DEBAT: Invincible Untuk Chelsea, Realistis Atau Ambisius?

Kemenangan telak atas Tottenham sekali lagi membuktikan betapa kuat Chelsea di musim ini.

OLEH SANDY MARIATNA Ikuti di twitter

Ibarat metamorfosis, Chelsea saat ini sudah siap keluar dari kepompongnya dan mentas menjadi kupu-kupu dewasa.

Kedatangan kembali Jose Mourinho pada musim panas 2013 menandai babak baru Chelsea. Ketika itu, The Blues bak telur yang menetas dan berkembang menjadi ulat. Mourinho berhati-hati membentuk tim yang masih dalam tahap reka ulang, prototipe, dan mencari identitas – meski itu artinya Chelsea harus mengakhiri musim 2013/14 tanpa trofi dan dicap buruk karena sering menerapkan taktik parkir bus.

Tapi, transformasi bertahap yang dilakukan Mourinho sejauh ini berjalan sesuai rencananya: Chelsea ingin ia jadikan sebagai kupu-kupu. Chelsea di musim 2014/15 tampil lebih ceria, enak ditonton, dan punya kebebasan dalam menyerang. Chelsea kini bermain lebih indah.

Performa itu kembali mereka tunjukkan Pada Kamis (4/12) dini hari WIB, ketika Chelsea dihadapkan pada derby London kontra Tottenham Hotspur di Stamford Bridge dalam lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-14. Spurs sedang dalam momentum bagus setelah mendulang tiga kemenangan beruntun di semua ajang. Namun sepanjang 90 menit, hanya sundulan mencium mistar dari Harry Kane yang menjadi ancaman berarti bagi gawang Thibaut Courtois.

Selebihnya, meski kalah jauh dalam hal penguasaan bola dari Spurs, Chelsea terlihat sangat menyeramkan dan begitu eksplosif ketika sudah memasuki sepertiga akhir lapangan. Delapan shot on target mereka bukukan dan hampir setengahnya bersarang di gawang Tottenham. Chelsea pun mengakhiri laga dengan skor amat meyakinkan, 3-0.

Didier Drogba muncul sebagai bintang lapangan lewat lesakan satu gol di menit 22 usai menuntaskan umpan terobosan Oscar. Tiga menit sebelumnya, striker gaek berusia 36 tahun itu turut mengarsiteki gol pembuka Chelsea lewat aksi one-two cantik dengan Eden Hazard.

“Apakah Anda ingat Diego Costa hari ini? Saya tidak,” ujar Mourinho menggambarkan performa fantastis Drogba di laga tersebut. Ya, bomber Pantai Gading ini kembali membuktikan bahwa ia belum habis dan bukan sekedar deputi Diego Costa, sang topskor klub pemilik 11 gol dari 11 laga EPL. “Kami memang butuh Diego Costa, tetapi mentalitas bermain kami sudah tepat,” lanjut Mou.

Lantas di babak kedua, penyerang pengganti Loic Remy menuntaskan perlawanan Spurs lewat aksi individual menawan di kotak penalti, semakin menunjukkan kedalaman skuat yang dimiliki oleh tim London Biru. Seperti inikah Chelsea terbaik yang pernah ada?

Para penggawa Chelsea merayakan gol ke gawang Tottenham Hotspur, Kamis (4/12). Hasil positif yang terus mereka raih membuat status invincible semakin gencar diwacanakan.

Chelsea sejauh ini menjadi satu-satunya tim di EPL yang belum menderita kekalahan di musim ini dengan duduk nyaman di singgasana klasemen, unggul enam poin dari peringkat kedua sekaligus sang juara bertahan, Manchester City.

Atmosfer positif ini membuat banyak kalangan sedari awal menjagokan Chelsea untuk terus menjaga rekor tak terkalahkan hingga akhir musim alias menyamai rekor agung Arsenal di musim 2003/04 yang populer disebut invincible.

Meski demikian, Mourinho sejak awal sudah menegaskan bahwa The Blues tidak terobsesi mengejar invincible itu. "Jika Anda menargetkan status itu, mungkin Anda akan imbang di banyak pertandingan. Anda tidak mengambil resiko dan hanya gembira dengan status tidak terkalahkan,” katanya.

"Jika Anda mendapatkan sepuluh hasil imbang, Anda mendapatkan sepuluh poin. Jika Anda menang lima kali dan kalah lima kali, Anda mendapatkan 15 poin. Kami bermain untuk menang dan terkadang kami harus kalah. Jadi, saya lebih memilih 15 angka dan menelan kekalahan daripada sepuluh angka dan tidak terkalahkan," jelasnya.

Mourinho benar, rekor tak terkalahkan itu hanya akan berperan seperti buah ceri di atas kue tart atau seperti ikatan pita pada kado. Invincible sebatas penghias dari esensi petualangan Chelsea di musim ini: trofi juara di akhir musim.

Musim masih panjang. Desember ini adalah bulan tersibuk bagi tim-tim Inggris. Terhitung sejak tengah pekan ini, mereka akan dihadapkan pada tujuh laga secara beruntun. Artinya, dalam sepekan mereka harus bertanding dua kali. Kekhawatiran akan kelelahan dan cedera pemain sangat mungkin membuat Chelsea menelan kekalahan perdana.

Namun, melihat seluruh potensi yang sudah ditunjukkan Chelsea sejauh ini, bukan tak mungkin John Terry dan kawan-kawan bisa mengulangi pencapaian Arsenal pada satu dekade silam itu. Semua syarat itu tersedia: Chelsea punya skuat solid dari pos kiper hingga ujung tombak, mereka sukses besar dalam bursa transfer musim panas kemarin, mental juara tim mulai terbentuk, dan tentu saja mereka memiliki manajer spesial.

Jadi, apakah invincible bagi Chelsea adalah target yang realistis atau ambisius?

addCustomPlayer('1vvpv8cxofvw716lrlk6cvq380', '', '', 620, 540, 'perf1vvpv8cxofvw716lrlk6cvq380', 'eplayer4', {age:1407083817233});

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics