Chris Smalling Calon Bek Tengah Andalan Inggris

Smalling mampu mengatasi kritik dan mengubahnya menjadi motivasi sebagaimana ia kini dianggap sebagai salah satu bek terbaik yang ada di Inggris.

Masih ingat kritik tajam yang pernah dilontarkan banyak pihak terkait performa bek Manchester United Chris Smalling menyusul kartu merahnya yang tak perlu saat timnya kalah tipis 1-0 dari Manchester City di derby Manchester pada musim kemarin?

Di pertandingan itu, City keluar sebagai pemenang setelah penyerang Sergio Aguero mencetak gol semata wayang di babak kedua. Sebelum itu, United harus bermain dengan sepuluh orang menyusul kartu kuning kedua yang diterima Smalling di menit ke-39 akibat ulahnya yang mengganggu kiper Joe Hart dan pelanggaranya terhadap James Milner.

Ya, dunia Smalling seakan runtuh di saat itu juga dengan berbagai pihak mengkritiknya, mulai dari mantan asisten Sir Alex Ferguson, Mike Phelan sampai mantan pemain City Trevor Sinclair bahkan manajernya sendiri, Louis van Gaal, sempat menyebutnya ‘sangat tidak cerdas’.

"Kartu kuning pertama untuk Chris Smalling, saya tidak melihatnya, tapi wasit memberikan kartu kuning. Sebagai seorang pemain Anda pasti menyadari memiliki kartu kuning dan Anda tak seharusnya melakukan apa yang ia [Smalling] lakukan. Itu logis," ujar Van Gaal kepada BBC Sport.

"Saya mengatakan banyak hal pada para pemain dan kadang mereka masih tak mau melakukan apa yang saya instruksikan. Ada juga pengaruh emosi dan kadang Anda tak bisa mengontrol emosi, itu sangat tidak cerdas."

Sementara itu, Phelan menyatakan: “Louis van Gaal tidak sepenuhnya salah menggunakan pernyataan ‘tidak cerdas’ terhadap tindakan ceroboh Chris Smalling yang membuatnya diusir,” ujarnya kepada BBC World Service.

“Kartu kuning pertama benar-benar konyol dan kemudian yang kedua merupakan keputusan gila. Dia sepenuhnya melanggar [Milner] dan tak ada hal lain yang bisa dilakukan wasit [selain mengusirnya],”tutup Phelan.

Adapun Sinclair, yang pernah menjadi pemain City antara 2003 dan 2007, menambahkan: “Kartu kuning pertama seharusnya tak perlu. Chris Smalling akan menyesali pelanggaran pertama pada Joe Hart itu.

"Pelanggaran kedua adalah pelanggaran yang harus ia lakukan karena City membuka ruang dari sayap lagi. Smalling terlambat menekel, tapi itulah yang terjadi kalau Anda mendapat kartu kuning karena tindakan konyol."

Meski demikian, kapten United Wayne Rooney waktu itu meyakini dengan pasti bahwa kesalahan tersebut akan membuat Smalling menjadi pemain yang lebih baik. Ia tahu kesalahan yang diperbuat adalah guru terbaik.

“Chris kecewa,” ujar Rooney di laman resmi klub. “Sungguh berat ketika Anda diusir, terutama di laga derby. Dan dengan banyaknya menit yang tersisa, maka hal itu memperberat tugas pemain lain. Saya yakin Chris akan belajar dari kejadian tersebut,” tandasnya.

Dan memang benar, Smalling sudah belajar dan menjadi pemain andalan untuk lini belakang United yang kokoh. Di musim ini, tim Setan Merah yang ia kawal mampu mencatatkan tujuh clean sheets dari 12 laga perdana di Liga Primer – Smalling ambil bagian di seluruhnya – yang mana menjadi catatan terbaik di antara klub-klub yang lain.

Mantan bek Gary Pallister bahkan menjagokan pemain 25 tahun itu untuk menjadi kapten masa depan setelah era Rooney.

“Dia [Smalling] sudah menjadi pemain United paling konsisten di musim ini. Dia telah mengemban perannya dengan sangat baik dan menjadi komandan untuk lini belakang,” kata Pallister kepada 888.com.

“Mudah-mudahan dia bisa meneruskan itu sampai ke tim nasional Inggris dan kemudian menjadi kapten masa depan Inggris. Tahun ini dia sudah seperti kapten. Dia memimpin rekan-rekanya dengan mantap dan menjadi panutan.

“Chris tengah tampil bagus namun dia harus melanjutkan itu. Jika dia bisa melakukannya, maka orang-orang akan mulai membicarakannya untuk menjadi pemimpin.

“Sungguh sangat layak [bagi dia untuk menjadi kapten United] karena dia saat ini berstatus wakil kapten, dan selagi manajer terus memainkannya, dia akan baik-baik saja!”

Di level timnas, Smalling juga mulai menyegel tempatnya di lini belakang arahan manajer Roy Hodgson. Setelah era Steve Bruce, Rio Ferdinand hingga John Terry, Smalling kini difavoritkan untuk menahbiskan dirinya di skuat The Three Lions, yang untuk saat ini tengah berusaha memunculkan sejumlah propsek muda seperti John Stones asal Everton.

Perkembangan karier Smalling terbilang brilian. Dari yang awalnya berbakat di dunia judo, yang bersangkutan lantas mulai menekuni sepakbola bersama klub amatir Maidstone United pada 2007 silam sebelum dilirik klub Liga Primer Fulham, yang mendatangkannya pada musim panas 2008.

Di Fulham, Smalling mendapati debut pada Mei 2009 untuk menggantikan Aaron Hughes dalam kekalahan 2-0 di kandang dari Everton. Dan di musim berikutnya, ia dipercaya tampil lebih banyak di tim utama dan langsung menarik hati Sir Alex, yang menebusnya di musim dingin 2010 sebelum ia benar-benar pindah pada musim panas tahun tersebut.

Sedangkan di United, Smalling awalnya hanya dijadikan pelapis untuk Ferdinand dan Nemanja Vidic, selagi ia yang tak jarang digeser posisinya ke sektor bek kanan ketika Rafael mengalami cedera.

Meski serbabisa, kalangan fans United pernah kesal dengan Smalling yang dianggap tidak banyak berkembang dan meminta pihak klub untuk menjualnya. Pernah suatu ketika Arsenal dikabarkan tertarik merekrutnya namun yang bersangkutan memutuskan bertahan seiring kepercayaan yang diberikan oleh Van Gaal.

Di musim kemarin, Van Gaal mulai memperbaiki permainan Smalling seperti yang pernah dilakukan Sir Alex kepada Vidic, yang di awal kedatangannya tampil di bawah ekspektasi dan bukan tidak mungkin status andalan akan ia dapatkan baik di klub maupun tim nasional.

Mungkin titik balik performa brilian Smalling adalah saat Van Gaal menyebutnya ‘Mike’, alih-alih ‘Chris’ di musim panas, dan sang pemain sejak itu menjelma menjadi sosok baru dengan menanggalkan performa lamanya.