Chan Yuen-Ting, Pelatih Wanita Pertama Dalam Sejarah Liga Champions Asia

Chan Yuen-ting menjadi fenomena tersendiri di sepakbola Hong Kong sebagai pelatih wanita yang sukses mengukir prestasi di kompetisi sepakbola pria.

Hong Kong menjadi topik pembicaraan utama jelang berlangsungnya Liga Champions Asia musim ini, kompetisi yang bakal diikuti secara langsung oleh kampiun liga utama mereka, Eastern SC.

Eastern dipastikan menjadi satu-satunya klub asal Hong Kong yang bakal berkiprah di turnamen antarklub nomor satu Asia tersebut dengan menempati satu kuota otomatis di fase grup, menggusur tempat yang sebelumnya diduduki wakil-wakil Vietnam.

Keberhasilan klub yang bermarkas di Mongkok Stadium tersebut buah dari pencapaian mereka menjuarai Hong Kong Premier League 2015/16. Yang unik, prestasi tertinggi dalam sejarah klub tersebut dibukukan saat dipimpin seorang pelatih wanita, Chan Yuen-ting.

Masuknya Chan sebagai pelatih kepala Eastern sebenarnya merupakan suatu momen yang tak diduga. Sekitar satu tahun yang lalu, Eastern kehilangan nahkoda setelah ditinggal pelatih Yeung Ching-kwong yang memutuskan hijrah ke kasta kedua Tiongkok dengan menangani Meizhou Hakka.

Chan Yuen-ting Eastern SC Hong Kong Premier League

Saat itu, tak satu pun yang ada di klub menyangka bahwa Chan, yang merupakan seorang wanita, dipromosikan dari jabatannya sebagai asisten pelatih. Sebuah langkah perjudian ditempuh manajemen klub yang sudah berusia 85 tahun tersebut, yang pada akhirnya berbuah manis.

"Kami tak pernah mengharapkan apa yang terjadi pada Chan ketika kami menunjuknya sebagai pelatih kepala pada pertengahan musim lalu," ungkap Peter Leung Shou-chi selaku pimpinan eksekutif Eastern.

"Mundur ke belakang, ketika pelatih Yeung Ching-kwong mengundurkan diri, maka kami harus secepatnya menemukan pengganti. Dan setelah mengambil pertimbangan khusus terutama soal adaptasi pelatih baru, maka kami menawarkan kesempatan kepada Chan yang sudah mengenal secara baik seluk beluk tim."

Nama Chan kemudian semakin mendunia setelah dinobatkan sebagai pelatih wanita terbaik di tahun 2016 oleh Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) dan juga mendapatkan penghargaan Guinness World Records atas prestasinya sebagai pelatih wanita pertama yang sukses menjadi juara di kompetisi utama sepakbola pria.

Chan Yuen-ting Eastern SC Hong Kong Premier League

"Penghargaan ini [AFC] merupakan suatu kejutan karena saya tak pernah menyangka hari ini akan datang pada saya," ujar mantan penggawa timnas wanita Hong Kong berusia 28 tahun itu saat menerima trofi individunya pada Desember lalu melalui laman resmi AFC.

Kini, Chan, yang menjadikan David Beckham sebagai inspirasinya di dunia sepakbola bersiap mengukir sejarah lainnya dengan menjadijuru latih wanita pertama yang ambil bagian dalam sejarah Liga Champions Asia dan siap bersaing dengan deretan pelatih pria top seperti Luiz Felipe Scolari bersama Guangzhou Evergrande di fase grup.

"Luar biasa, terutama ketika Anda menyaksikannya [Scolari] ketika menangani Brasil dan memenangkan Piala Dunia 2002. Saya tak pernah membayangkan ini akan terjadi, tapi kami akan menghadapinya dan saya antusias untuk bertemu dengannya," seru Chan.

Eastern akan mengawali kampanye kontinental mereka dengan bertandang ke markas Guangzhou Evergrande, Rabu (22/2) malam sebelum kemudian berjumpa dengan raksasa Jepang, Kawasaki Frontale dan Korea Selatan, Suwon Samsung Bluewings di keseluruhan laga Grup G.