Cristiano Ronaldo vs Jan Oblak: Duel Penyerang Dan Kiper Terbaik Liga Champions

San Siro akhir pekan ini akan menjadi medan tempur antara monster gol dan tembok baja berwujud Ronaldo dan Oblak. Siapa lebih ampuh?

Terdapat banyak kisah yang mengiringi partai final Liga Champions antara Real Madrid dan Atletico Madrid, Sabtu (28/5) esok di San Siro.

Mulai dari perang saudara duo Madrid di panggung tertinggi Eropa untuk kali kedua dalam tiga musim terakhir, hingga bentrok filosofi antara taktik full-attack khas Zinedine Zidane dan skema anti-football ala Diego Simeone.

Namun ada satu cerita yang sudah pasti membuat duel ini semakin panas, yakni pertempuran antara penyerang dan kiper terbaik Liga Champions musim ini: Cristiano Ronaldo di kubu Madrid dan Jan Oblak di kubu Atletico.

CRISTIANO RONALDO 

Awal musim 2015/16 sebetulnya bukan periode yang indah bagi Ronaldo kendati gol demi gol masih rutin dilesakkannya. Pasalnya, ia tidak mampu mencetak gol di laga-laga penting, seiring performa Madrid yang naik-turun di bawah arahan Rafa Benitez. Beruntung, selepas November, mesin Ronaldo mulai panas dan semakin kencang sejak Madrid ditangani Zidane.

Ya, CR7 masih mempertahankan status sebagai monster gol di Spanyol dan Eropa. Yang paling diingat tentu saja adalah hat-trick briliannya kontra Wolfsburg di leg kedua perempat-final untuk membalikkan defisit dua gol menjadi 3-2. Total, ia sudah mengemas 16 gol di Liga Champions musim ini dan sendirian memuncaki daftar topskor, unggul tujuh gol dari bomber Bayern Munich Robert Lewandowski.

Jelang final, Ronaldo memiliki segudang rekor yang siap dipecahkan Salah satunya adalah menyamai atau melampaui rekornya sendiri sebagai pencetak gol terbanyak dalam semusim (17 gol) yang dicatatkannya pada musim 2013/14 ketika Madrid mengalahkan Atletico 4-1 di final.

Lewat kemampuan yang sudah tidak perlu dijelaskan apalagi dibantah, megabintang Portugal ini sangat krusial dalam perjalanan El Real hingga ke partai puncak Liga Champions. Cedera paha sempat mengganggunya dalam beberapa hari terakhir. Beruntung, Ronaldo dilaporkan sudah kembali berlatih dan tampak siap untuk membawa Madrid merengkuh Undecima alias titel Liga Champions ke-11

Akan tetapi, rasa percaya diri Ronaldo untuk mencetak gol di partai ini ada baiknya tidak perlu berlebihan, terlebih sang lawan adalah Atletico yang memiliki pertahanan superketat bak tembok lapis baja. Di musim ini, Ronaldo bahkan belum sanggup menjebol gawang Los Rojiblancos dalam dua pertemuan di La Liga Spanyol yang berakhir dengan skor imbang 1-1 dan kekalahan 1-0.

Salah satu pemain yang siap membuat Ronaldo frustrasi tidak lain tidak bukan adalah Oblak, sang kiper tangguh Atleti. Sulit memercayai bahwa kiper asal Slovenia ini ternyata masih berusia 23 tahun dan mampu menjadi kiper yang paling sulit ditembus di Eropa: hanya kebobolan tujuh gol dan mencatatkan delapan clean sheet di sepanjang kompetisi!

JAN OBLAK

Dua tahun yang lalu, mungkin tidak ada yang mengira Oblak bisa sematang seperti sekarang. Didatangkan dari Benfica, Oblak mendapat beban untuk bisa menggantikan peran kiper idola, Thibaut Courtois, yang memilih pulang ke Chelsea. Performa awalnya diwarnai dengan serangkaian blunder sehingga harus menyerahkan pos kiper nomor satu kepada Miguel Angel Moya.

Kini, Oblak bukan hanya membuat publik Atleti melupakan Courtois sepenuhnya, namun juga menghadirkan catatan kebobolan yang lebih baik ketimbang pendahulunya itu. Di La Liga musim ini, Oblak hanya kebobolan 18 gol. Ini adalah jumlah kemasukan tersedikit di La Liga dan menyamai rekor milik kiper Deportivo La Coruna Paco Liano di musim 1994/95.

Akhir pekan ini, Oblak dan Ronaldo dipastikan akan menjadi sorotan utama. Tembak, tepis, tembak, tepis bakal tersaji untuk memanjakan mata. Mari segera gulirkan bola untuk melihat siapa yang akan tersenyum paling akhir saat peluit panjang di San Siro dibunyikan.