Dampak Michael Essien Dalam Skema Permainan Persib Bandung

Djanur akan dipaksa berpikir ekstra keras untuk memaksimalkan peran Essien di dalam tim.

Manajemen Persib Bandung membuat geger publik sepakbola nasional ketika merayakan ulang tahun ke-84 enam hari lalu. Manajemen mengumumkan telah mengontrak Michael Essien untuk memperkuat Pangeran Biru di Liga 1 2017 sekaligus menjadi kado bagi bobotoh.

Mendatangkan Essien sah-sah saja bagi tim seperti Persib yang bergelimang sponsor, hingga jersey mereka pun sering disebut sebagai baju balap sepeda. Mantan gelandang Chelsea itu dikabarkan menerima bayaran sebesar €800 ribu, atau sekitar Rp11,3 miliar.

Namun, apakah kehadiran Essien ke Kota Kembang benar-benar efektif untuk Persib?

Essien yang dianggap sebagai marquee player ini tentu semakin menggemukan kedalaman skuat di sektor tengah. Padahal, sebelumnya pelatih tim Djadjang Nurdjaman pernah berkata tidak membutuhkan pemain tengah, karena ia lebih membutuhkan striker untuk mempertajam daya gedor lini depan menemani Sergio van Dijk.

Pernyataan itu diperkuat ketika Djanur, sapaan Djadjang, memulangkan tiga pemain asing yang melamar ke Maung Bandung, yakni William Overtoom gelandang yang sempat membela klub Eredivisie Heracles Almelo dan AZ Alkmaar, mantan pemain Parma David Sebastian Lofquist, serta pemain muda Kroasia Mirko Livaja. Mereka bertiga hanya ikut berlatih bersama tim selama beberapa hari.

Michael Essien of Ghana

Jika sang pelatih tidak membutuhkan pemain di sektor gelandang, kenapa kemudian malah mendatangkan Essien yang harganya selangit? Hingga kini itu masih menimbulkan tanda tanya besar. Apa memang Djanur sudah berubah pikiran? Atau ada faktor lain yang membuat Persib mantap meminang Essien?

Dengan datangnya pemain yang pernah dipinjamkan ke Real Madrid itu, sedikit banyak akan mengubah komposisi dan strategi Persib. Djanur pun akan dipaksa untuk berpikir ekstra keras memaksimalkan peran Essien di tim, karena sebetulnya Persib sudah mempunyai beberapa nama di sektor gelandang yang tipe permainannya hampir serupa dengan mantan pemain timnas Ghana di Piala Dunia 2006 itu.

Sebut saja Hariono, Dedi Kusnandar, Kim Jeffrey Kurniawan hingga pemain muda Gian Zola Nasrulloh sudah menjadi langganan starter di gelaran Piala Presiden 2017 lalu. Belum lagi jika Raphael Maitimo atau Stefano Lilipaly benar-benar didatangkan, bisa-bisa Persib menggunakan formasi 4-6-0 musim depan. Djanur berkilah akan memasang Essien sebagai gelandang serang di belakang Sergio van Dijk, dan calon penyerang asing yang saat ini masih diburu.

Menumpuk begitu banyak pemain bertipikal gelandang tentu bukan strategi yang selama ini dipakai Maung Bandung di bawah arahan Djanur. Selama ini, Persib lebih banyak melakukan serangan lewat sayap kiri dan kanan memanfaatkan kecepatan Lord Atep dan si anak ajaib Febri 'Bow' Hariyadi.

Djajang Nurjaman & Michael Essien - Persib Bandung

Meski begitu, kehadiran mantan anak asuh Jose Mourinho ketika bersama Chelsea ini bisa menambah seru persaingan di lini tengah Persib. Kehadirannya juga akan membawa dampak positif, karena pastinya akan ada ilmu yang dibagi Essien, terutama pemain muda. Seorang pemain dunia, akan berebut tempat dengan pemain lokal Indonesia seperti Hariono dan Dedi Kusnandar serta Kim Kurniawan. Bukankah hal menarik dan pemandangan yang jarang terjadi?

Meski begitu, Persib patut waspada dengan kondisi Essien yang tidak sebugar saat berseragam Olympique Lyon dan Chelsea dahulu. Bahkan Essien hanya mendapatkan jatah bermain sedikit bersama tim terakhirnya, Panathinaikos, karena kerap mendapatkan cedera yang ia bawa selepas dari AC Milan.

Sebelum memilih berlabuh di tim Pangeran Biru ini, beberapa tim Eropa menolak memakai jasanya. Bahkan klub asal Thailand pun enggan untuk mengontraknya. Alasannya hanya satu: riwayat cedera. Dengan nilai kontrak yang ada, bisa dipastikan saat ini Essien menjadi pemain termahal di Indonesia. Apakah harga tersebut pantas?

Michael Essien & Umuh Muchtar - Persib Bandung

Jika dilihat dari sisi komersilnya, mungkin harga itu bisa dibilang cukup pantas, karena untuk memancing ikan besar diperlukan umpan terbaik. Selang beberapa jam setelah Essien resmi diperkenalkan, media-media luar negeri pun langsung memuat berita pengumuman resmi dari klub.

Namun bila dilihat dari kepentingan tim, pertanyaan pun bermunculan. Apakah dia dapat melewati hadangan bek-bek yang terkenal keras dengan tekel-tekel berbahayanya? Bisakah dia menggiring bola di permukaan lapangan yang tidak rata serta sering menjadi kubangan air ketika hujan lebat datang? Mampukah dia memenuhi eksektasi membawa Persib menjadi juara?

Patut dinantikan kiprah pemain bernama lengkap Michael Kojo Essien ini di pentas sepakbola nasional.