Daniel Alves, Pelayan Terbaik Lionel Messi & Bek Kanan Terbaik Barcelona

Pemain Brasil ini akhirnya merampungkan transfer ke Juventus setelah melakoni delapan musim sukses bersama Blaugrana.

Kadang Anda tak tahu apa yang Anda miliki hingga Anda kehilangan. Banyak fans Barcelona mengejek Daniel Alves karena lupa bertahan atau karena umpan silangnya, namun seringkali melupakan kehebatannya. Dan sekarang setelah ia pergi, mungkin mereka baru sadar betapa briliannya sang bek Brasil.

Pemain Brasil itu telah mengakhiri karier luar biasanya di Camp Nou dengan menandatangani kontrak bersama Juventus selama dua tahun. Tak diragukan lagi, sebuah era telah berakhir - era yang tentu takkan mudah untuk dilupakan.

Alves tiba di Spanyol sebagai pemain pinjaman dari Bahia ke Sevilla. Kontraknya dipermanenkan setelah memenangkan World Youth Cup dan ia memenangkan Piala UEFA 2006 serta 2007, bersama dengan Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan Piala Super UEFA. Walau berperan sebagai bek kanan, saat itu ia menjadi salah satu ancaman bagi setiap lawan Andalusians.

Real Madrid tertarik untuk memboyongnya dan Alves nyaris pindah ke Santiago Bernabeu, namun secara mengejutkan memilih Barcelona yang menebusnya dengan mahar €30 juta. Bersama Blaugrana, ia menjuarai enam La Liga, empat Copa del Rey, empat Supercopa, tiga Liga Champions, tiga Piala Super UEFA, dan tiga Piala Dunia Antarklub.

Dalam berbagai hal, Alves telah mendefinisikan ulang peran full-back. Dengan kebebasan di sayap kanan, ia menciptakan assist untuk Lionel Messi lebih banyak dari siapa pun di klub Catalan itu (44 assist), bahkan melampaui Xavi serta Andres Iniesta (33 assist untuk Messi).

"Alves adalah full-back terbaik di dunia," ungkap Messi tahun lalu. "Sangat sulit untuk menemukan pemain sepertinya sekarang."

Benar. Dan ketika sudah menjadi rahasia umum bahwa full-back Brasil itu suka menyerang dari sayap, Alves menawarkan lebih banyak hal dari itu. Umpan dan tekniknya memampukannya untuk bekerja sama dengan gelandang dan penyerang guna mendukung filosofi penguasaan bola milik Barca, sementara ia juga ikut melakukan pressing di daerah lawan.

Dalam bertahan, ia mengalami perkembangan, dan sekali pun melakukan beberapa kesalahan, itu tidak sebanding dengan kontribusi fantastisnya di area lain. Diabaikan selama tengah musim 2014/15, bersama dengan segenap tim, Alves menampilkan performa istimewa di sisa musim dan memberi sumbangan besar dalam treble Barcelona.

Ia memang sudah kehilangan kecepatan ajaib yang membuatnya bisa menyiksa pertahanan lawan di tahun-tahun sebelumnya dan semakin jarang mencetak gol atas namanya, tapi ia tetap menunjukkan pesona lewat gol spektakuler di Camp Nou dan seringkali menjadi jawaban ketika Barca menghadapi jalan buntu.

Didatangkan oleh Pep Guardiola di tahun pertama kepelatihannya, Alves menambahkan dimensi baru bagi pertahanan bersama Gerard Pique. Nama terakhir, seperti Rafa Marquez, memberikan distribusi bola dari belakang, sementara Alves menjadi penyerang tambahan Blaugrana - dan salah satu yang terbaik di dunia - di sayap kanan. Dengan Alves dan Messi yang sejajar, tim-tim lawan seringkali hancur di bagian tersebut.

"Pembeliannya adalah kabar sangat baik bagi klub ini," ujar Guardiola dalam perkenalan Alves di 2008. "Bersama Messi, jika mereka bekerja sama, kami akan memiliki sayap kanan terbaik di dunia."

Dan memang selalu bekerja dengan hebat. Di bawah Pep, Alves sering kali berperan sebagai winger unik, dengan Eric Abidal lebih bertahan di sektor kiri dan Sergio Busquets menarik diri untuk membantu pertahanan jika dibutuhkan. Belakangan ini dengan Jordi Alba di belakang, gaya bermainnya cukup mirip.

Di luar lapangan, Alves juga menjadi sosok kunci. Selalu optimistis dan ceria, pria Brasil itu adalah jantung dan jiwa ruang ganti, seseorang yang mencoba untuk tidak menganggap hidup terlalu serius, tapi menikmatinya sembari melakukan hal yang paling ia sukai - bermain sepakbola.

Itu termasuk sifatnya yang blak-blakan. Beberapa tahun ini, Alves telah menyindir Cristiano Ronaldo, Jose Mourinho, dan belakangan Pele. Dalam dunia yang abu-abu, Dani tidak memikirkan perkataannya dan ia mengirim pesan pada pembencinya setelah mengarsiteki gol ke-400 Messi bagi Barcelona tahun lalu.

"Ketika kami pensiun, orang akan bertanya: 'Siapa yang terbaik?'," ungkapnya. "Messi. Dan siapa yang memberikan operan? Dani. Nama saya ada di sana - tak peduli orang suka atau tidak."

Dan memang begitulah adanya. Karena setelah delapan musim yang gemerlap ketika ia merajai peran bek kanan di Barca, Alves pantas dikenang bukan hanya sabagai asisten utama Messi, tetapi sebagai full-back terbaik di Catalan yang pernah ada. Bakal menunggu lama untuk melihat pemain lain yang sepertinya.