DEBAT: Akankah Tottenham Hotspur Jadi Lumbung Gol Lagi?

Mampukah The Lilywhites memetik hasil positif setelah musim lalu menelan dua kekalahan telak dari Citizens?

OLEH DEDE SUGITA Ikuti di twitter

“Masa lalu adalah masa lalu. Saya tak ingin mengingat masa lalu. Ini sebuah musim baru, saya memikirkan sebuah gaya berbeda, filosofi berbeda,” demikian ujar Mauricio Pochettino menjelang pertemuan Tottenham Hotspur melawan Liverpool di White Hart Lane pada akhir Agustus.

Musim lalu, sebelum Pochettino datang, Tottenham dua kali harus menanggung malu ketika berhadapan dengan Liverpool. Mereka dicukur 5-0 di kandang sendiri sebelum kembali babak belur dengan skor 4-0 kala bertandang ke Anfield.

Kehadiran mantan bos Southampton itu melahirkan harapan dan optimisme anyar. Di tangannya, Tottenham mengukir rekor sempurna dalam empat laga resmi pertama sebelum bersua Liverpool.

Mereka memukul AEL Limassol dalam dua leg fase play-off Liga Europa dan memetik kemenangan 1-0 atas West Ham United serta 3-0 kontra Queens Park Rangers.

Harapan tinggal harapan, karena meski Pochettino tak mau mengingatnya, Tottenham arahannya dipaksa mengalami lagi masa lalu. Mereka remuk tiga gol tanpa balas setelah gawang Hugo Lloris dijebol Raheem Sterling, Steven Gerrard, dan Alberto Moreno.

Pada Sabtu (18/10) ini, The Lilywhites mungkin kembali dihadapkan pada memori pahit masa silam. Mereka akan menyambangi Etihad Stadium untuk menantang Manchester City. Seperti Liverpool, City mempunyai rekor sangat baik versus klub London Utara itu.

Dalam enam pertemuan teraktual kedua kubu di Liga Primer Inggris, City lima kali keluar sebagai pemenang dan hanya sekali menderita kekalahan. Total 22 gol dicetak The Eastlands pada rentang tersebut, sementara Spurs cuma bisa menjawab dengan delapan gol.

Khusus bicara musim lalu yang berakhir dengan City merebut mahkota juara, inferioritas Tottenham makin kental terasa. Mereka digulung pasukan Manuel Pellegrini setengah lusin gol tanpa balas di Etihad dan dibantai lagi 5-1 ketika menjadi tuan rumah. Skor tersebut menjadi hasil ulangan duel kedua kubu di White Hart Lane pada 28 Agustus 2011.

Pantas dicamkan pula bahwa City mempunyai dua striker yang sama-sama gemar mengoyak jala Tottenham. Ya, Lilywhites menjadi mangsa favorit bagi Sergio Aguero dan Edin Dzeko selama berkarier di Premier League.

Dzeko telah mengemas enam gol dalam enam pertandingan kontra Spurs. Statistik itu menahbiskan Spurs sebagai tim EPL yang paling sering dijebol penyerang Bosnia tersebut. Setali tiga uang, gawang Spurs juga menjadi target favorit bagi Aguero. Bersama Norwich City, Spurs telah menelan lima gol dari bintang Argentina itu sejak ia diakuisisi The Citizens dari Atletico Madrid.

Lantas, apakah itu artinya tak ada harapan sama sekali bagi Tottenham? Tentu tidak demikian, karena bila menilik torehan overall di era Liga Primer, City, bersama Everton, justru merupakan lawan kesukaan Tottenham. Melawan masing-masing dari kedua tim tersebut, Spurs telah membukukan sebanyak 20 kemenangan.

“Ini filosofi berbeda, laga berbeda. Kami harus datang pada Sabtu untuk mendapatkan poin. Itulah hal yang lebih penting. Tidak penting untuk memikirkan masa lalu. Penting untuk melihat ke depan. Ini selalu berbeda. Ini adalah sebuah musim baru. Saya pikir ini adalah sejarah dan setelahnya adalah musim baru lagi. Laga berbeda, mungkin pemain-pemain yang juga berbeda dan tak ada keprihatinan tentang hasil-hasil musim lalu,” ujar Pocchettino dalam menyongsong pertandingan ini.

Kata-kata itu sangat mirip dengan yang disampaikannya sebelum bersua Liverpool. Bagaimana dengan hasil akhirnya kali ini?

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics