DEBAT: Masih Pantaskah Vincente Del Bosque Dipertahankan?

RFEF sudah menolak permohonan pengunduran diri Del Bosque, tapi benarkah pelatih 63 tahun itu layak dipertahankan?

Spanyol gagal total di Piala Dunia 2014. Melawan Belanda, La Furia Roja dipermak 5-1, yang dilanjutkan dengan kekalahan 2-0 melawan Cili.
Dua kekalahan itu sudah cukup untuk mendepak Spanyol dari Brasil. Laga terakhir melawan Australia bisa dikatakan hanya untuk menentukan siapa yang akan menempati dasar klasemen Grup B.
Media Spanyol pun langsung menyoroti timnas mereka, kondisi di tim dan peran Vicente Del Bosque. Untuk yang terakhir itu, pelatih 63 tahun tersebut mendapat perhatian khusus.
Bagaimana tidak, di tangannyalah Spanyol menuai kesuksesan di dua turnamen besar terakhir, Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012. Keduanya, Del Bosque mengantar timnya menjadi juara.

Namun hasil terakhir mencoreng catatan prestasi Del Bosque. Di Piala Konfederasi 2013, Spanyol sudah tak lagi menunjukkan kapabilitas mereka sebagai juara bertahan Piala Eropa mau pun dunia. Di final, Brasil bisa mengakhiri dominasi mereka, terutama dalam hal permainan di atas lapangan.
Dari situ saja, dan sejumlah laga setelahnya di partai uji coba, Spanyol tak menunjukkan secara jelas kualitas bermain mereka yang dulu begitu dikagumi. Permainan tiki taka, dominasi penguasaan bola tak lagi berujung pada produktivitas di depan gawang.
Yang paling disoroti tentunya adalah materi pemain di skuat La Furia Roja. Sejak memenangi Piala Eropa 2008 di era Luis Aragones, ada setidaknya sepuluh pemain yang terus dipertahankan sampai saat ini. Mereka adalah Iker Casillas, Pepe Reina, Sergio Ramos, Raul Albiol, Cesc Fabregas, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Xabi Alonso, David Silva dan Fernando Torres. Sebagian dari mereka menunjukkan kualitas penampilan yang stabil, tapi tak sedikit pula yang menunjukkan penurunan tajam.
Sebutlah Fernando Torres. Kontribusinya di level klub bisa dikatakan sangat memprihatinkan bila melihat bandrol harga yang melekat padanya. Namun dia memiliki pengalaman menjadi pemain menentukan di ajang internasional. Mungkin karena alasan itulah Del Bosque masih memanggilnya masuk ketimbang melibatkan Fernando Llorente, Soldado atau Alvaro Negredo, yang memiliki produktivitas lebih baik di musim lalu. Belum lagi Xavi, Albiol, dan Fabregas, yang di Piala Dunia 2014 peran mereka sangat merosot tajam.
Disinilah kemudian Del Bosque disalahkan. Mantan arsitek Real Madrid itu disebut terlalu mempercayakan masa depan permainan Spanyol pada pemain veteran yang sudah tak lagi seproduktif sebelumnya. Bahkan bila menyebut nama Iker Casillas di Piala Dunia 2014, pecinta sepakbola mengingatnya sebagai kiper yang melakukan blunder fatal ketika menghadapi Belanda.

Tak sedikit yang menilai Spanyol yang sekarang membutuhkan penyegaran. Gaya permainan yang diterapkan Spanyol juga tak lagi menarik dan sudah bisa ditebak oleh tim lawan, demikian pula karakter bermain para veteran.
Sejauh ini, direktur olahraga Spanyol Jorge Perez tak sependapat bahwa Del Bosque harus diganti untuk alasan penyegaran.
"Kami sudah memiliki pelatih terbaik di dunia, mengapa juga kami harus melakukan pergantian?" begitu kata Perez.
"Ketika Del Bosque menandatangani kontrak (hingga 2016), dia mengatakan jika memang ada alasan dirinya pergi, dia akan pergi. Tapi saya ingin dia bertahan."

Bisa jadi Perez masih melihat Del Bosque sebagai sedikit orang yang memahami perkembangan sepakbola Spanyol. Faktor nostalgia masa lalu juga bisa melatarbelakangi keputusan menolak pengunduran diri Del Bosque.
Tapi, sebagai salah satu tim terbaik dunia saat ini, seperti alasan itu saja tidak cukup kuat untuk bisa mempertahankan Del Bosque lebih lama lagi, bukankah begitu?

RESPECT dan FAIR PLAY. Mari berikan komentar yang sehat dan bermanfaat dalam kolom komentar yang telah kami sediakan.

Topics