DEBAT: Kebijakan Transfer Klub Top Serie A, Siapa Terbaik?

Juventus, AS Roma, FC Internazionale dan AC Milan telah melalui bursa transfer musim panas 2014/15, siapa yang terbaik dalam menjalani aktivitas transfer?

Geliat bursa transfer musim panas 2014/15 cukup menggila, dengan banyak tim rela mengeluarkan banyak dana demi mendapatkan pemain-pemain incaran mereka dan tidak ketinggalan klub-klub dari Serie A Italia.

Meski tidak dominan seperti klub Liga Primer Inggris atau klub Primera Liga Spanyol, Italia setidaknya mengirimkan satu wakil untuk sepuluh besar klub terboros di musim panas 2014, yaitu AS Roma yang menggelontorkan dana sebesar €58 juta.

Saingan Roma di bursa adalah Juventus yang mengeluarkan dana sebesar €36,8 juta, di mana pendanaan paling besar dilakukan untuk menggaet Alvaro Morata dari Real Madrid dengan banderol €20 juta atau lebih dari 50 persen total transfer klub.

Sementara duo klub Milan, yaitu FC Internazionale dan AC Milan, bisa dibilang cukup irit. Inter paling mahal mendatangkan Gary Medel dari Cardiff City dengan banderol €8 juta, sehingga total pengeluaran klub selama bursa transfer hanya sebesar €12,1 juta.

Sementara Milan, meski mendatangkan banyak pemain, mereka hanya perlu mengeluarkan dana sebesar €12,63 juta selama bursa transfer, karena sebagian besar didatangkan dengan gratis atau dengan pinjaman.

Berikut penilaian pandit Goal Indonesia terhadap aktivitas transfer klub-klub top Serie A Italia tersebut:

Pandit Goal Indonesia untuk AC Milan, Dewi Agreniawati, mengatakan meski Rossoneri masih belum mengubah pendekatan klub terhadap bursa transfer, yaitu dengan 'teori ekonomi', namun pada bursa musim panas ini, klub berhasil mendatangkan pemain-pemain yang bisa membantu allenatore Filippo Inzaghi membawa tim kembali ke jalur juara.

Seperti duet PSG, Alex dan Jeremy Menez yang didatangkan secara gratis, demikian juga kiper Diego Lopez dari Real Madrid. Milan juga sukses meminjam Fernando Torres dan Marco van Ginkel dari Chelsea. Dan juga transfer termahal Milan, Giacomo Bonaventura, yang dituntaskan pada detik-detik akhir penutupan transfer dengan banderol €7 juta dari Atalanta.

Eks kiper Real Madrid, Lopez dan Torres diyakini menjadi rekrutan terbaik Milan musim panas ini. Dewi menilai Setan Merah jelas butuh penjaga gawang berpengalaman untuk menggantikan Abbiati dan Lopez telah membuktikan kelasnya di pekan pertama melawan Lazio, sementara kehadiran Torres bisa menambal kepergian Mario Balotelli ke Liverpool.

Meski aktivitas transfer Milan memuaskan, Dewi menilai ada satu kesalahan yang dilakukan oleh Rossoneri, yaitu menjual Bryan Cristante ke Besiktas. "Melepas Cristante menjadi blunder bagi Milan, apalagi dengan harga hanya €7 juta. Di usia yang baru 19, jebolan akademi I Rossoneri itu disebut-sebut sebagai calon bintang masa depan untuk meneruskan peran Riccardo Montolivo," ujar Dewi.

Ikuti Dewi Agreniawati di

Pandit Goal Indonesia untuk AS Roma, Yudha Danujatmika, memuji keberanian Giallorossi dalam melakukan transfer besar-besaran di musim panas 2014/15. Seperti yang diketahui, Rudi Garcia tak ragu untuk menggelontorkan dana sekitar €58 juta demi mendatangkan nama-nama seperti Juan Iturbe dan mengamankan tanda tangan Radja Nainggolan.

Giallorossi juga mendatangkan Konstantinos Manolas, Mapou Yanga-Mbiwa, dan tentunya Davide Astori di posisi bek tengah untuk menambal posisi yang ditinggalkan oleh Mehdi Benatia, yang hijrah ke klub raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munich.

Meski mendatangkan beberapa nama baru dan memboyong Iturbe dengan banderol paling tinggi di Italia musim panas ini, keputusan mematenkan Nainggolan dari Cagliari dinilai menjadi keputusan terbaik dalam aktivitas transfer klub. Pemain asal Belgia itu langsung membuktikan kapasitasnya dengan satu gol dan satu assist yang dicatatkannya di laga pembuka Serie A.

Tidak patut diabaikan juga, langkah Roma untuk mempertahankan Kevin Strootman juga akan menjadi hal krusial jika mereka ingin merusak dominasi Juventus.
Namun, meski demikian, Yudha menyayangkan keputusan Roma tidak mendatangkan pemain dengan nama besar di sektor depan. "Belajar dari musim lalu, mengandalkan Mattia Destro saja tidak cukup. Roma memang mendatangkan Leandro Paredes dan Antonio Sanabria, tapi pemain-pemain muda tersebut masih belum teruji ketajamannya," ujar Yudha.
Ikuti Yudha Danujatmika di

Efektif, itulah kata pandit Goal Indonesia untuk Juventus, Eric Noveanto. Strategi pembelian efektif tanpa tanpa melibatkan nama besar adalah hal yang selalu diterapkan Juventus di bawah kinerja Beppe Marotta sebagai guru transfer.

Kesuksesan mendatangkan Paul Pogba secara gratis, ingin diulangi ketika menggaet Kingsley Coman. Kehadiran Patrice Evra juga berguna untuk fleksibilitas permainan tim, mengingat di tiga musim terakhir Bianconerikerap terpaku pada formasi yang sama. Alvaro Morata, Roberto Pereyra, Romulo merupakan pemain multi-posisi, tentunya akan berharga untuk kedalaman skuat yang akan berlaga di tiga kompetisi.
Untuk rekrutan terbaik, Eric menunjuk Morata mengingat kiprahnya bersama Real Madrid yang cukup sukses, namun ia juga mengakui bahwa Kingsley Coman berpotensi melebihi label tersebut. Bukan tanpa alasan, performa pemain asal Prancis itu di pra-musim sangat menjanjikan. Demikian juga pada laga debutnya di Serie A kontra Chievo, Coman tampil impresif.

Tetapi, kemapanan di sektor tengah dan depan dinilai tidak diimbangi dengan kekokohan jantung pertahanan. Eric menilai Si Nyonya Tua hanya memiliki tiga bek tengah tangguh yang sepenuhnya bisa diandalkan.
"Sektor bek tengah sepertinya akan menjadi titik krusial Juventus musim ini. Andrea Barzagli dan Giorgio Chiellini mulai diganggu cedera, hanya menyisakan Leonardo Bonucci di saat para pelapis tak memiliki konsistensi permainan," ungkap Eric.

Ikuti Eric Noveanto di

Pandit Goal Indonesia untuk FC Internazionale, Tegar Paramartha, menilai Nerazzurri tampak menjalani bursa transfer musim panas 2014/15 secara matang dengan keberhasilan merekrut pemain-pemain seperti Nemanja Vidic, Yann M'Villa dan Dodo jauh sebelum bursa transfer ditutup, yang kemudian dipungkasi dengan datangnya Gary Medel.

Meski demikian, Inter disayangkan melewatkan gairah hari terakhir bursa transfer dengan tidak mendapatkan pemain baru, tetapi malah dengan melepas beberapa pemain, seperti melepas Ricky Alvarez ke Sunderland dan Saphir Taider ke Sassuolo.

Padahal, hasil imbang tanpa gol melawan Torino di pekan pertama Serie A menunjukkan Inter masih belum memiliki sosok pengubah pertandingan di bangku cadangan. Beruntung, Fredy Guarin gagal dilepas meski ada kemungkinan pemain asal Kolombia itu dijual pada Januari nanti.
Sementara itu kedatangan Vidic dan Medel dinilai menjadi langkah transfer terbaik yang diambil oleh klub musim panas ini. Tegar mengatakan: "Inter tidak diragukan lagi sangat membutuhkan sosok berkualitas dan berpengalaman seperti kedua pemain tersebut, mengingat banyaknya pemain senior yang hengkang dan juga pensiun.

"Vidic akan membantu bek-bek muda Inter, seperti Juan Jesus dan Andrea Ranocchia semakin berkembang, sementara Medel akan menjadi poros baru di lini tengah Inter menggantikan Cambiasso."

Ikuti Tegar Paramartha di

Menurut pembaca Goal Indonesia, klub mana yang melakukan aktivitas transfer musim panas terbaik di Serie A Italia? Sampaikan pendapat Anda di kolom yang telah disediakan dan jangan lupa mengikuti poling di bawah ini...

//

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics