat-final.

Hanya saja, Suarez masih perlu meningkatkan efektivitasnya di depan gawang. Dalam laga perdana Grup A pekan lalu melawan Mesir, bomber 31 tahun ini menyia-nyiakan empat peluang emas. Gol tunggal ke gawang Arab Saudi ini memecah kebuntuannya.

Semuanya terasa lengkap bagi Suarez karena ia sedang menanti anak ketiga bersama sang istri, Sofia Balbi. “Bahagia menjadi bagian sejarah Uruguay dengan mengukir 100 caps. Bahagia bisa menembus babak 16 besar lagi. Dan semuanya terasa lebih bahagia karena kami akan menyambut anak ketiga,” tulis Suarez di akun media sosialnya.

Setelah penampilannya di Afrika Selatan 2010 dan Brasil 2014 ternoda oleh insiden culas (handball) dan jahat (menggigit lawan), Suarez tampaknya telah menemukan momen yang tepat untuk menjadi protagonis sejati Uruguay di Rusia 2018.