Copa America Centenario, Kuburan Para Raksasa

Menyusul Uruguay, Brasil juga resmi tereliminasi di fase grup setelah ditundukkan Peru. Mereka adalah dua dari tiga negara kolektor gelar juara terbanyak Copa.

Copa America Centenario pantas disebut sebagai kuburan tim-tim raksasa.

Bagaimana tidak, setelah Uruguay dipastikan tereliminasi dini akibat raihan nirpoin dalam dua laga, Brasil juga ikut-ikutan gugur menyusul kekalahan mengejutkan nan kontroversial dari Peru di Gillette Stadium, Foxborough, Senin (13/6) pagi WIB.

Kontroversial karena gol tunggal Raul Ruidiaz ke gawang Alisson di menit ke-75 tampak dicetak menggunakan tangan. Hasil ini menandai kemenangan pertama Peru atas Selecao sejak 1985!

Peru lolos ke delapan besar sebagai pemuncak Grup B, sementara Brasil harus pulang kampung lantaran hanya menempati urutan ketiga di klasemen akhir.

Tersingkirnya Uruguay dan Brasil merupakan kehilangan besar untuk turnamen. Mereka adalah dua dari tiga negara kolektor gelar terbanyak di kompetisi ini. Uruguay adalah raja dengan 15 trofi, disusul Argentina (14), dan Brasil punya delapan titel.

Argentina sendiri telah menyegel tempat di babak knock-out berkat rekor 100 persen dalam dua partai awal, dan cuma membutuhkan tambahan satu poin dari laga terakhir melawan Bolivia untuk melaju sebagai juara grup.

Los Albicelestes kini menjadi favorit terkuat untuk menjadi kampiun. Namun, siapa bisa menjamin tak akan lagi ada kejutan di edisi peringatan 100 tahun Copa America ini?