DEBAT: Financial Fair Play Buyarkan Asa Juara Manchester City?

Jelang big match antara City dan Chelsea, Minggu (21/9), Goal Indonesia akan mengupas masalah FFP yang dialami City dan kaitannya dengan perburuan gelar. Simak!

OLEH YUDHA DANUJATMIKA Ikuti di twitter
Kejutan, kehebohan, dan tentunya kekecewaan mewarnai bursa transfer musim panas ini. Ketika berakhir pada 2 September kemarin, banyak klub yang bersorak sorai karena mendapatkan apa yang diinginkan. Chelsea misalnya, telah mengasah pisaunya dengan kehadiran Cesc Fabregas, Diego Costa, dan Thibaut Courtois. Jangan pula lupakan Manchester United yang sukses mendatangkan Angel Di Maria dan Radamel Falcao di menit-menit terakhir.
Namun, hal yang sama tidak terjadi di kubu Manchester City. Tim biru langit yang biasanya menggemparkan bursa transfer sejak kedatangan Sheikh Mansour pada 2008 ini tak tampak agresif di awal musim 2014/15. Ada apa gerangan? Tentu saja karena sanksi Financial Fair Play yang dijatuhkan pada mereka sudah mulai berlaku. Mau tak mau, The Citizens membatasi aktivitas transfer mereka, bahkan ‘mengorbankan’ beberapa pemain demi keamanan finansial.
Jelang big match antara City dan Chelsea, Minggu (21/9), Goal Indonesia akan mengupas masalah yang dialami City ini serta kaitannya dengan perburuan gelar. Simak!
Ketika FFP Menyerang
Sanksi FFP yang dijatuhkan UEFA memaksa City untuk mengencangkan ikat pinggang seketat mungkin. Betapa tidak, klub yang telah menggelontorkan dana sekitar £200 juta dalam dua musim ini mau tak mau membatasi transfer bersihnya menjadi £49 juta. Tak heran ketika ‘hujan bintang’ tak terjadi di Etihad musim ini. Berikut aktivitas transfer City di musim 2014/15:

Kepergian Negredo ke Valencia kiranya sedikit mengejutkan mengingat performa apiknya musim lalu dan perlunya ketebalan skuat yang berlaga di banyak kompetisi. Namun, sebagaimana dikatakan Pellegrini, transfer ini dilakukan sebagai imbas dari sanksi FFP. Kini tinggal ada 3 penyerang di skuat Pellegrini, jumlah yang rentan untuk sebuah tim besar, tentunya.
Namun, Sagna menjadi satu pembelian cerdik City, mengingat bahwa bek tersebut mereka dapatkan dengan gratis sekaligus berfungsi menjadi pesaing Pablo Zabaleta. Caballero didatangkan guna menjadi pelapis Joe Hart dan menjaga motivasi sang kiper Inggris. Ada juga Fernando dan Mangala, rekan setim di Porto, yang menyuntikkan kekuatan di lini tengah dan belakang. Tak lupa, Frank Lampard yang juga merapat ke Etihad – peminjaman yang mungkin tak berdampak besar di lapangan, tapi besar dalam konteks pengalaman, moral, dan tentunya kepentingan peraturan pemain home-grown yang diterapkan UEFA.
Melihat ikhtisar transfer City di atas, sekilas memang tidak ada masalah di skuat City selain tipisnya stok penyerang. Namun, performa Yaya Toure yang mengalami penurunan belakangan ini menjadi satu kekhawatiran terselubung bagi kubu Pellegrini. Jangkar permainan asal Pantai Gading itu menjadi sosok sentral kala City menjuarai EPL musim lalu. Bisa dibayangkan ketika Toure tampil buruk dan tak ada pelapis yang tepat. Ketatnya aktivitas transfer sekaligus membuat City tidak bisa menghadirkan gelandang anyar yang 'sebanding' dengan Toure.
Fenomena FFP ini -terlebih jelang pertemuan kedua pesaing gelar- tentu memicu pertanyaan: Apakah FFP akan memperkecil kans juara City? Jawabannya adalah ya sekaligus tidak.
City tetap unggulan
Batas £49 juta tentu membuat City tak bisa melakukan banyak penyegaran. Melihat kebutuhan skuat saat ini, hal tersebut memang tak jadi soal, tapi untuk musim-musim depan hal ini akan jadi masalah karena usia pemain City rata-rata sudah tak muda. Ketika [seandainya] laskar biru langit ini dilanda badai cedera, minimnya penyegaran juga bisa jadi masalah berat, apalagi ketika klub lain memperbanyak amunisi di bursa transfer musim dingin.
Kendati begitu, perlu diingat bahwa skuat Manchester City sekarang merupakan skuat yang merajai EPL musim lalu, skuat tangguh yang mampu menyingkirkan Chelsea, Liverpool, dan Arsenal dalam perburuan. Di belakang layar juga ada Manuel Pellegrini yang siap putar otak. Bersama dengan jajaran staf City, Pellegrini tentunya punya seribu akal untuk menghadapi rentetan masalah yang disebabkan oleh sanksi FFP.
Bahkan chairman City, Khaldon Al-Mubarak, berani berujar bahwa hukuman ini takkan mengganggu ambisi mereka.

City masih punya skuat juara.
Aktivitas transfer City di musim panas memang tak sespesial Chelsea. Ketika Jose Mourinho mempertajam skuat dengan Costa dan Fabregas (sekaligus menyelesaikan masalah striker musim lalu), Pellegrini harus menekan anggaran belanja dan tak bisa menambal kelemahan mereka seenaknya.
Namun jangan lupa, skuat City tetaplah skuat tangguh yang siap bersaing di Liga Primer Inggris. Mereka masih jadi unggulan juara dan di Etihat besok Minggu, mereka akan jadi lawan yang merepotkan Chelsea – bahkan meraih kemenangan.
Ya, perkara FFP setidaknya takkan memengaruhi ambisi juara City musim ini. Tapi untuk dua-tiga musim ke depan, itu lain cerita.
Anda memiliki pendapat berbeda? Silahkan sampaikan di kolom komentar di bawah.

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics